Trading Dengan Memanfaatkan Doji

98941

Candlestick Doji mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar, yang bisa dijadikan acuan oleh trader untuk mengidentifikasi trend reversal.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Pembahasan kali ini akan mengulas mengenai cara trading dengan Doji untuk mengetahui tren jangka panjang. Doji merupakan bentuk Candlestick yang mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar. Coba perhatikan gambar di bawah ini:

trading dengan memanfaatkan doji

Gambar di atas menjelaskan kondisi harga yang sedang dipantau oleh para pelaku pasar. Tubuh atau Body Candlestick Doji sangat pendek sehingga hampir tidak terlihat. Sedangkan sumbu atau lidi terbentuk memanjang melebihi besar Body-nya.

Tubuh Candlestick Doji yang sangat pendek ini mengindikasikan bahwa meskipun harga sempat naik turun secara ekstrim, pasar lebih memilih menutupnya di level yang hampir sama dengan harga pembukaan. Apakah bentuk Doji ini hanya satu saja? Jangan salah, ada 4 jenis bentuk Candlestick yang populer digunakan dalam metode trading dengan Doji.

 

4 Bentuk Candlestick Doji Yang Populer

Dalam pasar forex, ada banyak jenis bentuk Candlestick Doji yang akan Anda temukan, antara lain Doji Star, Long Legged Doji, Gravestone Doji, dan Dragonfly Doji. Perbedaan tiap-tiap pola Doji bisa diamati dari arah dan ukuran ekornya. Deskripsi selengkapnya mengenai masing-masing bentuk Candlestick Doji antara lain sebagai berikut:

 

1. Doji Star

Bentuk Candlestick Doji ini menandakan keseimbangan antara kekuatan Buyer dan Seller. Hal ini ditandai dengan terbentuknya panjang sumbu tertinggi dan terendah yang hampir sama. Lalu bagaimana cara mengidentifikasi arah tren melalui Doji Star ini? Caranya bisa dilihat dari trend yang terbentuk pada chart sebelumnya. 

doji star

Apabila kemunculan Doji Star ini muncul di area Overbought dari pergerakan Uptrend, maka ini bisa mengidentifikasikan tren reversal atau pembalikan arah. Harga yang awalnya bergerak Uptrend akan menjadi Downtrend.

Begitu juga sebaliknya, jika kemunculan Doji Star tampak di area Oversold dari pergerakan Downtrend, maka ini bisa menjadi pertanda bahwa tak lama lagi harga akan berbalik arah menjadi Uptrend.

 

2. Long Legged Doji (Doji Berekor Panjang)

Long Legged Doji terbentuk ketika harga bergerak hingga menyentuh titik terendahnya, tapi tak lama kemudian harga dengan cepat berbalik arah. Ekor yang terbentuk pada Candlestick Doji ini lebih panjang dari sumbu atasnya, dan menunjukan sentimen kuat dari salah kubu Seller yang ditarik cepat oleh kubu Buyer.

long legged doji

Sama dengan Doji Star yang memungkinkan terjadinya sinyal reversal, jika kemunculan dari Long Legged Doji ini berawal dari Downtrend, maka kemungkinan besar, pergerakan harga selanjutnya akan menjadi Uptrend. Sebaliknya, kalau muncul dari Uptrend, maka pergerakan harga selanjutnya kemungkinan akan Downtrend.

 

3. Gravestone Doji

Gravestone Doji melambangkan kekuatan Buyer lebih dominan di awal, tapi tak lama kemudian dihempaskan oleh kekuatan Seller yang begitu besar. Harga yang awalnya telah mencapai level tertingginya, tiba-tiba dengan cepat berbalik arah menuju level terendah dan ditutup di area tersebut.

gravestone doji

Jika pola Candlestick Doji ini terbentuk dari pergerakan Uptrend, maka ini bisa menjadi sinyal bahwa harga akan berbalik arah menuju Downtrend. Perlu digarisbawahi, pola yang menunjukan perubahan sentimen tiba-tiba semacam ini biasanya menunjukan hasil yang cukup valid. Menariknya, bentuk Doji ini sering dianggap serupa dengan formasi Shooting Star.

