Trader Sukses Indonesia, Hary Suwanda: Forex Bukan Untuk Pemula

279869

Hary Suwanda adalah satu trader sukses Indonesia yang bertrading saham, options, dan forex. Namun, ia menekankan bahwa forex berbahaya untuk pemula. Mengapa?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Hary Suwanda mulai dikenal publik sejak ia menjadi pembicara dalam seminar-seminar trading di berbagai wilayah di Indonesia, serta menulis dua judul buku tentang pasar modal. Menurut para peserta yang pernah menghadiri seminarnya, Hary Suwanda merupakan salah seorang trader sukses Indonesia. Berangkat dari US Options, kini CEO Lumen Capital Resource tersebut lebih menggeluti trading saham.

hary-suwanda

 

Profil Hary Suwanda: Mengenal Trading Setelah Di-PHK

Sudah tak sesering dulu dalam menjadi pembicara seminar trader sukses Indonesia di berbagai kota, Hary Suwanda kini dapat lebih fokus menjalankan trading-nya dari rumah. Fokus trading Hary adalah trading saham, meski terkadang ia masih bertrading US options dan forex.

Apakah Hary sudah memilih trading sebagai profesinya sejak muda? Ternyata tidak. Sebelum menjadi salah seorang trader sukses Indonesia, alumni ITS Surabaya angkatan 1989 dan IEU Surabaya angkatan 1994 ini justru mengenal trading setelah dirinya terkena PHK dari sebuah perusahaan pada masa krisis moneter tahun 1998. Dengan jabatan terakhir sebagai Asisten GM, Hary yang terpaksa kehilangan pekerjaan saat tengah mempersiapkan pernikahannya itu, akhirnya harus berjuang keras.

Berbagai macam pekerjaan pernah ia lakoni seperti bekerja di Oil&Gas di proyek Caltex Riau, Land Clearing di Hutan Kiliranjao di perbatasan Sumbar dan Riau, hingga menggeluti bisnis Multi Level Marketing alias MLM. Tak sepraktis bisnis MLM sekarang yang sudah memanfaatkan ponsel pintar, kala itu Hary masih harus memprospek orang dari rumah ke rumah, yang tak jarang berakhir dengan usiran dan penolakan. Meski demikian, pria asal Singaraja, Bali, yang kini berdomisili di Surabaya ini, mengaku tak menyesal. Dari MLM, dia mendapatkan kemampuan berbicara di hadapan publik.

hary-suwanda-dan-keluarga

Hary Suwanda dan Keluarga

Ia berhenti dari bisnis MLM karena terkena "racun" Pasar Modal di tahun 2004. Mengawali karirnya sebagai trader sukses Indonesia, ia mempelajari trading Pasar Modal secara otodidak dari buku-buku di perpustakaan UBAYA. Tak hanya membacanya, Hary juga berusaha memahami isi buku-buku pasar modal tersebut secara mendetail dan mengikuti workshop-workshop trading. Sampai akhirnya, ia berhasil menjadikan trading for living seperti sekarang. Pengalaman pahit di-PHK dari perusahaan pun telah bisa dipandangnya sebagai berkah.

 

Trading Itu Menarik Karena Independen

Mengapa tertarik pada trading? Hal itu karena sifat trading yang tidak tergantung pada orang lain. Trading hanyalah urusan antara trader dengan layar monitor saja, kata Hary. Selain itu, instrumen trading yang menjadi konsentrasi Hary adalah saham. Options lebih ia fungsikan sebagai proteksi, dan trading forex hanya untuk selingan saja. Dalam hal ini, Hary menekankan bahwa options yang ia maksud bukanlah binary options, melainkan US Options.


Options Bukan Binary Options

Apa itu US Options?

