Advertisement

iklan

Trading Binary Options Dengan Strategi Momentum

235930

Analisa momentum menghindarkan trader binary dari bahaya "call" di puncak dan "put" di lembah. Ini cara menerapkan strategi momentum untuk meraih peluang trading terbaik di binary options.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Momentum harga yang menunjukkan kekuatan tren adalah salah satu komponen yang sering dipertimbangkan trader binary options dalam mencari posisi entry. Menyesuaikan entry dengan momentum harga saat ini memang bisa menempatkan posisi option dengan lebih tepat. Dengan indikator tren, trader hanya memperoleh sinyal tentang arah pergerakan harga tanpa tahu apakah tren tersebut akan berakhir atau masih akan berlangsung lama. Namun dengan momentum yang bisa mengukur kekuatan tren, trader bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kelangsungan tren harga agar bisa dimanfaatkan untuk entry. Singkat kata, analisa momentum dapat menghindarkan trader binary dari bahaya entry "call" di puncak dan "put" di lembah.

momentum binary options
Dalam menganalisa momentum harga, trader forex kerap menggunakan indikator momentum yang terdapat di platform MetaTrader. Indikator tersebut adalah salah satu perangkat analisa teknikal paling standar untuk mengukur momentum harga, dan dapat juga diaplikasikan oleh trader binary options untuk mendapatkan sinyal "call" dan "put". Grafik indikator ini menggambarkan naik turunnya momentum sesuai dengan pergerakan harga di chart. Sebagai standar, level 100 umumnya ditetapkan sebagai garis sinyal yang menentukan batas penguatan dan pelemahan momentum.

Secara sederhana, trader bisa memperoleh gambaran entry option sesuai dengan momentum seperti contoh di gambar ini:

trading binary options dengan indikator momentum

Trading binary options dengan indikator momentum

Ketika sinyal momentum menampilkan penguatan di atas level 100, trader bisa mengasumsikannya sebagai indikasi uptrend dan menempatkan option "call". Sebaliknya, option "put" dapat dibuka ketika sinyal momentum melemah dan melintasi level 100 ke arah bawah. Untuk mendapatkan konfirmasi sinyal yang lebih meyakinkan, trader banyak mengkombinasikan indikator momentum dengan price action dan perangkat teknikal lain seperti moving average dan bollinger bands.

Strategi Momentum Dengan Price Action

Kombinasi ini dinilai dapat menjaga kesederhanaan strategi, karena analisa price action mengandalkan pola candlestick sebagai indikator utama dalam trading. Trader tidak perlu menambahkan indikator lain dan cukup melihat pola harga yang terbentuk ketika indikator momentum menampilkan sinyal "call" atau "put". Meski tergolong simpel namun metode price action terbukti akurat dan sangat bisa diandalkan. Oleh karena itu, tidak heran jika pengamatan pada pola candlestick menjadi metode konfirmator yang paling banyak digunakan pada strategi momentum.

Konfirmasi price action yang paling mudah dapat dilakukan dengan mengamati pola bullish atau bearish candle ketika sinyal momentum menyeberangi level 100. Pada contoh grafik sebelumnya, option "call" pertama dikonfirmasi oleh beberapa bullish candle yang terbentuk bersamaan dengan menguatnya momentum. Selain cara tersebut, ada pula teknik khusus yang menganjurkan trader untuk memperhatikan harga-harga tertinggi dan terendah.

momentum dengan price action

Trading binary options dengan indikator momentum dan price action


Pada gambar tersebut, terlihat bahwa entry option "call" sebenarnya sudah terkonfirmasi ketika beberapa bullish candle terbentuk di saat sinyal momentum bergerak ke atas melewati level 100. Jika kondisi tersebut dinilai masih kurang meyakinkan, trader dapat menunggu hingga terbentuk bearish candle yang harga terendahnya tidak mampu menembus low dari candle-candle sebelumnya. Hal yang sebaliknya dapat berlaku juga untuk option "put".

Selain memperhatikan bentuk bullish/bearish candle dan harga-harga tertinggi serta terendah, trader juga bisa mengaplikasikan pengetahuan mengenai pola-pola khusus candlestick seperti doji, inside bar, hammer, pin bar, dll. Entry candle pada grafik di atas bisa memberikan konfirmasi lebih lanjut karena body candle yang sangat kecil dengan posisi open dan close yang hampir sama dapat diartikan sebagai karakteristik doji dengan sinyal penerusan uptrend.