 

4. Dragonfly Doji

Jika pola Gravestone Doji terbentuk dari pergerakan Uptrend, maka Dragonfly Doji adalah sebaliknya, yakni terbentuk dari pergerakan Downtrend. Dalam pedoman trading dengan Doji, bentuk Candlestick ini adalah pertanda bahwa pergerakan harga akan berbalik arah dari yang awalnya Downtrend menjadi Uptrend.

dragonfly doji

Bentuk Dragonfly Doji menunjukan adanya sentimen Seller yang dominan di awal, tetapi ketika harga mencapai level terendahnya, harga tiba-tiba berbalik ke level tertinggi dengan cepat. Ini menandakan sentimen Buyer yang datang mendominasi pergerakan harga. 

 

Tips Trading Dengan Doji

Secara psikologis, bentuk Candlestick Doji menggambarkan keraguan pihak Seller dan Buyer. Pihak Seller meragukan kemungkinan menguatnya harga, sebaliknya pihak Buyer tak yakin pada prospek melemahnya harga. Inilah yang menciptakan keseimbangan harga. Meskipun demikian, pada akhirnya baik Buyer maupun Seller akan melihat adanya potensi market yang akan mengubah arah pergerakan harga menjadi trend selanjutnya.

Ketika trader melihat kemunculan Candlestick Doji, mereka akan menentukan arah trading berdasarkan arah harga sebelumnya. Jika arah pergerakan harga sebelumnya naik, maka setelah kemunculan Doji, trader berasumsi bahwa akan terjadi pembalikan sehingga mereka melakukan jual. Tetapi, jika arah pergerakan sebelumnya turun, maka setelah Doji terlihat, trader berasumsi bahwa akan ada pembalikan sehingga mereka melakukan beli. Pertanyaanya, apakah harga akan selalu bergerak sesuai asumsi ini? Tentu saja tidak.

Pasar-lah yang menggerakan harga, bukan Anda. Oleh karena itu, supaya tetap aman dalam menerapkan cara trading dengan Doji, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan:

 

1. Perhatikan Candle Setelah Doji

Karena mencerminkan ketidakpastian pasar, tidak jarang Doji memberikan sinyal palsu yang menyesatkan trader; bukannya reversal, harga malah terkonsolidasi atau justru meneruskan tren sebelumnya, setelah Doji terbentuk. Untuk menghindari hal ini, banyak ahli Price Action menyarankan agar trader juga memvalidasi sinyal Doji terlebih dulu. Cara paling sederhana adalah dengan menunggu hingga terbentuk Candle setelah Doji.

Apabila Doji yang terbentuk adalah sinyal bullish reversal (didahului oleh Downtrend dan memiliki ekor yang lebih panjang), maka tunggu sampai Candle setelah Doji terkonfirmasi berbentuk bullish. Contohnya berikut ini:

Trading Dengan Doji

Jika Anda tak ingin menunggu lama sampai Candle setelah Doji tertutup, Anda bisa mengantisipasi peluangnya dengan memasang Pending Order Buy Stop di level Close atau High dari Candle sebelum Doji.

 

2. Manfaatkan Kondisi Overbought Dan Oversold

Cara trading dengan Doji bisa diaplikasikan dalam berbagai kondisi, salah satunya ketika pasar sedang dalam kondisi Overbought dan Oversold. Jika Candle Doji muncul di momentum tersebut, maka jangan ragu untuk segera mengambil tindakan.

Cara mengetahui kondisi pasar sedang jenuh beli atau jenuh jual bisa dilakukan dengan memanfaatkan beberapa Indikator Momentum, yaitu Commodity Channel Index (CCI), Relative Strength Index (RSI), William Percentage Range (W%R), atau Stochastics. Contoh pola Candle Doji yang terbentuk dalam area jenuh adalah sebagai berikut: 

Trading Dengan Memanfaatkan Doji

Dari gambar di atas, apabila ada Candlestick Doji yang didahului Downtrend terbentuk, lalu diikuti dengan sinyal Oversold dari Indikator Stochastic, maka Entry yang bisa Anda lakukan adalah Buy. Demikian juga sebaliknya. Metode ini bisa menjadi konfirmator yang lebih ampuh untuk melengkapi cara validasi sinyal Doji di poin sebelumnya.