"US Options adalah Options yang diperdagangkan secara resmi di bursa-bursa Options Amerika, spt CBOE, CME, CBOT, NYMEX, dll. Sementara Binary Options hanyalah produk bikinan perusahan-perusahaan broker forex, yang tidak ada bursa resmi dan tidak ada lembaga otoritas atau badan pengawas yang kredibel. Karena itu saya selalu wanti-wanti ke pemula, selain hindari forex, lebih penting lagi hindari binary options. Binary options itu bukan options." tulis Hary Suwanda.

Dari ketiga instrumen tersebut, Hary Suwanda pun mengakui bahwa saham adalah yang paling nyaman ditradingkan dan lebih profitable daripada options dan forex.

"Saya pertama kali mengenal dunia trading investasi Saham di tahun 2004. Saya memulai profesi sebagai Trader melalui bursa Amerika, saya pakai broker OptionsXpress, juga Refco Singapura, yang kemudian berganti menjadi Man Financial, dan terakhir saya menggunakan Interactive Brokers (salah satu dari 10 broker top AS yang digunakan trader harian) hingga sekarang. Saya baru mulai aktif trading saham di Bursa Efek Indonesia sejak akhir 2006. Sungguh timing yang sangat buruk untuk mulai masuk BEI, sempat mengalami keuntungan di tahun 2007, namun keuntungan tersebut lenyap di tahun 2008. Baru masuk BEI lagi sekitar pertengahan 2010..." papar Hary Suwanda di laman Facebook-nya.

 

Pengguna Strategi Quantitative Trading 

Dalam bertrading saham, Hary memilih menggunakan metode Quantitative Trading. Quantitative Trading ini merupakan pengembangan dari analisa teknikal, yang berusaha menambal kelemahan analisa teknikal. Jadi dapat dikatakan, analisa kuantitatif adalah analisa teknikal yang lebih modern. Sedangkan untuk bertrading forex, Hary menggunakan strategi momentum untuk swing trading.

Quantitative Trading yang digunakan oleh Hary Suwanda terinspirasi dari idolanya yang ahli Matematika sekaligus investor asal Amerika, James Harris Simons, atau yang lebih dikenal sebagai Jim Simons. The Quant adalah julukan Jim Simons berkat kejeniusannya dalam bidang Matematika Kuantum.

Keahliannya itu membuat ia dan tim-nya --yang seluruhnya merupakan ahli matematika, tanpa ahli ekonomi sama sekali-- sukses mendobrak Wall Street dan memperoleh keuntungan besar. Meski demikian, cara trading Hary tidak sama dengan Simons, karena strategi trading Simons lebih tertutup.

 

Cut Loss, Tantangan Terberat Dalam Trading

Cut Loss, merupakan tantangan yang diakui Hary sebagai momen terberat dalam trading. Cut loss adalah menjual saham pada harga yang lebih rendah daripada harga belinya. Intinya, Cut Loss adalah tindakan untuk mencegah agar trader yang sudah rugi, agar tidak mengalami kerugian yang lebih banyak lagi.

wawancara-dengan-el-shintaHary Suwanda Dalam Sebuah Wawancara Di El-Shinta

Walaupun akan selalu ada risiko dalam trading, yang salah satunya adalah cut loss tersebut, Hary mengatakan bahwa kunci dari semuanya adalah kelihaian dalam manajemen risiko. Kebanyakan trader mengalami kerugian besar adalah karena ketidakmampuan mereka dalam menangani risiko. Oleh karena itu, teknik atau strategi sebaik apapun, jika tidak dibarengi dengan manajemen risiko yang baik, maka hasilnya juga tidak akan baik.

 

Mulailah Dari Yang Aman

Anda trader pemula dengan modal minim yang ingin berinvestasi ke pasar derivatif? Hary Suwanda menyarankan jangan. Pemula sebaiknya tidak menyentuh ranah pasar derivatif, karena di sana ada leverage.

Artinya, risiko yang akan ditanggung pun akan ter-leverage, dan itu tidak bagus bagi ketahanan modal trading seorang pemula. Dan bahaya itu terkandung dalam pasar derivatif, termasuk forex. Oleh karenanya, seseorang yang berminat terjun ke dunia trading, seharusnya memulai dari instrumen yang aman dulu seperti saham. Jika sudah terbiasa dengan trading saham, barulah trader boleh merambah ke instrumen lain yang lebih berisiko seperti forex dan options.

