OctaFx

iklan

Trading Binary Options Dengan Inside Bar

Inside bar adalah pola candlestick kecil yang berada dalam range candle sebelumnya. Tak hanya bermanfaat bagi forex, inside bar pun termasuk strategi price action di binary options.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Price action adalah salah satu strategi trading yang menggunakan pengamatan pada formasi candlestick sebagai gambaran dari kondisi market yang sebenarnya. Cara ini dilakukan dengan mengenali pergerakan harga yang telah terbentuk dan menganalisanya sebagai sinyal trading. Hasil analisa dari price action nyatanya cukup banyak diandalkan sebab pola pergerakan yang dibentuk oleh candlestick selalu berulang secara periodik. Dengan mengenali pembentukan jenis-jenis candlestick tertentu, analisa trading dapat dilaksanakan dengan cara yang lebih sederhana. Meskipun demikian, bukan berarti analisa yang mudah membuat strategi price action memiliki akurasi yang kurang tepat. Justru dengan menggunakan metode ini, trader dapat bertindak sesuai dengan kondisi market yang sebenarnya, tanpa perlu direpotkan oleh pembacaan sinyal-sinyal trading dari indikator teknikal.

Inside bar binary options
Cara trading dengan analisa pada price action adalah salah satu metode yang sangat bermanfaat, mengingat trading binary options pada umumnya dilakukan pada platform berbasis web. Meski masih memungkinkan, aplikasi indikator teknikal pada platform webtrader kadang kurang dapat memberikan hasil analisa yang memuaskan.

Walaupun terkesan sederhana, salah satu strategi price action yang telah dibahas di artikel sebelumnya, pin bar, merupakan cara trading yang efektif dan cukup banyak digunakan baik untuk trading binary options maupun spot forex. Kali ini, metode price action yang akan kita ulas adalah mengenai inside bar dan bagaimana penggunaannya dalam trading binary options.

Inside bar adalah bentukan candlestick yang berada dalam range candle sebelumnya (mother bar). Artinya, inside bar memiliki sumbu 'high' yang lebih rendah dan sumbu 'low' yang lebih tinggi dari mother bar. Kondisi ini kemudian membentuk pola lower high dan higher low, seperti yang tergambar dalam ilustrasi di bawah ini:

Inside Bar Binary Options


Terbentuknya inside bar sebetulnya mencerminkan keengganan pasar untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi atau lebih rendah karena:

  1. Sebelum ada rilis data ekonomi yang penting, investor cenderung menghindari pasar
  2. Harga telah mencapai level support atau resistan penting
  3. Aksi take profit
  4. Terjadi konsolidasi dari lonjakan harga. Terbentuknya inside bar pada kondisi ini juga diartikan sebagai price action korektif.


Apapun alasannya, breakout harga yang terjadi setelah inside bar muncul akan mendatangkan profit yang besar jika dapat dimanfaatkan dengan benar. Ini dikarenakan oleh volatilitas yang meningkat setelah harga mencerminkan keadaan pasar yang tidak bersedia untuk menawar pada level yang lebih tinggi atau lebih rendah. Hanya saja, perlu dilakukan analisa lebih lanjut apakah pola inside bar ini menandakan pembalikan (reversal) atau penerusan tren (trend continuation). Dari keempat sebab di atas, hanya alasan fundamental yang kurang bisa dijadikan sebagai acuan untuk menentukan arah pergerakan harga setelah inside bar terbentuk. Tiga alasan lain bisa menjadi faktor yang menentukan apakah inside bar yang terjadi merupakan sinyal penerusan ataukah justru pembalikan dari tren harga sebelumnya.

Inside Bar Sebagai Sinyal Penerusan

Kondisi harga yang sedang trending merupakan suatu indikasi yang sangat baik bagi penentuan posisi option dengan inside bar. Inside bar dapat menunjukkan potensi berlanjutnya suatu tren setelah harga terkonsolidasi di level tertentu. Hal ini dapat ditentukan dari arah beberapa candle yang terbentuk setelah inside bar. Sebagai contoh, perhatikan gambar chart di bawah ini:

Sinyal penerusan tren inside bar binary options
Pada chart tersebut, terlihat bahwa inside bar yang terbentuk menandakan harga yang sedang terkonsolidasi dari tren bullish. Pada kondisi demikian, trader dapat mengartikan inside bar sebagai sinyal penerusan tren, dan menempatkan option "call". Untuk mengkonfirmasi peluang trading dengan lebih meyakinkan, trader dapat menunggu terbentuknya 2-3 candle setelah inside baragar dapat memperoleh indikasi penerusan di arah uptrend. Konfirmasi sinyal untuk mencari level entri juga bisa dilakukan dengan menarik garis horisontal pada sumbu candle mother bar yang menampilkan harga tertinggi (high), dan menempatkan option call setelah ada candle yang ditutup pada posisi lebih tinggi dari poin 'high' mother bar.

