Tips Meningkatkan Keamanan VPS

120307

Dengan VPS, trader akan tetap bisa menjalankan aktifitas trading tanpa harus menyalakan komputer sendiri, selama 24 jam sehari. Namun, percayakah Anda bahwa VPS benar-benar aman?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Karena banyak kelebihannya, VPS (Virtual Private Server) sudah menjadi hal yang dapat bermanfaat bagi beberapa trader khususnya bagi pengguna Robot Trading Forex (EA). Dengan VPS, trader akan tetap bisa menjalankan aktifitas trading tanpa harus menyalakan komputer sendiri, selama 24 jam sehari. Namun, percayakah Anda bahwa VPS benar-benar aman? Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, perlu ditambah perlengkapan khusus untuk meningkatkan keamanan VPS.

Meningkatkan Keamanan VPS

 

Audit Server VPS Anda

Langkah pertama dalam meningkatkan keamanan VPS adalah dengan meng-audit server. Ketahuilah program apa saja yang berjalan dalam sistem, berikut dimana saja kelemahannya. Ada banyak tools yang bisa digunakan untuk meng-audit VPS. Untuk audit sekali waktu saja, bisa menggunakan Linux Security Auditing Tools; sedangkan untuk pemeriksaan rutin otomatis bisa menggunakan Logwatch. Kemudian untuk audit eksternal, dapat memanfaatkan Logwatch atau NMAP.

Langkah kedua, amati program apa saja yang berjalan dalam sistem Anda, lalu hapus aplikasi yang sudah tak dibutuhkan lagi. Tanyakan pada diri sendiri, program mana yang sudah lama tidak dipakai dan sebenarnya tak benar-benar perlu masuk dalam VPS? Ketahuilah bahwa jika Anda menjalankan terlalu banyak aplikasi yang tak terpakai, maka bukan hanya Anda menggunakan kuota VPS secara secara sia-sia, melainkan juga membuat keamanan rapuh tanpa alasan yang bagus.

 

Jaga Agar VPS Selalu Update Dan Sering Buat Back-up

Menjaga agar VPS selalu update, kedengarannya "basic banget", tetapi sebenarnya sering diabaikan. Install-lah versi terbaru dari properti pengaman apa yang kebetulan sedang Anda gunakan. Misalnya seperti OS (Operating System) yang dipakai, pastikan itu versi baru, karena seringkali versi baru mengandung patch untuk "mengobati" kelemahan di OS lama.

Selain itu, pastikan bahwa Anda selalu mem-backup data-data penting dari VPS Anda. Mengingat hosting VPS disediakan oleh pihak lain, maka ini merupakan tindakan pengamanan sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

 

Selalu Waspada Mengantisipasi Ancaman Terbaru

Dari waktu ke waktu, para penyebar virus dan malware selalu membuat produk baru yang lebih canggih. Untuk mengantisipasi bobolnya keamanan VPS, sebaiknya Anda selalu waspada dan menerapkan beberapa cara untuk mengantisipasi. Diantaranya:

  • Scan virus/malware di server Anda secara rutin.
  • Install chkrootkit. Tools ini bisa mengetahui apakah telah ada rootkit atau backdoor yang sudah "menginap" di VPS Anda. Jalankan perintah ./chkrootkit, setelah itu aplikasi akan berjalan dalam proses pembersihan dan pengecekan apakah rootkit sudah terinstall atau belum di VPS atau Server kita (Khusus Linux).
  • Install Firewall. Dengan meng-install firewall dan beberapa tool yang berhubungan seperti CSF (config server firewall), LES (linux environment security), SIM (system integrity monitor), tool-tool tersebut akan menghindarkan VPS anda dari akses-akses ilegal dan dari serangan eksternal.
  • Ubah Password secara rutin. Password merupakan kunci untuk memasuki server, sehingga sebaiknya password menggunakan kombinasi hurup besar, hurup kecil, angka maupun spesial karakter yang tidak mudah ditebak oleh orang yang berniat tidak baik sehingga tidak mudah di crack dengan menggunakan brute force attack.
  • Gunakan Secure FTPSangat disarankan untuk menggunakan secure FTP dalam melakukan tranfer data dari local komputer kita kedalam VPS/Server atau sebaliknya. Karena apabila menggunakan FTP biasa, karena FTP menggunakan text murni tanpa enkripsi dalam pengiriman data, ini berarti username dan password yang kita kirim adalah text yang dapat dibaca lebih mudah oleh paket sniffer.

Selain memastikan keamanan VPS, Anda juga perlu memastikan kalau VPS Anda adalah yang terbaik. Simak artikel Cara Pilih VPS yang Bagus.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.