 

Lumen Capital Resource Masih Aktif

Banyak yang penasaran mengenai Lumen Capital Resource (LCR), perusahaan yang didirikan oleh Hary Suwanda ini. Sebagian orang juga menanyakan, mengapa LCR yang di Jakarta sekarang sudah tidak aktif lagi. Seputar Forex mengonfirmasikan hal ini langsung dengan CEO-nya, Hary Suwanda.

LCR adalah perusahaan yang bergerak di bidang edukasi investasi pasar modal. Hary menampik bahwa Lumen Capital yang di Jakarta sudah tidak aktif. LCR masih aktif di Jakarta dan Surabaya. Meski demikian, Hary Suwanda mengaku memang sudah pensiun dari kesibukan sebagai pembicara seminar trading sejak tahun 2015, dan kini menetap di Surabaya.

 

Hindari Forex, Terlalu Berbahaya Untuk Pemula

Hary Suwanda bertrading di dua bursa, BEI pada pagi hari, dan bursa Amerika malam harinya. Sebelum bertrading, ia akan selalu melakukan relaksasi sekitar 10-15 menit, baru kemudian menyiapkan trading plan-nya untuk hari itu. Hary Suwanda kini telah menjadi salah satu trader sukses indonesia. Cita-cita sebagai trader profesional dengan profit konsisten berhasil dicapainya. Masa-masa mencicipi asam garam dunia trading sudah lewat bagi Hary.

rahasia-bebas-finansial
Di awal masa trading, Hary memasang target untuk mengumpulkan profit sampai 1 juta dolar. Target itupun sudah ia lewati pada akhirnya. Dan kini, penulis buku "Rahasia Bebas Finansial dengan Berinvestasi Pasar Modal" dan "Tetap Untung Ketika Saham Turun" tersebut tinggal melanjutkan usaha tradingnya saja.

Ingin jadi trader sukses Indonesia seperti Hary Suwanda? Syaratnya jangan pernah tergesa-gesa memburu profit. Banyak-banyak belajar saja di awal.

Hary Suwanda berpesan, untuk menjadi trader sukses Indonesia, pemula jangan terburu-buru untuk masuk pasar derivatif, dan hindari forex. Mengapa? karena forex menurutnya, bukan untuk pemula.

Leverage forex sangat tinggi, sehingga kerugian yang mungkin didapat juga sangat besar. Ibaratnya seperti belajar berkendara. Seseorang akan belajar mengemudikan mobil biasa terlebih dahulu, baru mengemudikan F1. Tidak bisa dibalik. Begitu pula dalam trading, mulailah bertrading di instrumen yang berleverage 1:1 yang pelan dahulu, seperti saham. Itupun, pilihlah saham yang bluechip dan tetap memperhatikan likuiditasnya.

 

Trader sukses Indonesia memang didominasi oleh kaum pria. Namun, tahukah Anda bahwa ada juga trader sukses wanita Indonesia yang sangat diperhitungkan? Dia adalah Ellen May.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar tokoh forex, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab spesial komunitas berikut.

