Advertisement

iklan

Tips Trading Menggunakan Keltner Channel Untuk Day Trader

Apakah Anda salah satu penggemar strategi Day Trading? Jika iya, artikel kali ini akan menyuguhkan tips trading menggunakan Keltner Channel yang bisa Anda coba.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pernahkah Anda mendengar jenis strategi Day Trading? Cara trading satu ini adalah "kawan" dari strategi Scalping, Swing Trading, hingga Position Trading. Keempat jenis strategi tersebut dapat Anda anggap sebagai kawan karena mereka dikategorikan berdasarkan time frame yang digunakan. Scalping biasanya menggunakan time frame kecil mulai dari 1M hingga 30M, Day Trading menggunakan time frame 1H, 4H, serta 1D, Swing Trading menggunakan 1W (mingguan), sementara Position Trading menggunakan time frame 1Mo (bulanan).

Di antara empat jenis strategi trading tersebut, satu yang menjadi favorit trader adalah Day Trading. Jenis strategi satu ini memungkinkan Anda untuk buka-tutup posisi dalam sehari. Selain itu, strategi ini juga biasanya didukung oleh penggunaan indikator teknikal, mulai dari yang paling sederhana seperti Moving Average, hingga Keltner Channel yang mirip Bollinger Bands. Dalam artikel kali ini, Anda akan disuguhkan ulasan lengkap mengenai tips trading menggunakan Keltner Channel untuk para Day Trader. Seperti apa caranya?

Cara Trading Menggunakan keltner Channel

 

Sekilas Tentang Strategi Day Trading

Day Trader adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut orang-orang yang memiliki gaya trading jangka pendek. Biasanya, mereka akan membuka dan menutup posisi perdagangan di pasar forex dalam tempo satu hari saja, atau bahkan kurang dari itu. Beberapa alasan mengapa orang memilih strategi Day Trading adalah karena tidak suka mempertahankan posisi perdagangan hingga berhari-hari dan ingin mendapatkan kepastian profit atau loss dengan cepat. Meskipun demikian, mereka tak lantas tertarik untuk bertrading kilat ala Scalping yang identik dengan stick to windows all the time.

Namun tahukah Anda, strategi ini rupanya dipercaya hanya berhasil untuk 10% pemula. Menurut beberapa studi, 90% trader mengalami kerugian dari penggunaan strategi ini. Iming-iming profit dalam sehari menjadi "motivasi" trader untuk segera terjun dalam Day Trading, meski bekal dalam dirinya belum mumpuni.

Selain karena skill yang kurang ciamik, kegagalan Day Trading juga disebabkan oleh besarnya modal yang harus dimiliki. Jika Anda tertantang untuk menjadi Day Trader, pastikan modal trading yang Anda miliki cukup besar (sudah termasuk leverage), agar transaksi rutin harian dapat mencapai BEP (Break Even Point) dengan pengeluaran.

11 Aturan Day Trading Yang Tidak Boleh Dilanggar

(Baca Juga: 11 Aturan Day Trading Yang Tidak Boleh Dilanggar)

Meskipun demikian, bukan berarti Anda tak bisa jadi bagian dari 10% Day Trader yang berhasil. Asal Anda tahu dasar-dasarnya, bagaimana cara membaca sentimen pasar harian, serta mengupayakan agar kondisi psikologis tetap tenang, maka profit harian bisa jadi Anda kantongi. Pun, gunakan juga bantuan berbagai indikator teknikal agar sinyal trading harian Anda kian terkonfirmasi.

Dalam artikel kali ini, salah satu indikator teknikal yang bisa Anda gunakan sebagai pelengkap Day Trading adalah indikator Keltner Channel. Meski sekilas tampak mirip dengan Bollinger Bands, tetapi indikator ini berbasis pada perhitungan Average True Range (ATR) sebagai pengukur volatilitas harga. Di samping itu, tampilan Keltner Channel cenderung lebih rapat dibandingkan Bollinger Bands, sehingga memudahkan Anda untuk mengambil sinyal dari penutupan harga di luar channel. Lantas, bagaimana cara trading menggunakan Keltner Channel ini untuk Day Trader?

 

Mengenal Indikator Keltner Channel

Keltner Channel adalah salah satu jenis indikator volatilitas yang diperkenalkan oleh Chester Keltner pada 1960-an. Indikator ini kemudian disempurnakan oleh Linda Bradford Raschke di tahun 1980-an, dimana versi tersebut merupakan jenis Keltner Channel yang umum digunakan hingga saat ini.

Indikator Keltner Channel sendiri merupakan kombinasi antara dua indikator teknikal, yaitu Moving Average dan Average True Range (ATR). Adapun rumus untuk menghitung Keltner Channel adalah sebagai berikut:

Upper Band = EMA + (ATR x Multiplier)

Middle Band = EMA

Lower Band = EMA - (ATR x Multiplier)

Multiplier yang ada di dalam rumus tersebut berfungsi untuk menunjukkan lebar channel. Semakin tinggi Multiplier, semakin lebar pula channel yang terbentuk, begitu pun sebaliknya. Lebar atau sempitnya channel ini dapat mempengaruhi keputusan trading Anda, karena harga yang tertutup di luar channel biasanya memberikan sinyal trading yang bisa dimanfaatkan.