Sinyal penerusan tren dapat diantisipasi  apabila inside bar terbentuk pada konsolidasi harga yang menandai koreksi dari tren utama sebelumnya. Kondisi ini menandakan market yang 'beristirahat sejenak' sebelum melanjutkan trennya. Ketika banyak trader melakukan aksi take profit, inside bar juga dapat bertindak sebagai penanda trend continuation. Untuk itu, koreksi harga dan aksi pengambilan profit dapat menjadi faktor terbentuknya inside bar yang berfungsi sebagai sinyal penerusan tren.

Inside Bar Sebagai Sinyal Pembalikan

Berbeda dengan fungsi inside bar sebelumnya yang dapat membantu trader untuk mengenali sinyal penerusan tren, peran inside bar yang satu ini dapat menandakan tren harga yang mengalami pembalikan dan membentuk tren baru yang sangat kuat.

Trader binary options seringkali menghubungkan sinyal reversal inside bar dengan kondisi jenuh jual atau jenuh beli. Memanfaatkan momentum harga yang tercapai pada level overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual) memang salah satu metode trading yang memanfaatkan pembalikan tren untuk menentukan posisi entri. Selain itu, penarikan garis horizontal untuk menunggu candle yang terbentuk di level tertinggi atau terendah mother bar juga bisa dilakukan untuk menempatkan option dengan lebih aman.

Pada grafik berikut ini, seorang trader menempatkan indikator stochastic untuk dapat menganalisa dan memanfaatkan pergerakan harga yang telah mencapai titik jenuh.

Inside Bar Binary Options Reversal Bearish
Tampak bahwa inside bar terbentuk di posisi yang sama dengan titik overbought yang tercapai pada indikator Stochastic. Di sini, inside bar dapat menjadi penentu posisi entry yang baik mengingat harga yang bergerak di atas level overbought secara terus-menerus kurang bisa mengindikasikan kapan trader bisa menempatkan option "put". Dengan menambahkan garis horizontal di level terendah mother bar, trader tersebut dapat menetapkan posisi entri ketika candle ditutup di level yang lebih rendah dari poin 'low' mother bar. Posisi tersebut sangat tepat karena di saat yang hampir sama, Stochastic juga menunjukkan kembalinya harga dari level overbought.

Sementara itu, berikut adalah contoh penempatan option pada analisa trading yang menggunakan inside bar dan indikator Sochastic untuk mengantisipasi terjadinya reversal bullish dari downtrend yang tengah berlangsung.

Inside Bar Binary Options Reversal Bullish
Dari contoh di atas, pengambilan option "call" pada posisi yang terkonfirmasi oleh garis horizontal mother bar terlihat kurang menguntungkan karena dapat menyebabkan keterlambatan entri. Trader boleh saja mulai menempatkan option ketika garis-garis Stochastic mulai bersilangan ataupun saat kedua garis tersebut bergerak keatas dan menembus level oversold. Akan tetapi, pembentukan uptren yang baru akan lebih terkonfirmasi ketika ada candle yang ditutup di level yang lebih tinggi dari poin 'high' mother bar. Karena persentase profit di binary options hanya ditentukan oleh keberhasilan option untuk mencapai level yang lebih tinggi atau rendah dari strike price, maka trader masih bisa mengambil keuntungan jika optionnya berakhir saat harga menyentuh level penutupan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penempatan expiry time juga menjadi hal yang sangat krusial di sini.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan pada penggunaan strategi inside bar untuk trading binary options:

1. Penarikan garis horizontal yang disesuaikan pada poin high atau low mother bar juga dikondisikan oleh sinyal trading inside bar yang akan diambil. Untuk memanfaatkan sinyal penerusan tren, trader dapat menarik garis horizontal sesuai dengan kondisi tren sebelumnya. Misalnya, pada situasi tren bullish, garis horizontal di tarik pada poin "high" mother bar, sedangkan pada tren bearish, garis horizontal ditarik sesuai dengan posisi "low" mother bar.

