Advertisement

iklan

Tips Trading Di Pasar Risk On Dan Risk Off

Trading saat pasar sedang risk on ataupun risk off tidak jadi masalah bila Anda sudah paham beberapa hal berikut. Apa saja itu?

Advertisement

iklan

Xm

iklan

Pergerakan harga di pasar finansial tidak bisa diprediksi secara pasti. Apa yang terlihat pada chart adalah cerminan dari Supply And Demand yang melibatkan para pelaku pasar di dalamnya, yaitu Buyer dan Seller. Ada kalanya pasar sedang dalam situasi risk on ataupun risk off. Bagi trader ataupun investor, memahami dua situasi ini sangat penting.

Misalnya, bila kondisi pasar sedang risk on, tentu menggunakan strategi trading risk on di aset-aset dengan risiko tinggi akan lebih menguntungkan, begitu juga sebaliknya untuk trading risk off. Tujuan utamanya, Anda bisa memahami perubahan kondisi dan menemukan momentum terbaik untuk masuk pasar. Semakin tepat momentum dan metodenya, profit yang dihasilkan juga semakin maksimal.

tips trading risk on risk off

 

Apa Itu Risk On Dan Risk Off?

Sebelum masuk ke pembahasan lebih jauh, mungkin Anda perlu memahami apa sebenarnya definisi dari risk on maupun risk off. Pada dasarnya, dua istilah tersebut mendeskripsikan "mood" atau sentimen pelaku pasar pada situasi ekonomi terkini. Hal inilah yang melandasi tindakan para investor yang secara masif melakukan aksi jual ataupun beli di pasar dan mendorong harga bergerak ke arah tertentu.

Kondisi risk on menggambarkan pelaku pasar sedang optimis terhadap prospek kondisi perekonomian yang semakin membaik. Sehingga, para trader ataupun investor cenderung mengalihkan modalnya ke instrumen finansial yang memberikan imbal hasil tinggi. Aksi trading risk on akan menciptakan sentimen positif dengan minat risiko tinggi (High Risk Appetite, Low Risk Aversion). Imbasnya, harga instrumen trading terkait akan semakin menguat.

Sebaliknya pada kondisi pasar risk off, pelaku pasar cenderung pesimis terhadap kondisi perekonomian terkini yang kian memburuk. Hal ini membuat para investor cenderung menarik modalnya dari instrumen berisiko dan beralih ke aset-aset yang lebih stabil. Aksi trading risk off ini akan menciptakan sentimen negatif di pasar. Dampaknya, harga instrumen trading dengan risiko tinggi biasanya akan jatuh atau semakin melemah. Sementara itu, aset-aset yang dinilai memiliki fungsi sebagai lindung nilai (safe haven) akan menguat.

 

Tips Trading Risk On Dan Trading Risk Off

Sebelum menyusun strategi trading, langkah penting yang perlu diambil adalah mengenali kondsi pasar terkini, apakah sedang risk on ataupun risk off. Untuk trader profesional tentu hal ini bukan perkara sulit. Namun untuk trader pemula, sering mengabaikan langkah ini akan berakibat pada kesalahan menyusun trading plan karena tidak tahu kapan momentum paling tepat untuk masuk pasar dan aset apa yang sebaiknya diambil. Untuk menghindarinya, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut guna tahu kapan waktu paling pas saat trading risk on ataupun trading risk off.

 

1. Memilih Instrumen Trading Paling Cocok

Tahukah Anda? Memilih instrumen paling sesuai dengan strategi adalah salah satu kunci kesuksesan trading risk on maupun trading risk off. Gaya trading risk on akan diambil investor ketika perekonomian sedang stabil. Jenis-jenis instrumen yang dipilih biasanya memiliki risiko tinggi dan volatile, seperti saham, pair cross, pair exotic, pair mayor yang melibatkan Dolar Komoditas, dll. Harapannya adalah mampu memberikan profit lebih banyak. 