Berbicara mengenai keunggulannya, Keltner Channel menawarkan kemudahan membaca tren secara lebih jelas. Apabila harga sedang Uptrend, maka Anda bisa melihat posisi candle berada di atas Middle Band, hingga berada di luar Upper Band. Sebaliknya, candle akan berada di bawah Middle Band bahkan Lower Band jika harga sedang melemah (Downtrend). Perhatikan contohnya pada chart EUR/USD berikut ini:

Trading Menggunakan Keltner Channel Dan Breakout

Sayangnya, indikator ini belum built-in bagi Metatrader, baik itu MT4 ataupun MT5. Untuk itu, jika Anda tertarik menggunakannya di dalam chart, maka indikator custom untuk Keltner Channel perlu ditambahkan.

 

Cara Trading Menggunakan Keltner Channel

Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, strategi Day Trading bisa dikombinasikan dengan penggunaan berbagai indikator teknikal, mulai dari yang sederhana hingga rumit sekalipun. Dalam artikel kali ini, Anda akan disuguhkan bagaimana cara menggunakan Keltner Channel untuk berburu cuan. Ada dua opsi yang bisa Anda coba, yakni dengan memanfaatkan kondisi breakout serta pullback.

 

1. Trading Menggunakan Keltner Channel Dengan Strategi Breakout

Breakout dalam forex adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan momen ketika harga bergerak menembus level-level penting, misalnya harga tertinggi (High) atau terendah (Low), Support dan Resistance, Supply atau Demand Area, hingga level psikologis. Momen breakout sering dinanti oleh para trader, khususnya mereka yang mengikuti strategi Trend Following. Hal itu karena breakout trading yang terkonfirmasi seringkali diikuti oleh penguatan trend secara signifikan, sehingga cara ini menjadi andalan para trader yang ingin mendapat keuntungan maksimal.

Cara membaca kondisi breakout berdasarkan indikator Keltner Channel juga cukup mudah. Middle Band pada Keltner Channel berfungsi sebagai level Support Resistance dinamis. Dalam hal ini, Anda bisa mengetahui trend continuation apabila:

  • Harga berhasil menembus Middle Band hingga berada di bawah Lower Band, maka tren akan lanjutkan pelemahan (Downtrend continuation)
  • Harga berhasil menembus Middle Band hingga berada di atas Upper Band, maka tren akan lanjutkan penguatan (Uptrend continuation)

Adapun contoh kombinasi antara indikator Keltner Channel dengan memanfaatkan breakout bisa Anda lihat pada chart GBP/USD berikut ini:

memanfaatkan keltner channel untuk breakout

Pada chart di atas, posisi candle awalnya berada di bawah Middle Band. Kemudian, tampak terbentuk sebuah candle yang berhasil menembus Middle Band. Pada kondisi ini, maka dapat dikatakan bahwa harga berhasil breakout. Sementara jika Anda ingin open posisi, maka entry sebaiknya dilakukan setelah terbentuk candle konfirmator (candle setelah breakout).

 

2. Trading Menggunakan Keltner Channel Dengan Strategi Pullback

Istilah pullback juga kerap diartikan sebagai koreksi atau retracement, yaitu pembalikan harga sementara (temporer) yang terjadi di tengah-tengah tren utama. Karena hanya sementara, maka harga akan kembali melaju sesuai tren yang lebih besar setelah mengalami retracement. Lantas, bagaimanakah cara membaca kondisi retracement saat Anda trading menggunakan Keltner Channel?

Umumnya, harga yang mengalami retrace tidak akan menembus Middle Band. Saat harga tengah koreksi Uptrend, maka harga akan tetap berada di atas Middle Band. Begitu pula saat koreksi Downtrend, maka harga tidak akan tetap berada di bawah Middle Band. Adapun contoh penggunaan indikator Keltner Channel trading pullback bisa Anda lihat pada chart AUD/USD berikut:

Trading menggunakan Keltner Channel Dan Pullback

Berdasarkan chart di atas, Anda bisa memasang posisi tiap terjadi pullback. Dalam hal ini, titik entry bisa diambil saat candle menyentuh Middle Band. Selalu perhatikan pula besarnya Risk Reward Ratio yang telah ditentukan sebelumnya, agar besarnya profit maupun loss yang diperoleh masih dalam batas toleransi Anda.

 

Selain Keltner Channel, indikator volatilitas lain yang bisa Anda gunakan adalah indikator Bollinger Bands. Menariknya, Bollinger Bands ternyata bisa digunakan di semua kondisi pasar, baik itu trending maupun ranging. Bagaimanakah cara aplikasinya? Semudah Keltner Channel, atau justru tampak lebih rumit? Mari simak ulasannya di artikel "Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands".

291181

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.