Advertisement

iklan

Topik Terpanas Dalam Industri Forex Dunia Tahun 2014

Beragam kemelut terjadi di industri forex dunia dalam tahun 2014 ini. Berikut beberapa isu terpanas dalam kilas balik lima topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan broker forex.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Beragam kemelut terjadi di industri forex dunia dalam tahun 2014 ini. Menjelang tutup tahun, kami telah merangkum sejumlah isu terpanas dalam kilas balik lima topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan broker. Kaleidoskop ini dapat menjadi referensi bagi Anda para trader untuk mengantisipasi apa saja yang akan terjadi dalam bisnis ini di tahun 2015 mendatang.

Industri Forex Dunia Tahun 2014

1. Scam Kloning Broker Forex

Berbagai jebakan scam eksis di industri forex sejak lama. Namun maraknya scam yang menjiplak nama broker-broker populer mencapai puncaknya dalam tahun 2014 ini, dan sebagian besar diantaranya sengaja menyasar trader Asia yang kurang berpengalaman dalam mendeteksi scam. Tercatat setidaknya regulator Australia ASIC, Siprus CySec, dan Malta MFSA telah beberapa kali menerbitkan peringatan bagi investor mengenai eksistensi link-link broker aspal ini, dan bahkan FCA (Financial Conduct Authority) Inggris hampir setiap bulan memberikan pengumuman senada. Segera setelah kedoknya terbongkar, link-link tersebut umumnya segera nonaktif, tetapi kemudian akan muncul lagi scam sejenis dengan menjiplak nama broker berbeda. Tercatat setidaknya broker populer Alpari UK, FXDD, dan SkyFX pernah menjadi korban modus kloning tersebut.

Fenomena ini menimbulkan keprihatinan karena selain merugikan trader yang tertipu, nama baik broker yang dijiplak pun akan ternodai walau mereka tidak bersalah. Apalagi, meski modus operandi identik mengindikasikan perbuatan itu dilakukan oleh kelompok penjahat yang sama, tetapi hingga kini belum ada yang dinyatakan bertanggung jawab atas aksi scam kloning ini. Bagi trader Indonesia yang mengalami pemblokiran akses ke broker luar negeri, rangkaian kasus-kasus ini berpotensi menimbulkan korban jika saat link ke broker asli terblokir lalu trader malah salah masuk ke website abal-abal yang tidak diblokir karena masih baru.

2. Naik-Turun Pamor Bitcoin

Mata uang virtual Bitcoin dipandang sejumlah kalangan sebagai model mata uang masa depan yang nilainya tidak lagi diatur oleh pemerintah, namun oleh masyarakat pengguna mata uang itu sendiri. Namun, penggunaannya mengalami kontroversi luar biasa. Awal tahun 2014, nilainya sempat menjulang tinggi hingga lebih dari 10 juta Rupiah per Bitcoin, tetapi kemudian terjun bebas setelah terjadinya serangan hacking terhadap bursa Bitcoin terkemuka MT.Gox dan gulung tikarnya bursa tersebut.

Bitcoin
Meski begitu, kalangan broker forex memandang trading Bitcoin memiliki prospek bagus, sehingga sejumlah broker populer membuka deposit Bitcoin dan menawarkan Bitcoin sebagai salah satu instrumen yang dapat diperdagangkan. Diantaranya yang paling agresif adalah broker asal Australia, FXOpen. Bitcoin pun naik pamor di mata lembaga-lembaga pemerintahan, hingga kini Amerika Serikat sedang memantau peluang untuk meregulasi mata uang independen tersebut, dan penggunaan Bitcoin kian luas di Argentina seiring dengan merosotnya nilai mata uang Peso.

3. Dilema Binary Options

Binary Options, atau yang kadang juga dikenal di Indonesia sebagai Opsi Biner, merupakan turunan dari trading forex yang sebenarnya sudah beberapa tahun ini eksis. Namun gengsi Binary Options makin terangkat tahun 2014 ini setelah broker-broker forex berlomba menghadirkan trading Binary Options bagi klien-kliennya. Tercatat hampir selusin broker forex bonafide membuka jendela layanan trading Binary Options, termasuk Dukascopy, AvaTrade, InstaForex, dan MFX Broker. Bahkan, baru-baru ini ZuluTrade membuka ZuluTrade Binary, sebuah platform trading binary options yang terhubung langsung ke jaringan social trading ZuluTrade khusus opsi biner.

Terlepas dari popularitas tersebut, Binary Options masih menjadi kontroversi dalam industri Forex. Pertama adalah karena status broker dalam bisnis Binary Options menjadi sepenuhnya bandar. Kedua, karena tata cara perdagangan Binary Options oleh sebagian pihak dianggap terlalu mirip dengan judi. Bahkan, di sejumlah jurisdiksi, seperti Inggris, Binary Options tidak diregulasi oleh pengawas sistem finansial, melainkan oleh pengawas permainan dan judi (UK Gambling Commission). Karena berbagai alasan tersebut, sebagian besar broker Binary Options independen (yang tidak terhubung dengan jasa broker forex biasa) masih belum teregulasi dan memancing peringatan scam dari regulator terkemuka. Namun demikian, terobosan baru dari sejumlah regulator memungkinkan broker-broker Binary tersebut untuk memiliki lisensi, kebanyakan dari regulator Siprus CySec.

