Tiga Faktor Fundamental Yang Menopang Harga Emas Saat Ini

184774

Tren harga emas baru-baru terpantau cemerlang dan cenderung naik. Hal ini bisa terjadi karena tiga faktor fundamental berikut ini.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Sejak awal bulan Juni 2014, harga Emas terus meningkat, dipicu oleh ketegangan geopolitik di berbagai tempat, khususnya di Irak. XAUUSD sempat diperdagangkan kembali pada level tinggi 1,320.00 per ons. Sejak saat itu, emas spot mempertahankan posisinya di level tinggi, walaupun harga emas di perdagangan berjangka mulai menurun akibat melemahnya permintaan karena harga yang dianggap tinggi di China dan India. Bagaimana menerjemahkan sinyal yang beragam tersebut?

Harga emas saat ini secara umum disetir oleh tiga faktor fundamental:

1. Permintaan Emas Fisik Dari China Dan India

Dua negara yang menempati posisi konsumen Emas terbesar Dunia adalah China dan India. Masing-masing mengkonsumsi 1066 dan 975 metrik Ton Emas pada tahun 2013 saja, sebagaimana bisa dilihat pada grafik di bawah ini.

Data Perdagangan Emas Dunia

Data Perdagangan Emas Dunia

Sesuai hukum permintaan, semakin rendah harga suatu barang, maka jumlah barang yang diminta pun meningkat. Jatuhnya harga Emas pada pertengahan tahun 2013 dimanfaatkan masyarakat China yang mengenali fungsi Emas sebagai penyimpan kekayaan jangka panjang. Namun karena kenaikan permintaan itu sebagian besar berdasarkan rendahnya harga emas, maka ketika harga Emas saat ini naik, maka permintaan Emas pun turut berkurang.

Disisi lain, menurunnya permintaan emas akan membatasi kenaikan harga Emas. Namun hukum supply dan demand tersebut hanya berlaku dengan asumsi ceteris paribus (keadaan tetap/stabil). Adanya dua faktor fundamental berikutnya, merupakan pendorong kenaikan harga Emas yang paling berpengaruh saat ini.

Perlu dicatat bahwa walau pengaruh permintaan emas fisik memiliki pengaruh rendah-moderat pada harga Emas secara keseluruhan, tetapi dampaknya akan eksis dalam jangka panjang, baik pada harga emas fisik maupun harga emas di pasar komoditas.

 

 

2. Lemahnya Perekonomian Amerika Serikat

Perekonomian Amerika Serikat saat ini bisa dikatakan mengalami penurunan pertumbuhan yang cukup tajam. Buruknya perekonomian AS yang merupakan salahsatu negara dengan tingkat investasi finansial tertinggi ini membuat harga Emas menanjak. Kenapa?

Emas memiliki fungsi sebagai penyimpan nilai yang anti inflasi dan anti krisis. Walaupun perekonomian memburuk, tetapi nilai Emas dalam jangka panjang hampir pasti naik terus. Oleh karena itu, Emas dikenal sebagai salah satu aset safe haven. Dalam kondisi pasar yang 'unfavorable', investor cenderung mencari emas karena alasan ini. Akibatnya, saat investasi finansial di AS memburuk, para investor beralih ke emas.

Masalahnya, ketertarikan investor semacam ini cenderung mudah berubah. Minggu lalu mereka mungkin mencari Emas hingga mendorong harga Emas naik, tetapi minggu ini mereka bisa jadi berupaya 'profit-taking' dengan ramai-ramai menjual emas. Oleh karena itu, perubahan harga akibat spekulasi semacam ini biasanya tidak permanen dan hanya berlaku sesaat di pasar komoditas berjangka, tetapi tidak sampai berpengaruh pada jual-beli emas fisik seperti emas batangan, koin, dan perhiasan.

3. Peningkatan Ketegangan Geopolitik

Banyak analis yang mengatakan bahwa kenaikan harga emas saat ini sebagian besar didorong oleh ketegangan geopolitik di Irak. Akan tetapi, sebenarnya kondisi geopolitik Dunia sekarang memang sedang memburuk. Ketegangan di Laut China Selatan memanas, begitu pula konflik China-Jepang. Belum lagi konflik Ukraina-Rusia dan pergolakan di Irak. Situasi-situasi ini nampaknya berpotensi meningkat dalam bulan ini. Oleh karena itu, banyak yang mengatakan bahwa harga Emas, khususnya XAUUSD dan emas futures, masih akan terus meningkat.

Tetapi sebenarnya, kenaikan harga yang didorong oleh ketegangan geopolitik tidak bisa diandalkan untuk menjadi pendorong trend. Bisa dikatakan apabila "Menanjak Karena Irak, Emas Susah Ditebak". Minggu ini harga Emas memang diprediksi akan ditutup menguat, tetapi minggu depan bisa merosot lebih dari perolehannya minggu ini. Misalkan saat bulan Ramadhan besok terjadi gencatan senjata di Irak, maka harga Emas jelas bisa kembali turun. Ini bukan tidak mungkin, karena kedua belah pihak yang berperang di Irak sama-sama beragama Islam. Kesimpulannya, fundamental harga Emas satu bulan ke depan masih terhitung "netral", bukan "bullish" ataupun "bearish".

Menariknya, analisis teknikal emas bulanan via Investing.com juga menempatkan perkiraan harga Emas Futures pada status "netral", dimana indikator Moving Average meraih kesimpulan "Buy", tetapi indikator teknikal lain cenderung "Sell".

Analisis Teknikal Emas
Analisis Teknikal Emas Berjangka 26 Juni 2014 Berdasarkan Data Bulanan

Apabila Anda melakukan trading Emas berjangka (CFD) atau spot XAUUSD, maka tabel analisis teknikal tersebut dapat Anda jadikan bahan pertimbangan untuk menempatkan posisi trading. Namun apabila Anda cenderung menyukai perdagangan emas fisik, maka saran kami, abaikan dulu naik-turun harga emas saat ini. Masih ada potensi harga Emas naik lebih tinggi, tetapi ada juga indikasi yang sama besarnya bahwa harga Emas bisa turun lagi.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

14 Desember 2019 22:27

1,475.43 ( 0.40%)

Support : 1,466.57
Pivot : 1,472.09
Resistance : 1,480.96

Hold Hold 50% Buy

8% Buy
Selengkapnya