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Mesdi
Menarik Sekali.
Hari ini saya mengenal trader dari internet. Saya sangat tertarik dan ingin serius belajar trader.
Kondrad D Galal
Belum kenal atau belum baca halaman Pak Hary Suwanda, atau belum kenal dan baca halaman Hendra Martono? Kalau saran saya, sebaiknya baca atau kenal dulu halaman tersebut, baru dagang saham..
Liya
Jadi klo buat pemula, baiknya yg mana dlu? trading saham atau forex? Trading forex bisa dimulai dg modal minim, tp saham tidak. Dilihat dr kerugian, trading forex lebih beresiko. Jd bingung..
Alex
kabar terbaru nya
Blacky
apanya mas @Alex?
Alex
Coba ketik di google aja deh...
Budi
Apa iya dia udh sukses ? buktinya skr terkena kasus penipuan investasi bodong, menipu korbanya 1.3 milyar lho, publik seolah2 percaya dia jago, menurutku dia cuma bnyk tau aja , trus cari duitnya dg jual seminar kok , kl hary suwanda jago , knp perusahaan reksadana ga berebut merekrutnya ? org ini menurut sy , dia itu licik , testimoni soal dia sering pujian , jarang kritik, dia jg ga pernah liat transaksi 2 dia secara real ke hadapan publik, cm omongan/tulisan aja, gmn mo percaya ?
Alex
Rupanya Pak Budi sudah googling ya.... Saya setuju dengan pendapat anda.
Regen Pohan
Wah, ini artikel 2017 ya, beliau kena kasus penipuan di tahun 2019. Jadi, kita ambil hikmahnya saja, tiru semangatnya utk sukses sblm kasus tersebut. Tapi dgn jalan yg halal.. Hehe..
John
Note from a friend

1. 2004 hary suwanda, abraham lembang,peter sufandri ikut seminar options oleh Kishore (Singapore), abis itu jualan seminar juga. dr 2004 smp 2019 skr dmn ya Prestasinya ?  udh 18 tahun lho ! ngapain aja ? kok bisa2nya klaim trader sukses ?

2. dia klaim udh $1 million dollar , kok sekarang kena kasus pennipuan investasi bodong Rp 1,3 Milyar sejak tahun 2011, calon klien dia mungkin pikir dia trader sukses jadinya percaya. lucu ya , udh terbitin buku, jual seminar. Ga ada Integritas. Uang haram, ga berkah utk menhidupi keluargamu.

bagi peserta seminar hary suwanda, Abraham lembang, peter sufandri, dll sejak 2004, brp dr kalian yg skr sukses ? TUNJUKAN !! I DARE U !

Show me your MONEY, ASSETS, Real track record

3. if it were so easy to trade , everybody would be doing it right ? how come there are so many poor people ? because its damn harder than you guys thought ! this is tough business, the market is heartless, merciless. i guess its only for the brave !! banyak kasus bunuh diri kok

4. The blind leading the blind

banyak seminar yg memberikan testimoni palsu, karangan / abal2. kata OOm Bob Sadino (almarhum) mereka hanya dari kuadran TAU bukan dari kuadran BISA !! dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan utk sukses di bidang apapun ! Msh mau ikut seminar mahal yg useless ? do they care about your life ? they only care about taking your hard-earned money !!

5. Give back

Jika anda udah sukses trading , jgn lupa utk berbagi kpd sesamamu yg membutuhkan. Memberi tanda bersyukur lho !!
Ghostrider
Speak with data please ! 

yg selama ini sy amati, bnyk trader yg mengaku2 udh sukses tanpa berani mengungkapkan isi dapurnya, mrk jg menerbitkan buku dan sering tebar pesona di medsos, anehnya kl merasa udh sukses kok ujung2nya JUAL SEMINAR  (forex , saham, options, properti, financial revolution , software robot trading)? gurunya aja blm berhasil , gmn nasib peserta seminarnya ya ? bagi sy pribadi, mrk rugi terus di pasar, cr paling mudah utk balik modal dan dapetin easy capital adl jual seminar kok, most of them dont care about you, ga ada integritas. di mata mrk, masyarkat adl arena memancing dg berbagai macem umpan dan modus, sgt jarang punya niat to help you get rich. kl mrk terbitin buku, dari isinya saja udh bs ketebak arahnya kmn. berputar2 / mempromisikan seminarnya. isinya kebanyakan sampah ga berguna sama sekali.

taukah mrk bhw utk beli buku berseri 2 yg mahal dan seminar yg bnyk episodenya sgt menguras kantong peserta seminarnya? dmn hati nuranimu ? ada yg smp skr utang, jatuh bangkrut.