Sebaliknya, ketika inside bar diartikan sebagai sinyal reversal, posisi "high" atau "low" mother bar ditentukan pada posisi yang berlawanan dengan tren sebelumnya. Contohnya, ketika terjadi downtrend dan inside bar muncul, trader dapat memasang garis horizontal di level tertinggi mother bar untuk memastikan peluang terjadinya bullish reversal. Namun saat harga sedang dalam kondisi uptrend, garis horizontal ditarik pada level terendah mother bar agar dapat memperoleh posisi enrty yang sesuai ketika harga berbalik arah dan membentuk tren bearish.

Trader yang merasa kurang yakin bisa saja memasang dua garis horizontal pada poin "high" dan "low" dari mother bar. Ini bisa membantu mengeliminasi ketidakyakinan trader tentang sinyal trading inside bar.

2. Trading inside bar lebih disarankan untuk trader berpengalaman. Meski terbilang mudah dan menjanjikan, pembentukan inside bar juga sering muncul sebagai sinyal palsu yang dapat menjebak trader untuk menempatkan option di arah yang salah. Dibutuhkan waktu latihan yang tidak sebentar agar trader benar-benar menguasai karakteristik pin bar ini. Dengan pengalaman yang semakin banyak, trader akan dapat membedakan inside bar yang dapat dijadikan sebagai sinyal trading yang meyakinkan atau yang hanya sebagai muncul sebagai sinyal palsu. Selain itu, trader profesional juga akan mampu menanggulangi kesalahan analisa dengan lebih baik.

Namun hal ini tidak menutup kesempatan trader baru untuk belajar trading binary options dengan inside bar. Trader pemula dapat mencoba berlatih di akun demo atau bertrading dengan kapital minimum dulu agar option yang ditempatkan tidak dibebani oleh resiko kerugian yang besar.

3. Penggunaan beberapa indikator teknikal dapat membantu untuk mengkonfirmasikan sinyal trading inside bar. Metode ini mungkin pada akhirnya dapat membuat analisa trading kembali diributkan oleh pemasangan indikator-indikator teknikal di platform trading. Namun untuk mengurangi resiko, aplikasi indikator seperti Stochastic, Garis Support dan Resistan, dan bahkan indikator tren seperti Moving Averages akan mampu meyakinkan sinyal penerusan atau pembalikan dari inside bar. Cara ini khususnya baik digunakan oleh trader pemula yang belum terlalu terasah pengalamannya dalam melakukan analisa dengan price action saja. Dalam hal ini, penggunaan indikator oscillator dapat membantu trader untuk mengenali inside bar sebagai sinyal pembalikan atau penerusan. Ini dikarenakan oleh pergerakan harga yang cenderung berbalik ketika telah mencapai level jenuh jual atau jenuh beli.

4. Time frame yang direkomendasikan adalah H4 dan D1. Penggunaan time frame yang lebih rendah bisa dilakukan, namun memiliki probabiltas profit yang lebih kecil. Pembentukan inside bar di time frame yang rendah sebenarnya lebih mudah dikenali karena biasanya akan tampak seperti pola chart segitiga.

5. Penyesuaian expiry time dapat menentukan keberhasilan trading. Pada contoh yang tertera di grafik terakhir, profit baru akan tercapai apabila options berakhir ketika candle ketiga ditutup. Expiry time yang ditentukan pada posisi harga sebelumnya jelas akan membawa option "call" tersebut berakhir out-of-the-money, sementara penggunaan waktu trading yang lebih lama akan membawa prospek trading yang kurang jelas. Karena alasan inilah penempatan options dengan price action yang satu ini perlu dilakukan oleh trader yang lebih berpengalaman. Trader yang masih hijau dapat belajar untuk menambahkan strategi exit binary options untuk mencari waktu expiry time yang tepat.

Kesimpulan

Inside bar merupakan salah satu strategi price action dengan potensi keuntungan yang tinggi apabila diaplikasikan ddengan benar. Trader mungkin perlu banyak belajar untuk mengenali pola pembentukan inside bar yang benar-benar bisa dijadikan sebagai sinyal trading. Memulai trading dengan membiasakan analisa pada pembentukan inside bar ini bisa menjadi salah satu strategi trading binary options yang dalam jangka panjang bisa membantu trader untuk memanen profit dengan cara yang lebih mudah.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.