Trading Ala Sun-Tzu

127562

Perang tak pernah bisa dipisahkan dari peradaban manusia. Suka tidak suka, mau tidak mau, perang seakan menjadi sisi lain dari kehidupan manusia sejak dulu kala hingga di abad modern saat ini. Satu hal yang pasti, setiap peperangan di segala zaman menghasilkan sebuah sejarah dari para pelakunya. Salah satunya adalah ahli strategi perang pada zaman China kuno yang bernama Sun-Tzu.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Perang tak pernah bisa dipisahkan dari peradaban manusia. Suka tidak suka, mau tidak mau, perang seakan menjadi sisi lain dari kehidupan manusia sejak dulu kala hingga di abad modern saat ini. Satu hal yang pasti, setiap peperangan di segala zaman menghasilkan sebuah sejarah dari para pelakunya. Salah satunya adalah ahli strategi perang pada zaman China kuno yang bernama Sun-Tzu.

sun-tzu illustrasi


Dalam dunia militer, nama Sun-Tzu tidaklah asing di telinga. Sun-Tzu dilahirkan di negara bagian China (saat ini provinsi Shantung, China) sekitar 551 SM dan wafat pada 479 SM

Sun-Tzu yang lahir di saat negara bagian China saling berperang itu dikenal sebagai seorang ahli strategi perang yang sangat lihai. Bahkan strategi perang ala Sun-Tzu dewasa ini diterapkan oleh para veteran trader di wall street dengan menggunakan filosofi perang ala sun-tzu dalam menghasilkan profit, baik dalam trading forex maupun komoditi.

Seni dalam trading
Dalam suatu chapter dari tulisan “the Art of War” terdapat suatu prinsip yang disorot dan diinterpretasikan oleh kalangan trader di Wall Street untuk digunakan sebagai prinsip vital dalam forex trading, index trading ataupun komoditas, seperti gold trading dan oil trading. Berikut adalah interpretasi strategi Sun Tzu yang diterapkan menjadi suatu prinsip trading.

Bila diterjemahkan ke sisi seorang trader,

Trader ialah seorang jendral, seorang komandan dari dana yang dia tradingkan. Sebagai seorang jendral, setiap trader bertanggung jawab dalam hal menentukan strategi trading untuk memahami dimana market forex sekarang ini (trend lines), kekuatan market forex sekarang ini (bull, bear atau sideways) dan kawasan medan perang tempat saya bertempur (sesi market Asia, London atau New York).

Untuk mendukung strategi trading yang digunakan, seorang trader harus terlebih dahulu mempersiapkan segala kebutuhan sebelum menyerang musuh (pair forex, Gold atau Oil), waktu dan tempat medan perang berdasarkan segala informasi (news kalender ekonomi atau isu-isu market yang beredar) dan interprestasi dari informasi tersebut. Persiapan perang ini termasuk didalamnya mengukur kekuatan gerakan musuh, kondisi volatilitas dan arah dari gerakan musuh (short term atau long term trend).

Seorang trader dapat membuat suatu strategi trading (buy atau sell, long term atau short term trading), dan margin trading dari dana yang digunakan (money management). Setelah semua data dan prediksi yang telah dibuat, trader menunggu pergerakan chart dari suatu pair untuk dapat  menentukan titik open posisi yang tepat, misalnya buy/sell di saat sedang terjadi koreksi.

Ketika open posisi telah dibuat, trader akan mengamati perkembangan open posisi trading yang telah dibuat. Trader harus selalu siap untuk merubah arah open posisi trading atau melakukan cut loss berdasarkan perkembangan dan pergerakan chart trading yang sedang terjadi.

Seorang trader adalah pejuang kecil. Trader tidak memiliki jumlah dana yang besar untuk bisa melawan kekuatan market forex ataupun melawan institusi besar seperti Bank Central. Apa yang trader bisa lakukan adalah membaca gelagat yang “diberikan” oleh market forex itu sendiri, mengintepretasikannya dengan cepat dan mengimplementasikannya ke dalam posisi trading yang sedang berjalan berdasarkan disiplin money management dan strategi trading yang dipakai.