ga wort it dg harganya yg over priced, cr uang boleh, tp caranya mesti beretika.
John Doe
Terbongkar Kelicikan Hary Suwanda kalian bisa google : Hary suwanda, baru2 ini dia terjerat kasus Penipuan/penggelapan investasi. korbannya 2 orang. Sri ditipu senilai 1.3 Milyar, invest sejak 2011 smp skr ga balikin, yg terbaru Sendy Perico (pengusaha) rugi senilai 11 Milyar !! Sekarang kasusnya di pengadilan jakarta barat, Namun sayangnya tuntutannya cuma 2 tahun ? pantas aja dia msh bs tertawa tawa, betapa ringannya hukuman di indonesia Pelajaran berharga bagi Masyarakat 1. dont judge a book by its cover ! dia itu tampangnya orang alim kok, perbuatannya , kalian nilai sendiri ya 2. banyak orang yang bingung menilai seseorang, dia emang banyak TAU soal trading , tapi apakah dia BISA ? dia sering mengklaim dirinya trader sukses di medsos, klaim mampu menhasilkan Us$1 million , faktanya skr menipu. 3. Kalau dia atau orang lain yg sering koar2 di media klaim udah sukses, tolong buktikan aja isi dapurmu ! atau jadi fund manager di reksadana, lets see how good you are ! liatlah skr, artinya dia tidak mampu cari uang dari trading 4. sepak terjang hary suwanda 2004 ikut seminar option oleh kishore (singapore) kemudia dia, abraham lembang, peter sufandri juga jual seminar smp 2011. 2011, 2014 kasus penipuan. 2019 sidang di pengadilan jakarta barat Analisa : 2004 - 2011 = 7 tahun bisnisnya jualan seminar 2011 menipu Sri 1.3 Milyar , 2014 bawa kabur 11 Milyar uang pengusaha sendy periko kesimpulan : kalo dia jago trading , kenapa mesti menipu orang lain ? knp jual seminar ? artiya dia masih belum punya kemampuan trading, namun masyarakat banyak yg terkecoh oleh penampilannya, knowledge nya. mrk tidak bisa menilai KEMAMPUANNYA !! serta INTEGRITAS nya.    
Dewa Moniawan
@John Doe benar selain menipu, Hary Swanda juga diduga menyuap jaksa, sekarang lagi diselidiki KPK. Perusahaannya jenis perusahaan investasi, tapi uang nasabahnya gak dikembalikan. Ternyata banyak juga orang yg menipu di trading forex ini, kasihan kan orang yg berharap dapat untung dari trading forex ternyata masuk ke jebakan penipu. Jangan mudah percaya dengan janji orang bisa gandakan uang di trading forex ini, jangan mudah dirayu profit tinggi jika investasi di trading forex ini, orang sekarang pintar-pintar menipu. Seperti saran master-master di Seputar Forex ini trading forex sendiri, belajar caranya sendiri, jangan lewat investasi-investasi yg gak jelas apalagi robot EA dengan iming-iming gak masuk akal.

Seminar itu rata-rata hanya mau cari untung, lihat aja ketika orang yg ngaku ahli itu peragakan keahliannya di youtube pasti pakai akun demo, kalau memang jago harusnya pakai akun sebenarnya. Pokoknya jangan mau tertipu sama orang yg iming-imingi profit di seputar forex ini, apalagi yg jual sinyal berbayar, semua itu bohong penipuan. Kalau mau sukses, coba sendiri, belajar sendiri dan analisa sendiri. Anehnya kita lagi susah mau cari uang di negara yg sangat sulit mencari sesuap nasi, ehh ditipu pula. kadang sulit menemukan orang yg punya hati nurani. Orang susah harusnya dibantu tapi ada aja orang-orang yg mau menipu orang susah.

Buat teman-teman di trading forex ini ada niat belajar pasti profit, percaya pada diri sendiri, rajin,sabar dan tekun itu kuncinya. Salam profit.