Strategi Momentum Dengan Moving Average

Untuk memaksimalkan strategi momentum pada kondisi trending, trader juga bisa menggabungkan penggunaan indikator momentum dengan indikator tren. Indikator yang banyak diandalkan dalam hal ini adalah Moving Average, khususnya Exponential Moving Average (EMA). Strategi mengkombinasikan indikator tren dengan momentum yang paling simpel dan mudah dilakukan adalah melalui analisa pada crossing EMA yang bertepatan dengan persilangan sinyal momentum terhadap garis level 100.

momentum binary options dengan emaTrading binary options dengan indikator momentum (18) dan EMA (24)


Pada setting indikator di atas, EMA diatur pada periode 24 dan indikator momentum ditetapkan dengan periode 18. Sinyal "call" muncul ketika candle ditutup di atas EMA 24 dan momentum memotong garis sinyal di level 100. Sementara itu, option "put" dapat ditempatkan ketika candle ditutup di bawah EMA 24 dan sinyal momentum menyeberang ke bawah level 100. Dengan setting indikator dan metode analisa seperti itu, trader disarankan untuk menggunakan timeframe H1 dan expiry time harian.

Jika standar timeframe dan expiry time di atas masih terlalu tinggi, trader bisa mengatur periodisasi indikator pada chart trading.

momentum dengan ema 2Trading binary options dengan indikator momentum (14) dan EMA (14)


Contoh grafik EUR/USD di atas menunjukkan penggunaan indikator momentum dengan periode standar (14) dan EMA 14. Dengan timeframe M5, trader sudah mendapatkan sinyal entry yang jelas melalui crossing EMA dan indikator momentum. Dengan teknik analisa yang sama seperti metode sebelumnya, trader bisa entry option sesuai dengan sinyal "call" dan "put" untuk jangka waktu trading yang lebih pendek. Expiry time tidak ditentukan secara pasti, namun ada baiknya jika trader menggunakan aturan expiry time yang minimal tiga kali lebih besar dari timeframe trading.

Strategi Momentum Dengan Bollinger Bands

Dengan indikator bollinger bands, trader bisa mendapatkan sinyal entry bukan hanya dari indikasi momentum, tetapi juga volatilitas harga. Dalam hal ini, channel-channel bollinger bands yang menyempit di saat volatilitas turun dan mengembang di kala terjadi peningkatan volatilitas bisa menjadi petunjuk entry yang baik.

Pada kombinasi indikator momentum dan bollinger bands, trader bisa memanfaatkan sinyal entry "call" dari pergerakan harga yang melintasi middle band dari bawah ke atas, serta sinyal momentum yang juga bergerak di atas level 100. Di sisi lain, sinyal option "put" muncul ketika harga memotong middle band dari arah atas dan bertepatan dengan grafik momentum yang turun ke bawah level 100.

Tidak hanya dari perpotongan harga dan sinyal, trader juga bisa memanfaatkan fungsi utama bollinger bands sebagai indikator volatiilitas. Perhatikan gambar di bawah ini:

momentum bollinger bandsTrading binary options dengan indikator momentum dan bollinger bands


Tampak bahwa sinyal option yang ditandai dengan titik-titik merah tidak memiliki peluang trading yang baik. Jika diperhatikan, pada posisi tersebut, channel-channel bollinger bands terlihat menyempit. Ini artinya, peluang trading terbaik pada strategi ini adalah ketika volatilitas harga sedang tinggi, yang ditandai dengan melebarnya channel-channel bollinger bands.

Rekomendasi timeframe untuk metode trading di atas adalah M15, dengan expiry time 60 menit. Pengaturan ini memungkinkan posisi option untuk berakhir setelah 4 candle terbentuk. Namun,trader masih bisa menyesuaikan penggunaan metode trading ini dengan jangka waktu tradingnya sendiri. Untuk menguji efektivitas metode ini di timeframe dan expiry time yang berbeda, trader bisa memanfaatkan fitur akun demo untuk bisa berlatih trading tangpa resiko real.

5 Hal Penting Untuk Diperhatikan Dari Strategi Momentum Binary Options

Menggunakan indikator momentum untuk mencari momen entry option yang tepat memang terkesan mudah dan menguntungkan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mulai mencoba strategi ini:

1. Indikator teknikal yang bisa digunakan bukan hanya indikator momentum. Trader dapat memanfaatkan oscillator lain yang merupakan "turunan" dari indikator ini seperti Commodity Channel Index (CCI), Relative Strength Index (RSI), ataupun Stochastic. Umumnya, indikator-indikator tersebut dilengkapi dengan level overbought dan oversold yang menandakan titik jenuh harga. Kondisi tersebut memungkinkan trader untuk tidak hanya bertrading dengan momentum, melainkan juga dengan level penting yang memberikan indikasi reversal tren.