Kesimpulan
Kebijaksanaan yang tertuang dalam literatur tulisan Sun Tzu memberikan kita segala aspek strategi trading yang mencakup sisi psikologis trading dan money management yang trader butuhkan. Seperti salah satu ungkapan Sun Tzu :

“Kenali musuhmu dan kenali diri sendiri, maka anda dapat memenangkan pertempuran tanpa berisiko kalah. Kenali bumi dan langit, maka kemenangan tersebut akan menjadi lengkap.”

Ungkapan tersebut tidak hanya cocok sebagai prinsip strategi perang melainkan juga dapat diaplikasikan sebagai prinsip strategi trading kita. Dimana kesuksesan suatu pertempuran bergantung kepada sejauh mana kita mengerti tingkah laku dan kebiasaan musuh, kekuatan psikologis serta kekuatan sumber daya yang kita miliki. Semuanya dirangkum menjadi satu “The Art of Trading” yang vital dan menjadi pedoman trading bagi semua trader dalam meraih profit.

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.

Stans
gillee trading ajah pke ala sun tzu O.o .mantap brayyy!!!
Bagiasa
Motivasi yg sangat bagus,tapi tolong d prjelas sdikit stratagi yg tepat utkbisa sbg acuan utk trading nnti.
Rofiq Alfarisi
@bagiasa:
menentukan strategi baiknya disesuaikan dengan gaya trading yang dimiliki. strategi yang tepat untuk seorang trader belum tentu bisa jadi acuan yang tepat juga untuk trader lain. dalam mencarinya perlu ditekankan bahwa tidak ada strategi yang salah dan benar. semua strategi punya potensi profit dan ruginya masing-masing. maka dari itu trader perlu mencoba untuk bisa menentukan strategi mana yang setelah kita gunakan bisa memberikan peluang profit lebih banyak daripada lossnya.
Mas Sukardi
Jd musuh yg perlu diserang dlm trading ini adalah pairnya? Wow gag pernah kepikiran tuuh kalo selama ini ternyata ane musuhan sama pair trading ane hehehehe.

Jd dalam perang kan musuh perlu dikalahin supaya menang, trus biar kita bisa menang berarti kudu mengalahkan pair itu?
Bagaimana caranya?
Rofiq Alfarisi
@mas sukardi:
sepertinya perumpamaan instrumen trading sebagai musuh itu lebih berlaku untuk tahap mengenali musuh dan menggunakan peralatan yang ada untuk mengatasinya. sedangkan untuk menyerang dan mengalahkan itu sepertinya sudah punya metode yang beda antara perang sungguhan dan trading forex. karena setelah mempelajari karakteristik dan volatilitas instrumen trading seharusnya trader malah mengikuti apa yang sudah dianalisa dengan strategi yang dimiliki untuk bisa membuka posisi dengan benar. tahapan ini saya rasa tidak sama dengan mengalahkan musuh, karena di sini trader malah memanfaatkan pergerakan dari instrumen itu untuk bisa meraih keuntungan.
Aan Warsana
betul ane setuju sepenuhx sm opini bang rofik. kl mw cari musuh yg sebetulx di forex itu bnyk macemx tinggal diliat dr segi apa dl.

kl dr segi pengamatan y pairx, kl dr segi psikologis y diri sendiri, dsb.
bandingkn 2 hal emg g bs sesederhn ini seh.

ane sendiri msh krg jls sama pengandaian trader dsni..
kn tdnya trader dbilang sbg jendral yg berwenang ngatur strategi tp kok diakhir2 trader justru dbilang sbg pejuang kecil?
beda lo antara jendral sm pejuang kecil itu...

kl pejuang kecil mn ada kewenangan bwt ngatur strategi, yg ada dia ngikutin strategi pemimpin pasukannya to?
Indra Jr.
Woh iya bener juga masta ternyata ada yng beda. Klo gitu maksudnya trader sebagai jendral kere kali gan yng modalnya cuma dikit wkekekekeke

Nggak itu bercandaan ane aja kok. Okelah maksudnya yng terakhir itu ane ngerti cuma buat bikin trader lebih hati2 mengelola modal. Buat bantuin supaya lebih gampang ngerti, anggep aja modal trader itu sebagai pasukan dari si jendral yng mimpin perang. Dlm mengerahkan pasukan jelas butuh strategi kan supaya bisa efektif? Na ini sama kaya trading yng mesti ada money managmentnya.. gitu

Banyak dikit modal trader ato pasukan si jendral tetep bisa bawa kemenangan klo pemakaiannya efektif. Bukan gitu masta? :)