Tindakan Darurat Mengatasi Trading Yang Selalu Rugi

128117

Kerugian dalam trading memang tidak bisa dihindari. Karena itu, diperlukan tindakan mengatasi trading yang rugi agar tidak mengganggu psikologis trader

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Jika diminta untuk memilih, tentunya tidak ada trader yang bersedia untuk merugi terus-menerus. Mungkin sekali-sekali rugi boleh, asalkan hasil akhirnya masih positif. Itulah yang ada di dalam benak para trader pada umumnya. Namun dalam kenyataannya, semakin trader sering rugi, semakin panik pula mereka.

Dalam trading forex, kerugian memang tidak bisa dihindari, namun jika sering terjadi atau bahkan berturut-turut, maka secara psikologis jarang sekali bisa diterima trader sebagai sebuah kenyataan. Ini menyebabkan mereka merusak sistem trading yang sedang digunakan.

Rentetan kerugian (losing streak) dapat menyebabkan cara pandang trader pada trading forex berubah. Pasar dianggap tidak ramah lagi dan mesti ditaklukkan. Cara trading yang disiplin dan konsisten segera ditinggalkan. Yang penting bagaimana bisa balas dendam dan menang melawan pasar.

tindakan mengatasi trading yang rugi

Jika tidak segera diatasi, maka akan semakin menyulitkan trader baik dari segi psikologis maupun pada hasil trading yang semakin buruk. Apabila tidak menemukan ide sebagai jalan keluar, trader akan frustasi dan bisa saja melupakan trading forex.

Berikut ini adalah pengalaman seorang trader forex yang pernah frustasi akibat losing streak. Ia menuliskan tindakan mengatasi trading yang rugi. Cara itu perlu segera dilakukan agar trader yang hampir frustasi bisa melanjutkan trading dengan normal.

 

1. Mengatasi Trading Yang Rugi Dengan Istirahat Sejenak

Ketika Anda sedang kacau dan panik pasca kerugian beruntun, hentikan segera aktivitas trading dan ambil waktu untuk istirahat. Segera bangkit dan lupakan keruwetan posisi trading Anda. Anda nanti akan bisa berpikir lebih jernih tentang langkah terbaik untuk mengatasi posisi terbuka Anda yang sedang merugi. Cara ini sederhana tetapi sering diabaikan para trader.

Istirahat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Anda bisa melakukan apa saja yang disuka. Misalnya, santai sejenak sambil minum kopi atau senam ringan juga bisa menjadi pilihan untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali trading. Kalau pikiran fresh, Anda lebih mudah menyusun strategi-strategi trading andal.

 

2. Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Kerugian Beruntun

Kerugian beruntun bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya, pikiran yang sedang stres, euforia atau rasa senang yang berlebihan, serta perubahan kebiasaan rutin disebabkan kondisi lingkungan yang berubah dan belum teradaptasi. Tekanan mental semacam itu biasanya menyebabkan Anda overtrading.

Kalau sudah mengetahui faktor-faktor penyebab itu, Anda dapat mengatasinya dengan cepat. Banyak cara juga untuk mengatasi faktor penyebab kegagalan seperti point (1). Seorang panglima perang terkenal kerajaan China masa lalu, Sun Tzu, membuat peraturan bagi prajuritnya agar selalu dalam kondisi mental yang normal:

"Jangan asal bergerak kecuali tahu Anda akan mendapatkan manfaat, jangan asal menggerakkan pasukan kecuali tahu Anda akan menang, jangan asal menyerang kecuali posisi Anda sudah sangat kritis."

 

3. Pelajari Jurnal Trading Pada Periode Terjadinya Kerugian Beruntun

Setelah mengetahui faktor-faktor penyebab di luar sistem trading yang Anda gunakan, langkah berikutnya adalah meninjau implementasi rencana trading yang telah Anda sepakati. Lihat jurnal trading Anda pada periode terjadinya kerugian yang beruntun. Apakah Anda cukup konsisten pada rencana trading Anda? Jika Anda memang melenceng dari rencana, mungkinkah itu disebabkan oleh faktor pada point (2) di atas?

Karena sejatinya trading forex membutuhkan konsistensi dari strategi yang sudah disusun dalam jurnal trading. Memang strategi itu tidak langsung berhasil atau menghasilkan profit seketika, tapi dibutuhkan pengalaman dan "proses" untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus demi mencapai kesempurnaan.

