Tip Management Resiko Untuk Trader Harian

199980

Untuk menjaga keawetan account, trader harian harus mempunyai rencana exit yang jelas. Hal yang paling krusial adalah cara menentukan resiko atau level stop.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Untuk menjaga keawetan account, trader harian harus mempunyai rencana exit yang jelas baik level stop (stop loss) maupun limit (target atau take profit). Hal yang paling krusial adalah cara menentukan resiko atau level stop. Biasanya trader menentukan stop loss hanya dengan perkiraan tanpa memperhitungkan persentasi potensi kerugian, bahkan kadang tidak menentukan stop loss atau baru ditentukan kemudian setelah mengalami kerugian yang lumayan.

Dalam jangka panjang resiko yang tidak diperhitungkan akan cenderung menghancurkan account trading, terutama bagi scalper atau trader harian yang faktor resikonya relatif lebih besar karena trading pada time frame rendah. Berikut ini tip cara menentukan level stop dan menghitung resiko berdasarkan persentasi dari account trading.

Menentukan Level Stop Loss

Langkah pertama dalam management resiko adalah menentukan level stop loss. Langkah ini harus dilakukan sebelum eksekusi entry apapun strategi yang digunakan. Ada banyak metode untuk menentukan level stop, salah satu metode sederhana untuk trader harian adalah dengan acuan level resistance atau support. Identifikasi level resistance atau support bisa dilakukan dengan price action, Fibonacci (retracement atau expansion), atau menggunakan pivot points.

Logika dengan cara ini adalah untuk posisi sell trader akan exit bila resistance telah ditembus, yang berarti kemungkinan harga akan melanjutkan rally dengan membentuk level high baru, dan sebaliknya untuk posisi buy, trader akan exit bila support telah ditembus. Berikut contoh menentukan level stop dengan menggunakan Camarilla pivot points (daily pivot) pada time frame 30 menit:

Tip Management Resiko Untuk Trader

Level range yang potensial untuk entry sell adalah antara resistance R2 dan R3 (A), setelah harga gagal menembus R3. Level stop yang logis adalah beberapa pip diatas R4 (B), dengan asumsi jika ternyata posisi sell tidak valid, maka akan terbentuk level high baru yang cenderung menembus resistance R4. Trader bisa membuka beberapa posisi sell dengan level stop yang sama, sehingga bila tidak valid semua posisi akan close setelah harga menembus R4.

Menentukan Ukuran Trading Berdasarkan Resiko

Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya resiko berdasarkan persentasi dari equity account trading. Cara yang sering diterapkan adalah aturan 1% per trade. Jika account Anda USD 10,000, maka resiko Anda maksimum adalah USD 10,000 x 1% = USD 100 untuk setiap trade yang Anda lakukan.

Pada contoh EUR/USD diatas, jika Anda menentukan stop loss sebanyak 25 pip, maka resiko untuk trade tersebut adalah USD 100 / 25 = USD 4. Jika Anda trading dalam mini lot (per pip-nya = USD 1) maka untuk trade tersebut ukuran lot Anda adalah USD 4 / USD 1 = 4 lot, dan jika Anda trading dalam regular atau standard  lot (per pip-nya = USD 10) maka ukuran lot Anda adalah USD 4 / USD 10 = 0.4 lot.

