Trading Breakout Di Sesi London

97373

Trader baru sering mencari aktivitas harga yang pergerakannya cepat, dan aktif. Dalam hal ini, sesi London merupakan pilihan tepat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sebagai trader yang baru memasuki pasar, banyak yang sering mencari aktivitas harga yang pergerakannya cepat dan aktif. Sesi London pada jam 03.00 dini hari merupakan aktivitas transaksi yang paling banyak dilakukan para pelaku pasar untuk memulai transaksi di market. Sekitar 35% dari volume transaksi harian berada pada sesi ini.

Setelah sesi London beraktivitas, sekitar 5 jam kemudian sesi Amerika mulai dibuka. Volume transaksi pada sesi Amerika dapat lebih besar atau lebih kecil karena ada faktor likuiditas pada masing-masing volume transaksi, dan hal ini disebabkan karena ada 2 pasar yang terbuka, sesi Eropa dan sesi Amerika. Artikel ini akan fokus pada sesi London, sebelum sesi AS dimulai.

Cepat dan Aktif
Pasar Tokyo biasanya bergerak pelan mengarah ke sesi London. Dan karena harga mulai dibuka dari penyedia likuiditas yang berbasis di Inggris, para pedagang biasanya dapat melihat peningkatan volatilitas dengan memperhatikan pergerakan market yang sedikit lebih cepat dibanding sesi Asia. Ketika harga mulai memasuki sesi London, rata-rata pergerakan harga pada masing-masing pasangan mata uang utama sering ada peningkatan. Di bawah ini adalah analisis pada EURUSD berdasarkan time. Perhatikan pergerakan rata-rata setelah sesi Asia ditutup:



Support dan resistance mungkin jauh lebih mudah ditembus di sesi Eropa daripada sesi Asia (biasanya volatilitas sesi Asia lebih rendah). Pada sesi London, ketika para pelaku pasar salah dalam open posisi, SL dapat menutup transaksi lebih cepat. Namun, ketika para pelaku benar, biasanya keuntungan akan didapatkan secara maksimal dan banyak.

Cara Trade Breakouts selama Sesi London
Trading Breakout selama sesi London sama seperti trade breakout di sesi lain, dengan harapan pergerakan market saat ini memiliki likuiditas dan volatilitas harga yang tinggi. Melihat para pedagang dalam melakukan transaksi dengan strategi breakout, banyak dari pelaku pasar akan mencari titik Support dan Resisten untuk transaksi perdagangan mereka. Grafik di bawah ini akan menggambarkan strategi breakout lebih terinci.



Seperti yang Anda lihat, Titik Support yang kuat ditemukan pada EURUSD di 1.3000, ini memungkinkan mereka untuk melakukan open posisi ketika harga telah menembus garis support.
Yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah mengenai manajemen risiko.

Trader dapat menutup transaksi ketika garis support tidak bisa tertembus, dengan asumsi harga kembali pada harga sebelumnya. Cara yang terbaik adalah dengan melakukan cut loss. Tapi jika harga dirasa kuat untuk melanjutkan trend setelah titik support tertembus, ini dapat dimanfaatkan trader untuk mengumpulkan profit yang cukup banyak.



Dari gambar di atas, pedagang bahkan tidak perlu indikator untuk menunjukkan support, cukup dengan memperhatikan price action pada market saja. Untuk memudahkan analisa, trader dapat menggabungkan pivot point, fibonacci, atau indikator lain ke dalam sistem trading. Intinya adalah bahwa trader bisa memprediksi dengan nyaman dan memiliki rasa percaya diri dalam menentukan titik Support atau Resistence dalam analisa.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Haniff
sesi london kok jam 3 dini hari? bukannya malem ya itu?
Rafiprayudha
@ haniff. itu kayaknya pake waktu est gan, liat grafik disitu pakenya eastern time waktu new york, kalo dicocokin sama jam itu mang pasar london bukanya jam segituan. biasanya ada juga broker2 yang waktu servernya pake waktu est itu. liat zona waktunya dulu ini jadinya, salah satu keribetan trading dipasar yg buka 24 jam sehari.....
Puji_irawan
jd selain break dr sr, sbnrny hrg jg ada kmungkinan utk bounce dr sr walaupun sdh msk ke sesi london y?
Hari Santoso
Memang ada kemungkinan harga memantul dari support atau resistan, tapi yang perlu dicermati di sini adalah pada sesi ini pergerakan harga menguat secara signifikan, jadi semisal harga bounce dari level support, tidak menutup kemungkinan harga malah menguat dan breakout dari level resistan.

meski demikian, trader juga sebaiknya waspada dengan volatilitas harga, yang bisa menyebabkan perubahan pada arah pergerakan harga secara signifikan pula.

maka dari itu, selain strategi entry dengan cara breakout, sebaiknya juga dipersiapkan strategi exit yang tepat pada sesi london ini, karena jika tidak diantisipasi sebelumnya maka akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.
Rudi Saja
betul juga ya apa kata agan hari, bisa contohkan ndak gan salah 1 strategi exit buat kondisi pasar kyk gini?
Hari Santoso
Ada salah satu penentuan stop loss berdasarkan volatilitas yang bisa digunakan pada trading dalam kondisi ini. Biasanya ketika volatilitas naik, stop loss disarankan untuk diposisikan pada range yang tidak terlalu dekat, sementara saat volatilitas tidak terlalu tinggi maka bisa dicoba untuk membatasi level stop di range yang lebih ketat. Untuk mengukur volatilitas bisa menggunakan indikator tren bollinger bands atau average tru range. Pada bollinger bands bisa diamati dari pelebaran channel, sedangkan atr bisa menghasilkan saran untuk jumlah pips yang bisa dikalkulasikan untuk memperoleh level stop loss yang sesuai.