OctaFx

iklan

Tiga Kata Terbodoh Dalam Trading Forex

258924

Menurut Boris Schlossberg, tiga kata itu adalah "News Doesn't Matter" (Berita Nggak Penting). Sering sekali para trader mengatakan demikian, padahal ini adalah pengabaian yang fatal.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Menurut Anda, apa tiga kata terbodoh dalam trading forex?

Menurut Boris Schlossberg, analis BK Asset Management, tiga kata itu adalah "News Doesn't Matter" (Berita Nggak Penting). Sering sekali para trader mengatakan demikian, padahal ini adalah pengabaian yang fatal.

salah trading - ilustrasi

Dalam newsletter-nya akhir pekan lalu, ia menuliskan bahwa amat mengejutkan baginya betapa banyak orang yang meyakini kalau menghasilkan uang di pasar hanya butuh algo dan chart. Ia mengumpamakan orang-orang itu seperti oracle jaman kuno yang berusaha meramalkan masa depan dengan melihat -maaf- kotoran kaisar.

Schlossberg menegaskan dirinya memang banyak dianggap sebagai analis fundamental, tetapi sebenarnya ia mengutamakan bertrading secara teknikal. Ia pun mengakui bahwa trading dengan fundamental itu sangat berbahaya. Namun demikian, semua itu tidak berarti bahwa ia tidak menghargai penggerak harga paling penting, yaitu BERITA.

Para pengguna teknikal suka berbicara tentang supply dan demand di pasar, support dan resisten harga, namun, apa yang sejatinya menciptakan demand dan supply? Pencipta demand dan supply bukanlah garis-garis fibo, melainkan BERITA.

Para pengguna teknikal sesungguhnya benar dalam menganggap bahwa berita tidak begitu penting dalam jangka panjang. Tren yang lebih besar digerakkan oleh motif-motif politik atau moneter jangka panjang, dan dalam kerangka yang lebih besar, pasar sebenarnya tidak peduli pada angka NFP bulan lalu atau bulan ini. Namun, kebanyakan trader teknikal sebenarnya tidak menahan posisi trading hingga beberapa bulan. Sembilan puluh persen trader retail bertrading secara day trading. Dan jika Anda bertrading pada chart 5 menit (5M), maka sebaiknya Anda tahu siapa itu Mario Draghi atau Glenn Stevens, bagaimana pergerakan harga minyak, pergerakan S&P, atau data PMI Jerman.

Kenapa? Karena jika Anda tidak memperhatikan hal-hal itu, maka Anda akan selalu kena stop loss dan Anda akan selalu bertampang memelas kaget seakan menjerit, "Ya Tuhan, kenapa aku? kenapa aku kalah terus? kenapa aku tak bisa dapat posisi yang benar?"

Mempelajari tentang berbagai rilis ekonomi dari negara-negara G-10 dan korelasi antar pasar (intermarket) membutuhkan waktu, tetapi itu sebenarnya tidak sulit. Sekedar memahami apa bedanya Tankan, IFO, dan rilisan University of Michigan saja bisa membuat trading jadi lebih baik.

Memahami berita tidak mengharuskan Anda punya opini tertentu tentang berita itu; faktanya, salah satu langkah terburuk trader adalah bila ia melakukan buy atau sell berdasarkan perkiraan rilis berita bagus atau jelek. Fungsi dari mengetahui berita adalah meminimalisir risiko dengan menyingkir dari pasar saat rilis terjadi; bukan untuk memaksimalkan reward. Tanpa menghiraukan hal ini, maka yang terjadi adalah seperti dialami oleh trader algo ketika rapat ECB Desember memicu Euro bergerak vertikal 400 poin dalam kurang dari 24 jam.

Namun pergerakan masif satu arah seperti itu bukanlah sebab utama kenapa trader loss. Sebab yang lebih umum, terjadi setiap hari, menurut Schlossberg, adalah seperti ketika seseorang mengatakan, "Saya shorting USD/CAD pada chart 15 menit -kelihatannya RSI/MACD/sebut-indikator-apa-saja berbalik."

Benar begitu?

Tidakkah Anda menengok harga minyak sebelum membuka posisi tersebut? Apakah Aharga minyak mentah menunjukkan tanda mencapai level harga terendah dan akan rebound? Menengok korelasi dasar antar pasar, seperti hubungan antara Dolar Kanada dengan harga minyak, adalah penting untuk memastikan posisi trading tidak berbuah loss.

Tanpa memperhatikan hal-hal seperti rilisan indikator ekonomi dan korelasi intermarket, trading teknikal bisa destruktif. Intinya, berita itu penting.

 

Aisha telah melanglang buana di dunia perbrokeran selama nyaris 10 tahun sebagai Copywriter. Saat ini aktif sebagai trader sekaligus penulis paruh waktu di Seputarforex, secara khusus membahas topik-topik seputar broker dan layanan trading terkini.


Alhabieb
Karena ya itulah pasar..Pasar selalu benar dan analis hanyalah analis,