Jadi setiap trade belum tentu sama ukuran lot-nya, tergantung dari banyaknya pip dari level stop loss. Untuk resiko per trade sebaiknya tidak lebih dari 5% dari equity account.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Khoirul Ajid
Pengambilan resiko maksimum apa baiknya tidak memperhatikan ketahanan margin juga? Dengan penghitungan 1% dari 10,000 USD tersebut, berarti paling tidak kita juga mesti sedia dana lebih dari 100 USD. Satu hal lagi yg masih belum sy pahami adalah menentukan stop loss 25 pips. Itu ditentukan dari mana ya? Karena di pembahasan sebelumnya kita mencari stop loss lewat indikator pivot point, jadi apakah perhitungan 25 pips itu sebagai contoh dari salah satu trade saja? Karena kecil kemungkinan kan, stop loss yang ditentukan dengan level pivot point akan selalu menunjukkan jarak 25 pips dari posisi order?
Martin S
@ Khoirul Ajid:
- Ya, harus memperhatikan ketahanan equity Anda. Pada contoh diatas balance Anda USD 10,000 dan USD 100 hanya 1% dari balance, jadi dalam hal ini Anda hanya mempertaruhkan 1% (sebagai resiko). Besarnya stop loss atau resiko 25 pip pada artikel diatas hanya contoh saja untuk mempermudah perhitungan dalam menentukan ukuran lot trading. Stop loss tidak hanya ditentukan dari turunan level pivot saja, bisa dengan menggunakan Fibonacci (retracement atau expansion), indikator moving averages atau Bollinger Bands. Untuk keterangan bisa baca: Beberapa Cara Menentukan Stop Loss
Nur Affandi
pake lot mini kok malah dapetnya lebih banyak ya masta? kalo misal dikecilin lagi jadi sama kayak lot standar 0.4 lot ato lebih kecil berarti nanti resikonya jadi lebih kecil ato lebih besar dari 25 pips masta? ane belum paham itung2an lot sama pip. pahamnya kalo lot mini mestinya lebih kecil dari lot standar. jadi kenapa angka resikonya itu nggak ikut dikecilin juga??
Nana
Ya karena lot mini hitungan nya lebih kecil dari lot standard maka nya dapet ukuran lot nya juga lebih besar....
Martin S
@ Nana:
Itu hanya istilah atau sebutan saja dimana 0.1 lot disebut sebagai lot mini. Pada contoh artikel diatas kalau Anda trading dengan account standard maka volume tading Anda adalah 0.4 lot dimana nilai per pip-nya adalah USD 4,-.
Martin S
@ Nur Affandi:
Lot mini tetap lebih kecil dari lot standard, account mini adalah sebutan jika Anda trading dengan ukuran 0.1 lot dan account standard jika trading dengan 1 lot. Ada broker yang memberi aturan peristilahan bahwa 1 lot pada account mini adalah 0.1 lot pada account standard, dan 1 lot pada account micro (cent) adalah 0.01 lot pada account standard. Sebenarnya tidak harus bingung, patokannya kalau account standard 1 lot, maka kalau 0.1 lot adalah lot mini atau lot pada account mini, dan kalau 0.01 lot adalah lot micro atau lot pada account micro atau cent. Resiko 25 pip pada artikel diatas hanya contoh untuk mempermudah perhitungan. Besarnya lot tergantung dari resiko yang ditetapkan, bukan sebaliknya. Makin besar resiko akan makin kecil ukuran lot. Untuk mempelajari hubungan antara besarnya resiko dan ukuran lot yang digunakan bisa baca: Belajar Memahami Money Management
Samsul Latif
Makasih banyak gan tipnya jadi tau langkah2 ngambil posisi stop loss ama lot sekalian. Cara ini kalo diplot buat trading yg jangkanya lebih panjang lagi gimana gan? Apa perlu ganti tipe pivot poin  ato indikator cuz camarilla disini ada keterangannya sebagai daily pivot?
Martin S
@ Samsul Latif: Untuk jangka panjang perhitungan ukuran lot berdasarkan besarnya resiko tetap sama, hanya untuk menentukan resistance dan supportnya sebaiknya tidak mengandalkan perhitungan dari pivot Selain level-level support dan resistance dari pengamatan, Anda bisa menggunakan Fibonacci (retracement atau expansion), dan juga indikator moving averages dan Bollinger Bands. Untuk jangka panjang pivot hanya sebagai patokan arah pergerakan harga, cenderung uptrend atau downtrend. Keterangan lebih lanjut bisa baca: Beberapa Cara Menentukan Stop Loss
Siliwangi Trd