Sebaliknya, gaya trading risk off akan diterapkan ketika perkonomian sedang tak menentu. Para investor cenderung melirik instrumen yang stabil seperti emas, obligasi pemerintah AS, Yen Jepang, Franc Swiss, dll.

 

2. Mengamati Chart Dan Indikator Sentimen Pasar

Dari chart harga, sebenarnya trader bisa mendapatkan banyak informasi berguna. Pada pair-pair mata uang komoditas yang umum dinilai berprofil risiko tinggi, trend harganya akan cenderung naik saat pasar dalam kondisi risk on, dan turun ketika pasar cenderung risk off.

risk on risk off

Sebaliknya, mata uang dan aset lain yang dianggap sebagai safe haven akan menguat saat pasar risk off, dan melemah ketika pasar risk on. Contoh kasus yang relevan dengan pemahaman ini bisa diambil dari pergerakan harga di tengah krisis Corona. Saat penyebaran wabah masih mengkhawatirkan dan pelaku pasar khawatir dengan prospek resesi global, aset-aset safe haven bersinar sementara mata uang komoditas seperti AUD dan NZD merosot. Namun ketika penurunan kasus positif Corona mulai menyusut dan terdapat wacana pelonggaran lockdown di berbagai negara, AUD/USD mengalami reli kenaikan.

Selain itu, indikator yang biasa dipakai trader untuk menganalisa sentimen pasar adalah data Commitment of Trader (COT) yang dirilis secara mingguan oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Meskipun belum bisa merefleksikan sentimen pasar forex secara keseluruhan, rasio jual/beli yang dirilis oleh broker-broker forex juga dapat dimanfaatkan untuk mendapat sedikit gambaran mengenai kecenderungan para trader.

 

3. Memantau Perkembangan Berita Ekonomi

Trader atau investor sangat memperhatikan rilis berita ekonomi sebagai acuan untuk menafsirkan kondisi pasar terkini. Respon inilah yang biasanya memicu pergerakan harga di pasar, karena menjadi katalis bagi para trader dan investor untuk mengambil posisi. Dari sini, bias risk on atau risk off akan terbentuk.

Ketika investor dihujani berita-berita positif yang membuat mereka optimistis terhadap perekonomian, maka mereka akan lebih bergairah untuk mengambil aset berisiko tinggi, dengan harapan bisa mendapatkan profit yang lebih tinggi pula (situasi risk on). Namun ketika pasar digelayuti oleh berita-berita negatif yang menumbuhkan pesimisme terhadap kondisi perekonomian, mereka akan memilih untuk bermain aman dengan mengambil aset berisiko rendah, sehingga terbentuklah bias risk off.

Mengetahui berita apa yang rilis dan seperti apa sentimennya akan membantu Anda memperkirakan bias pasar lebih awal. Meskipun demikian, sebaiknya jangan tergesa-gesa mengambil posisi sebelum bias pasar terkonfirmasi, karena tak jarang para investor justru mengambil langkah yang sebaliknya dari ekspektasi umum gegara pertimbangan lain yang turut mempengaruhi pasar (Baca juga: Cara Analisis Fundamental Yang Benar).

 

4. Perhatikan Money Management

Trading dalam situasi apapun, Money Managemant harus tetap jalan. Mengapa? Sebab, trading adalah aktivitas yang berhadapan langsung dengan pasar, dan harga bisa berubah sewaktu-waktu. Maka dari itu, sangat dibutuhkan tata kelola dana yang bagus, agar kerugian bisa diminimalisir saat pasar tidak bergerak sesuai prediksi.

money management

 

Dengan menerapkan Money Management yang baik, artinya Anda sudah memenuhi salah satu kriteria menjadi trader sukses. Nah, apa saja parameter lain untuk mengukur kesuksesan dalam trading? Temukan dalam artikel "5 Karakter Trader Forex Yang Sukses".

292799

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywritring, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.