Karena adanya kecenderungan untuk lebih memperhatikan level-level overbought dan oversold pada indikator-indikator "turunan" di atas, trader perlu menentukan level tengah yang bisa dijadikan sebagai level penentu momentum pergantian arah harga. Misalnya, RSI lebih sering dikenal dengan level-levelnya yaitu 70 dan 30 yang menandakan posisi overbought dan oversold. Untuk itu, trader bisa mengambil garis tengah RSI, yaitu level 50 yang dapat digunakan sebagai garis sinyal dengan fungsi yang sama seperti level 100 pada indikator momentum.

Dengan demikian, trader bisa mengantisipasi uptrend harga ketika momentum harga mengalami penguatan secara signifikan. Situasi ini ditandai dengan pergerakan RSI yang menembus level 50 dari bawah ke atas. Di sisi lain, momentum pergantian harga menjadi tren bearish ditandai dengan crossing RSI yang melintasi level 50 dari atas ke bawah.

2. Meski dapat dijadikan sebagai penanda pergantian momentum, trader tidak dianjurkan untuk terburu-buru menempatkan option segera setelah sinyal momentum memotong level 100. Ini disebabkan oleh harga yang tidak secara instan merespon perubahan momentum. Butuh beberapa saat sebelum tren harga menunjukkan pergerakan yang serupa dengan penguatan atau pelemahan momentum. Selain itu, trader juga perlu memperhatikan potensi divergensi, yang umumnya menandakan perbedaan arah pergerakan dari harga dan indikator momentum.

3. Trading dengan indikator momentum masih dibayangi dengan bahaya fake signal (sinyal palsu). Inilah mengapa langkah konfirmasi sinyal dengan price action atau indikator lain dinilai sangat penting. Jika masih meragukan, trader bisa menggunakan indikator tambahan dan analisa price action sekaligus. Meski sudah menggunakan indikator momentum dan EMA, namun masih terdapat sinyal palsu yang bisa menjebak trader untuk membuka option di posisi yang kurang menguntungkan.

Untuk meminimalisir hal tersebut, trader bisa menggunakan konfirmasi price action dengan memperhatikan pola candlestick yang terbentuk, atau menunggu hingga beberapa candle sebelum menempatkan option. Tips trading dari salah satu situs belajar binary options, binaryoption.com, menyebutkan bahwa setidaknya perlu 2 candle setelah terdapat sinyal dari indikator, untuk mengkonfirmasi pergantian momentum harga.

4. Untuk peluang trading yang lebih baik, trader bisa memperhatikan volatilitas dan tren harga. Hal ini terlihat pada kombinasi indikator momentum dengan bollinger bands, dimana peluang trading terbaik muncul ketika volatilitas harga sedang tinggi. Disamping itu, kondisi tren yang signifikan juga bisa memberikan sinyal entry option yang lebih baik. Pergantian momentum harga yang muncul ketika harga cenderung sideways biasanya berlangsung dalam peiode waktu yang lebih singkat, sehingga kurang menjanjikan untuk option dengan expiry time jangka panjang dan kurang mendukung teknik konfirmasi dengan price action.

5. Strategi momentum binary options tidak 100% menjamin keberhasilan trading. Untuk itu, trader tetap perlu memperhatikan resiko dan membatasi kerugian sebaik mungkin dengan mengatur money management. Selain itu, trader juga bisa menguji penggunaan strategi ini di akun demo terlebih dulu. Apabila sudah merasa profitable trader bisa menjadikan sinyal dari strategi ini sebagai aturan entry dalam rencana trading.

Kesimpulan

Strategi momentum tidak hanya memungkinkan trader binary options untuk entry sesuai tren, tetapi juga memilih posisi yang tepat sesuai dengan kekuatan tren. Indikator standar yang umum digunakan adalah indikator momentum, dengan garis sinyal di level 100. Dalam penggunaannya trader bisa mengkombinasikan indikator momentum dengan price action, indikator tren, ataupun indikator pengukur volatilitas untuk mengkonfirmasi sinyal entry.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.