dengan settingan chart + indikator di atas, take profit layaknya ditempatin dimana ? darisini sih sebenernya udah bisa diliat kalo yg paling bagus mungkin di s4, tapi pas entry kan kita belom tau pergerakan harganya. jd andaikan gw entri selepas harga menguji r3, apa wajar kalo gw ambil level s2 sebagai level take profit? (diambil asumsi dari harga yg gagal nembus s2 dari pergerakan sebelumnya). kalo enggak seperti itu, apa setiap pengambilan sl sm tp dari pembacaan camarila selalu di r4 & s4?
Martin S
@ Siliwangi Trd:
Dari chart M30 diatas, menurut sy sebaiknya dilihat juga pada time frame yang lebih tinggi, yaitu time frame daily atau H4, amati posisi level-level support dan resistance pada time frame tersebut, apakah tampak pada time frame M30. Kalau ada level support atau resistance tf daily atau H4 yang tampak pada M30 bisa untuk level take profit karena lebih akurat. Selain itu menurut sy sebaiknya juga menggunakan pendekatan Fibo retracement pada chart tsb. Karena Fibo biasanya lebih akurat dari pivot. Kalau hanya dari Camarilla pivot seperti diatas, Anda bisa set level take profit pada S2, S3 atau S4 dimana risk/reward ratio-nya lebih besar dari 1:1.
Iwan Waode
apakah mungkin bisa kita menentukan stop loss langsung dari jumlah pipsnya saja? sebagai contoh, dari pengambilan 25 pips, untuk seterusnya kita mengambil jarak stop loss sebanyak 25 pips, apakah itu mungkin dilakukan? ataukah kita tetap harus menggunakan panduan indikator teknikal untuk mencari level stop loss itu?
Idr Lover
Lebih masuk akal nyari stop los dari support & resistance atau high low harga. Disitukan juga ada analisa dilevel mana yang kemungkinan besar bisa penting dijadikan sebagai penentu. Kalau menuruti angka 25 pips aja belum tentu level yang didapet itu ntar bisa valid, jadi kemungkinan besar stop losnya kurang efektif
Martin S
@ Idr Lover:
High low harga itu adalah juga sebagai resistance dan support, high adalah resistance dan low adalah support, hanya saja mungkin Anda melihatnya dari time frame yang berbeda. High low pada sebuah bar candlestick pada time frame tinggi bisa berarti level resistance dan support yang tampak pada garis horisontal pada time frame rendah. Untuk level stop loss sebesar 25 pip pada artikel diatas hanya contoh saja untuk mempermudah perhitungan.
Martin S
@ Iwan Waode:
Seharusnya tidak bisa. Level stop loss dan take profit harus ditentukan dengan obyektif dan logis. Stop loss sebesar 25 pip pada artikel diatas hanya contoh saja untuk mempermudah perhitungan. Untuk menentukan level stop loss dan take profit Anda bisa menentukan berdasarkan level support atau resistance, atau bisa menggunakan Fibonacci (retracement atau expansion), dan juga indikator moving averages dan Bollinger Bands. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca:
Beberapa Cara Menentukan Stop Loss
Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price Action (1)
Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance
Agus Basky
mengutip "Trader bisa membuka beberapa posisi sell dengan level stop yang sama, sehingga bila tidak valid semua posisi akan close setelah harga menembus R4." Apakah maksudnya itu menggunakan teknik pyramiding? bukannya kalo kita salah posisi tapi dipaksa menggunakan pyramidng justru lossnya akan semakin besar?
Martin S
@ Agus Basky:
Beda dengan pyramiding. Strategi pyramiding digunakan dengan menambah posisi baru dengan ukuran lot yang sama ketika posisi pertama sudah profit, dan stop loss yang pertama digeser hingga breakeven. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Pyramiding - Strategi Money Management Guna Memperbesar Keuntungan

Pada artikel diatas hanya dicontohkan cara setting stop loss yang logis dengan level resistance / support, tetapi bisa juga diterapkan strategi pyramiding asalkan posisi tersebut sudah dalam keadaan profit
Dedi R.
Dalam trading kita ndak hanya boleh jago trading saja, tapi juga harus jago ngatur dan ngelola duit biar ndak loss berlebihan.