Meningkatnya pamor binary options juga ditindaklanjuti oleh seputarforex dengan menyediakan menu khusus artikel-artikel Binary Options dimana trader bisa menggali pengetahuan mengenai cara bertrading dengan instrumen istimewa tersebut dan broker-broker yang menawarkannya.

4. Pengetatan Regulasi

Sejumlah jurisdiksi yang menjadi lokasi favorit domisili broker forex dunia mengetatkan peraturan-peraturannya dalam tahun 2014 ini dalam rangka memperbaiki jaminan keamanan bagi trader dan mencegah penyimpangan oleh broker. ASIC Australia yang sudah dikenal sebagai salah satu regulator terbaik di Dunia mengetatkan lagi pengawasannya, diantarany dengan menjalin kerjasama dengan regulator Jepang JFSA. CySec Siprus juga meningkatkan pengawasan sembari menendang sejumlah broker menyimpang.

Pengetatan regulasi menjadi alasan bagi sejumlah broker forex untuk relokasi ke wilayah lain yang lebih akomodatif, biasanya karena kesulitan memenuhi persyaratan modal minimum (capital adequacy) di negara asal. FMA New Zealand mereformasi total persyaratan-persyaratan lisensi broker-nya sehingga sejumlah broker asal New Zealand memilih untuk relokasi. Diantara broker yang relokasi dari New Zealand adalah EXNESS yang memilih untuk pindah ke St Vincent and The Grenadines, sebuah wilayah persemakmuran Inggris di kawasan Karibia, dan mencari lisensi lain dari IFSC Belize. Sejumlah broker forex juga menyingkir dari Amerika Serikat dan klien-nya diakuisisi oleh broker lain karena kesulitan memenuhi persyaratan modal minimum yang dituntut CFTC dan FCA; diantaranya adalah akuisisi klien Amerika Serikat dibawah broker FXDD dan IBFX oleh broker beken FXCM. Terakhir, broker Alpari juga menarik diri dari wilayah Kanada.

Kabar pengetatan regulasi paling mengejutkan datang dari Amerika Serikat dan Rusia di bulan terakhir 2014. Regulator NFA dan CFTC asal AS melarang broker-broker forex pemegang lisensi untuk menerima deposit via kartu kredit atau fasilitas apapun yang mungkin terhubung dengan kartu kredit seperti PayPal dan Skrill. Belum jelas bagaimana broker forex AS akan menyikapi perubahan ini, namun jelas bahwa dihapusnya metode pembayaran lintas benua favorit ini akan berdampak besar. Sementara itu, Rusia mengesahkan Undang-Undang tentang perdagangan Forex yang membatasi leverage hingga 1:50 saja, dan meningkatkan jaminan bagi klien apabila brokernya terlibat masalah.

5. Diversifikasi Platform Trading, Fasilitas Pembayaran

Broker-broker forex global terus berus berusaha meningkatkan kualitas layanannya bagi para trader. Salah satu cara yang paling banyak dipilih oleh industri Forex tahun 2014 ini adalah dengan menambah jenis platform trading yang bisa digunakan klien serta fasilitas pembayaran untuk deposit dan penarikan.

Metatrader4 masih menjadi favorit trader seluruh dunia, tetapi meningkatnya minat bagi social trading telah membuat sejumlah broker melirik SIRIX, diantaranya broker IronFX dan FXPRIMUS. Disamping SIRIX, opsi platform lain yang naik daun adalah cTrader dan Metatrader5.

Dari segi fasilitas pembayaran, 'going local' nampaknya menjadi tema baru yang dikejar oleh broker-broker forex global untuk menarik trader Indonesia. Dalam hal ini, Fasapay menjadi pilihan favorit karena dapat mempermudah prosedur deposit dan penarikan agar bisa dilakukan langsung dari bank lokal Indonesia. Hal ini tentu menguntungkan bagi trader asal Indonesia, karena dapat mempersingkat prosedur dan lama waktu yang diperlukan untuk deposit dan penarikan.  

Disamping menganekaragamkan platform trading dan fasilitas pembayaran, broker forex juga berupaya menarik perhatian dengan iming-iming bonus deposit. Saat ini, mayoritas broker global terkemuka telah memiliki promo khusus dimana klien bisa mendapatkan bonus langsung begitu mendaftar (bonus tanpa deposit) ataupun setelah melakukan deposit dalam jumlah tertentu. Bonus-bonus tersebut umumnya tidak dapat ditarik, namun bisa menjadi tambahan margin ketika posisi trading yang dibuka trader terdesak oleh gejolak pasar. Dalam menyikapi tawaran semacam ini, trader perlu berhati-hati dengan membaca jelas persyaratan yang diajukan dan menanyakan detail-detail yang kurang dipahami kepada customer service broker terkait.  

216536

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.