Trading Binary Options Dengan Pola Candle Tweezer

263131

Dikenal sebagai pola reversal, formasi tweezer terdiri dari dua buah candlestick. Seperti apa saja ciri-cirinya? Dan bagaimana penerapannya untuk trading binary options?

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Tak dapat dipungkiri, analisa pola candle adalah salah satu metode trading yang efektif dan banyak digemari trader. Selain karena sederhana, pola candle juga bermanfaat dalam memberikan sinyal pergerakan harga selanjutnya. Jika sebelumnya kita telah membahas penggunaan pola inside bar dan pin bar, maka kali ini kita akan belajar tentang cara memanfaatkan pola tweezer untuk trading binary options.

pola candle dalam binary options
Apa itu tweezer? Dan bagaimana bentuknya? Pada dasarnya, tweezer adalah pola reversal yang terdiri dari 2 candle. Formasi ini terbagi menjadi tweezer top dan tweezer bottom. Sebagai penanda bearish reversal, tweezer top memiliki ciri-ciri:

tweezer top

  • Muncul saat uptrend di titik high harga.
  • Candle pertama tweezer top biasanya berukuran besar dan mengikuti tren sebelumnya, sehingga berupa candle bullish.
  • Candle kedua muncul sebagai candle bearish
  • Candle pertama dan kedua memiliki level high (tertinggi) yang sama

Sementara itu, tweezer bottom yang mensinyalkan bullish reversal memiliki karakteristik sebagai berikut:

tweezer bottom

  • Umumnya muncul saat downtrend di titik low harga
  • Candle pertama adalah candle bearish berukuran besar
  • Candle kedua terbentuk sebagai candle bullish
  • Candle pertama dan kedua memiliki level low (terendah) yang sama


Pola tweezer dianggap menandakan pergantian momentum yang kuat, sehingga bisa diandalkan dalam strategi reversal. Ini tercermin dari perbedaan dua candle yang membentuk formasi tweezer: Candle pertama bertubuh besar adalah gambaran pergerakan harga yang kuat dari tren sebelumnya, sedangkan candle kedua yang berkebalikan dengan candle pertama, memperlihatkan bahwa tren mulai terhenti, dan ada kemungkinan bakal berbalik.

Aplikasi Pola Tweezer Untuk Trading Binary Options

Lalu, bagaimana menerapkan pola tweezer dalam binary options? Sederhananya, kita bisa saja tinggal menggunakan pola candle tweezer dengan cara trading reversal pada umumnya. Misalnya saja, Anda mengidentifikasi formasi tweezer bottom dalam tren penurunan EUR/USD. Sesuai dengan sinyal bullish reversal pola tersebut, Anda bisa bersiap membuka option "call". Sebaliknya, ketika ada pola tweezer top di puncak uptrend, maka kemungkinan paling potensial bagi Anda adalah untuk menetapkan option "put".

Akan tetapi, trading binary options tak hanya persoalan "call" dan "put" saja. Sebagai alternatif, Anda juga bisa memanfaatkan pola tweezer untuk jenis option lain, seperti "touch" dan "no touch". Bagaimana penerapannya? Untuk memperoleh gambaran lebih jelas, coba simak penjelasan mengenai cara trading binary options untuk masing-masing formasi tweezer di bawah ini:

Tweezer Top
Pada grafik di bawah ini, tren EUR/AUD berganti dari uptrend menjadi downtrend setelah pola tweezer top terbentuk. Option "put" dibuka pada level open dari candle bearish yang terbentuk mengikuti candle kedua dalam pola tweezer top. Setelah mendapatkan peluang entry, maka selanjutnya Anda tinggal merencanakan posisi exit. Karena dalam binary options penutupan posisi tak bisa dilakukan secara manual, hanya melalui expiry time saja, maka Anda perlu lebih cermat dalam memperkirakan durasi penurunan harga. Tak perlu khawatir, Anda bisa menyesuaikan expiry time dengan time frame trading yang digunakan. Misalnya bila Anda trading dengan timeframe H4 seperti contoh grafik di bawah ini, maka waktu expiry bisa ditentukan antara 6 hingga 12 jam.

tweezer top binary options
Sementara itu, Anda juga bisa mendapatkan zona "touch" dan "no touch" potensial dari adanya pola tweezer top. Pertama-tama, tandai level high dari pola tweezer top dengan garis horizontal (di gambar tampak sebagai garis putih). Lalu, tetapkan area 40 pip di atas garis putih sebagai zona "no touch". Sedangkan untuk option "touch", zona bisa ditentukan 40 pips di bawah garis tersebut. Lalu bagaimana dengan expiry time-nya? Untuk posisi "no touch", kisaran expiry yang ditetapkan kurang lebiih sama dengan trading "put" di atas. Namun untuk option "touch", jangka waktu expiry sebaiknya diperlebar menjadi 12 hingga 48 jam.