 

4. Lakukan Tindakan Seperti Trader Profesional

Langkah selanjutnya adalah Anda segera melakukan pembenahan. Bertindaklah seperti seorang profesional, identifikasi penyebab utama timbulnya masalah, kemudian lakukan perbaikan. Jika pokok masalah ada pada point (2), apa yang mesti Anda lakukan, dan jika ada pada point (3), Anda mesti membenahi strategi atau rencana trading Anda. Segera lakukan untuk mengatasi trading yang rugi. Jangan menunda waktu lama-lama.

Ulasan di atas dapat disimpulkan menjadi grafis di bawah ini.

tindakan mengatasi trading rugi grafis

 

Dari pengamatan saya, para trader profesional bisa bekerja dengan mental yang cukup matang dan tidak mudah goyah karena pembenahan yang terus-menerus dilakukan. Empat tindakan darurat mengatasi trading yang rugi di atas perlu segera Anda lakukan sebagai pertolongan pertama ketika stres dan nyaris frustasi setelah mengalami serentetan kerugian. Langkah selanjutnya tentu saja perbaikan pada hal-hal yang lebih mendetail. Salah satunya dengan melakukan manajemen risiko dengan baik.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Peni
Mungkinkah semua hal yang sudah kita gariskan dalam trading rule telah kita patuhi, namun masih mengalami lossing streak? Jika ya, apakah Pertolongan Pertama Pada Kebangkrutan di atas masih harus kita lakukan? Jika ya, apalagi yang harus kita cermati? Semoga ada berkenan menjawab.
Martin S
@ peni:
- Mungkin saja, dan dalam hal ini berarti metode trading Anda harus disesuaikan lagi dengan karakteristik pasar yang bisa saja telah berubah.
- Pertolongan pertama harus dilakukan terutama istirahat dan membenahi metode dan strategi trading.
- Selain metode dan strategi trading, yang harus Anda perhatikan adalah money management dan pengendalian emosi. Ingat 3 Pilar Utama Dalam Rencana Trading.
Peni
terimakasih sudah berkenan. Saya masih ada pertanyaan lain, bagaimana mengetahui keadaan pasar mulai berubah? apakah murni melihat sistem kita yyang sedang loss berturut-turut saja sebagai indikator awal?
Martin S
@ Peni:
Ya, sistem trading kita cenderung meleset atau berakhir loss meski kita merubah sistem money management-nya. Kalau sudah demikian biasanya metode-nya perlu dibenahi karena karakteristik pasar berubah. Misal: metode dan strategi trading sebelum tahun 2008 (sebelum krisis finansial global) kebanyakan tidak valid lagi untuk trading pada tahun 2010-an, dan juga pada saat sekarang karena karakteristik pasar sebelum dan pasca krisis berbeda..
Mariya
saya juga sering mengalami losing steak, padahall sudah benar analisa saya, wajar kalau ada loss namanya jg bisniss, tapi kalau losss truss kan bangkrut.
saya trading binariy
mohon jawab,.

Martin S
@ Mariya:
Ya, benar, kalau loss terus menerus bisa bangkrut. Tapi trading bisa dipelajari dan bukan judi. Naik turunnya harga pasar selalu ada penyebabnya, dan kalau hasil akhirnya sering loss berarti sistem trading harus dibenahi, dari metode, strategi dan money management-nya. Cobalah untuk mem-backtest dan forward test sistem trading Anda dan lihat persentase profit atau winning rate-nya. Trading di binary options sebenarnya sama saja karena pasarnya sama dan dasar analisa pergerakan harganya juga tidak berbeda.
B
ya benar semua moving average , sampai stokastik , tapi masih rugi besar 3juta , gimana ya cara mengatasi trading forex sampai gk punya uang aku kini
Martin S
@ B:
Kalau memang mengalami kerugian terus menerus Anda harus mengganti metode dan strategi, dan jangan lupa membenahi money management, sesuaikan dengan dana Anda. Cobalah metode, strategi dan money management rule tersebut pada akun demo dulu, lihat persentase profitnya, kalau diatas 50% baru gunakan pada akun riil. Yang paling penting dalam hal ini adalah money management termasuk management resikonya, jadi Anda harus menentukan besarnya resiko setiap kali entry, dengan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Belajar Memahami Money Management