Three White Soldiers Dan Three Black Crows, Tiga Candlestick Menguntungkan

280135

Beli saat murah, jual saat harga mahal. Jika Anda mengikuti prinsip trading tersebut, pola candlestick ini sangat tepat untuk menuai profit berlimpah dari perubahan arah trend.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sebelumnya, kita telah mempelajari pola candlestick tiga bar berakurasi tinggi; Three Inside Up dan Three Inside Down. Kali ini, ada juga pola 3 bar yang akurasinya bisa dibilang lebih tinggi, yaitu Three Black Crows dan Three White Soldiers.

Meskipun namanya susah dieja, formasi pola Three White Soldiers dan Three Black Crows mudah dikenali. Sekali muncul, kedua pola itu akan diikuti oleh pembentukan trend baru. Intinya, begitu Anda mendeteksi terbentuknya pola-pola tersebut, bersiaplah buka posisi untuk mendapat profit.

 

Pengertian Pola Three White Soldiers dan Three Black Crows

Three White Soldiers dan Three Black Crows termasuk dalam kategori pola candlestick reversal. Artinya, setelah formasi terbentuk komplit, harga akan berpotensi untuk berubah arah dari trend sebelumnya. Jika sebelumnya harga sedang bullish, maka akan berbalik turun. Sedangkan jika sebelumnya harga sedang bearish, maka akan bertolak naik.

Dengan begitu, apabila trader bisa menangkap momen terjadinya pembalikan harga, maka peluang untuk mendapat profit dalam jumlah besar terbuka lebar. Itulah alasan kenapa pola candlestick reversal dicari-cari oleh trader.

Bicara mengenai formasinya, Three White Soldiers dan Three Black Crows mudah sekali dikenali. Pola dasarnya akan terlihat seperti contoh berikut:

three white soldiers, three black crows

Ciri formasi Three White Soldiers adalah kemunculan tiga candlestick berurutan dengan harga penutupan selalu lebih tinggi; biasanya berwarna putih atau hijau semua. Maka dari itu, Three White Soldiers mengindikasikan potensi bahwa harga akan berbalik naik dari periode trend menurun (downtrend) sebelumnya.

Sebaliknya, Three Black Crows adalah tiga candlestick hitam atau merah berurutan dengan harga penutupan selalu lebih rendah. Candlestick ini mengindikasikan potensi bahwa harga akan berbalik turun setelah periode trend mendaki (uptrend) sebelumnya.


Strategi Trading Dengan Pola Three White Soldiers Dan Three Black Crows

Pada dasarnya memang kedua pola candlestick ini lumayan sering muncul pada chart, tapi tidak setiap kali muncul kita harus segera meresponnya. Masalahnya, jika kita terlalu cepat bereaksi tanpa menunggu konfirmasi, resiko merugi karena fake signal bisa saja terjadi. Contohnya seperti ini:

three black crows pada kondisi pasar ranging

Pada gambar chart EUR/USD (H4) di atas, hanya sinyal dari Three Black Crows #2 yang berhasil mengindikasikan reversal bearish, sedangkan sinyal #1 dan #3 gagal.

three white soldiers, konfirmasi sinyal

Pada chart berikutnya, harga malah terus mendaki meskipun formasi Three Black Crows telah terbentuk sesuai karakteristik umumnya.

Karena masalah-masalah tersebut, perlu kondisi khusus agar akurasi sinyal dari Three White Soldiers dan Three Black Crows bisa diandalkan. Antara lain:

  • Bagaimana kondisi tren pasar saat ini?

Pola Three Black Crows idealnya muncul saat trend telah mencapai puncak tertingginya setelah harga terus menerus mendaki (kondisi overbought). Sebaliknya, pola Three White Soldiers sinyalnya paling akurat setelah harga terus menerus menurun (kondisi oversold). Dengan kata lain, hindari kondisi pasar ranging atau sideways (harga bergerak naik turun saja dalam kisaran sempit) seperti yang dicontohkan pada chart no. 1.

  • Bagaimana konfirmasi dari candlestick berikutnya?

Perhatikan pula bagaimana candlestick berikutnya mengkonfirmasi sinyal reversal dari kedua pola ini. Pada chart nomor 2, sinyal Three Black Crows dianggap tidak valid karena bar berikutnya ternyata malah berbalik naik. Karena itu, sebaiknya tunggu sampai candlestick berikutnya bergerak sesuai indikasi sinyal.

  • Pada Timeframe apa formasi candlestick muncul?

Idealnya semakin tinggi Timeframe, maka semakin akurat pula sinyal dari kedua pola ini. Setidaknya, gunakan Timeframe H4 ke atas supaya kualitas sinyal cukup baik. Sedangkan pada Timeframe super rendah seperti M5, sinyal seringkali tidak valid karena dipatahkan oleh gejolak-gejolak singkat (noise).

Setelah kondisi-kondisi di atas terpenuhi, akurasi sinyal Three White Soldiers dan Three Black Crows akan menjadi lebih baik. Contoh strategi tradingnya seperti di bawah ini:

strategi trading three white soldiers

Pada chart AUD/USD (timeframe H4) di atas, Trendline Channel (merah) menyoroti kondisi trend masih dalam kondisi menurun. Setelah pasar dalam kondisi oversold, pola Three White Soldier terbentuk. Sinyal beli pun dikonfirmasi oleh harga yang bergerak menembus garis Simple MA 20.

Buka posisi beberapa pip di atas harga high bar Three White Soldiers terakhir, lalu Stop Loss di harga opening bar pertamanya. Sedangkan untuk target profit bisa ditentukan menggunakan panduan Rasio Risk/Reward sesuai selera Anda.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Indahwati
Nama candle-nya kq keren sekali.