Tweezer Bottom
Berbanding terbalik dengan formasi tweezer top, tweezer bottom bisa diinterpretasikan sebagai sinyal "call" dalam binary options. Akan tetapi, pola ini juga memiliki kesamaan dengan tweezer top, dimana kita bisa menggunakannya untuk touch trading. Untuk gambaran lebih jelasnya, coba perhatikan grafik di bawah ini:

tweezer bottom binary options
Dapat dilihat bahwa penempatan option "call" bisa disesuaikan pada level open candle bullish yang terbentuk mengikuti candle kedua dalam pola tweezer bottom. Sementara itu, Anda juga dapat menempatkan garis horizontal di level low dari pola tweezer bottom tersebut, untuk memperoleh area "touch" dan "no touch". Pada contoh di atas, zona "no touch" bisa ditempatkan 30 pip di bawah garis horizontal, sedangkan jika Anda membuka option "touch", rekomendasi terbaik untuk menetapkan zona yang dapat "disentuh" adalah 40 pip di atas garis.

Pemilihan expiry time untuk strategi yang menggunakan pola tweezer bottom tak jauh beda dengan saran pada formasi tweezer top. Kuncinya, utamakan time frame sebagai acuan terdepan dalam menentukan expiry time.

Tips Trading Dengan Pola Tweezer

Karena bisa digunakan untuk membuka option "call" atau "put" biasa dan touch trading, mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, jenis trading manakah yang terbaik untuk digunakan? Sebenarnya, tak ada jawaban pasti mengenai hal tersebut. Jenis option terbaik bisa tergantung pada kondisi pasar atau gaya trading Anda. Seperti misalnya, opsi "touch" dan "no touch" lebih sesuai digunakan saat volatilitas pasar sedang tinggi, sehingga jika Anda lebih suka trading di pasar yang tenang, mungkin Anda akan lebih cocok dengan trading high/low yang hanya menggunakan pilihan "call" dan "put".

tips trading binary options dengan candle tweezer
Terlepas dari jenis option yang digunakan, aspek terpenting dari strategi ini sebenarnya adalah mengenali pola tweezer itu sendiri. Mengapa demikian? Tak jauh beda dengan strategi-strategi lain yang menggunakan pola candle tertentu, ada resiko fake signal jika Anda tak berhati-hati dalam mengidentifikasi pola tweezer. Seringkali seorang pemula melakukan kesalahan dengan buru-buru mengambil langkah ketika melihat pola candle sedang terbentuk, padahal belum ada sinyal lain yang mengkonfirmasi formasi tersebut. Ini tentu akan sangat berpengaruh bagi keberhasilan trading binary options Anda.

Katakanlah Anda terlanjur membuka option "call" karena melihat pola candle tweezer bottom terbentuk. Namun ternyata, harga justru meneruskan trend bearish-nya, dan jadilah option tersebut berakhir out-of-the-money. Lalu bagaimana cara mengantisipasi hal yang tak diinginkan tersebut? Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk memperoleh konfirmasi pola candle, diantaranya adalah:

  1. Benar-benar menerapkan rekomendasi open "call" atau "put" pada candle ketiga setelah formasi tweezer terbentuk. Ini adalah metode yang telah disarankan di atas. Sebenarnya, Anda bisa saja membuka option di level close (penutupan) candle kedua. Tapi cara ini kurang disarankan karena reversal belum terkonfirmasi secara pasti. Jadi bila Anda mengidentifikasi pada suatu chart adanya pola tweezer top yang merupakan sinyal bearish reversal, Anda bisa menunggu hingga terbentuk lagi candle berikutnya. Jika candle tersebut bearish, maka ini bisa menjadi sinyal yang memperkuat peluang trading Anda untuk membuka option "put".

  2. Menggunakan bantuan level-level support dan resistance. Terbentuknya formasi candle di support dan resistance penting juga bisa menjadi sinyal entry yang meyakinkan. Dalam hal ini, Anda dapat mengamati pola-pola tweezer top di area resistance, dan formasi tweezer bottom di zona support.

  3. Memperhatikan sinyal-sinyal overbought dan oversold dari indikator oscillator. Anda juga bisa menggabungkan analisa pola candle dengan indikator, khususnya oscillator yang menunjukkan sinyal overbought dan oversold harga. Overbought dan oversold sama-sama menandakan level jenuh yang juga sering dijadikan sebagai sinyal pembalikan. Oleh karena itu, jika tweezer top terbentuk bertepatan dengan oscillator yang bergerak di level overbought, Anda bisa menjadikannya sinyal yang terkonfirmasi  untuk mengambil option "put". Begitupun sebaliknya untuk tweezer bottom, Anda dapat mengamatinya bersamaan dengan sinyal oversold dari oscillator.

  4. Mempraktekkan strategi tweezer di akun demo. Bagi Anda yang baru mengenal strategi trading dengan menggunakan pola candle tweezer dan ingin mencoba, ada baiknya untuk menerapkannya dulu di akun demo. Bagaimanapun juga, setiap strategi selalu mengandung resiko. Namun sayangnya, tak banyak broker binary yang menerapkan akun demo tak berbayar. Untuk mengetahui dimana bisa trading demo binary options secara gratis, Anda bisa berkunjung ke artikel ini: Daftar Broker Binary Options Yang Menyediakan Akun Demo Gratis.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.