 

3. Tempatkan Stop Loss Di Atas Sumbu

Stop Loss bisa menjadi penyelamat terbaik saat harga bergerak melawan arah atau prediksi yang sudah Anda tentukan. Bagaimana cara menentukan Stop Loss-nya? Anda bisa meletakkan SL dengan menggunakan sumbu pola Candlestick Doji sebagai acuan.

Sumbu (Shadow Candle) merupakan garis panjang yang dihasilkan dari pergerakan harga pada Candlestick. Dari sini, Doji Trader bisa menempatkan Stop Loss sesuai dengan level teratas atau terbawah pada ujung sumbu Candlestick. Contoh memasang SL di bagian sumbu Candlestick Doji bisa Anda lihat melalui gambar di bawah ini:

Trading Dengan Memanfaatkan Doji

 

 

Penutup

Dari ulasan di atas, bisa dilihat manfaat yang dapat Anda peroleh dari trading dengan Doji, yakni peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar dan risiko sekecil mungkin dari formasi harga secara langsung. Perlu tetap diingat bahwa semua hal dalam trading tidak dapat memberikan jaminan keuntungan 100%. Semua trading yang menggunakan Candlestick Doji tidak akan berhasil tanpa disertai pengelolaan risiko yang baik. Gunakanlah manajemen risiko dengan bijaksana, sehingga Anda dapat mencapai keuntungan perdagangan secara konsisten.

 

Selain trading dengan memanfaatkan Candlestick Doji, Anda juga bisa menerapkan strategi trading dengan formasi candle Pin Bar, Fakey dan Inside Bar, yang sudah teruji sangat powerful untuk sinyal Entry. Selengkapnya bisa Anda baca melalui artikel kami berjudul Strategi Trading Dengan Price Action: Pin Bar, Fakey dan Inside Bar.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.


Sebastian Arie
pas ada doji mng g bs lngsung ngarep bkl ada reversal, makax plg aman tunggu smp pmbntukn candle brkt stlh doji selesai, br open posisi,
Abidin
memang doji ini bukan cuma sinyal pembalikan, tapi bisa juga sebagai sinyal penerusan. kalau trading dengan doji sebenarnya tdk cukup mengandalkan doji semata dan bagaimana arah harga sebelumnya

perlu konfirmasi juga dari candle berikutnya, sinyal dari indikator lain, dan bahkan kalau perlu konfirmasi ke timeframe lain. intinya kalau menurut sya doji ini cukup sebagai sinyal yang patut dianggap penting kemunculannya, tapi untuk masuk cuma dgn doji dan harga sebelumnya, masih kurang valid itu posisinya
Fuad
Menurut sy stop loss nya itu masih terlalu jauh lah kalau uptren akan sangat menguat seperti itu, mending balik ke penggunaan sr dg fibo atau pp aja supaya lebih yakin
Eko Jarwadi
trlalu jauh gimana bro?? klo khawatir lost banyak mending pake trailing stop aja. pas tuh buat pasar yg lagi trending kuat, jadi klopun ke close sm sl g bakal2 banyak lostnya. masih ada profit yg kesimpen gitulah
Hari Santoso
Jika tidak ingin posisi stop loss terlalu jauh dari level harga sekarang, ada baiknya menggunakan fasilitas trailing stop supaya level sop loss bisa lebih dinamis mengikuti pergerakan harga sekaligus mengunci profit. Dalam hal ini trailing stop bisa diatur secara otomatis atau manual, tergantung pada kepercayaan trader akan hasil analisanya.
Fuad
Sy setuju dengan @Hari, untuk mencari level-level sr memang kalau bukan fibo atau pp ya trailing stop itu. Oleh karena nya fungsi doji lebih pantas difungsikan untuk mengenali pembalikan tren saja. Mungkin jika pengenalan doji lebih diperluas dengan variasi bentuk doji itu sendiri atau kombinasi dengan candle2 sebelum dan sesudah nya akan lebih meyakinkan untuk menggunakan nya sebagai penanda reversal, daripada harus menunggu tren doji selesai.
Hj
Cara pengambilan sl tiap trader bisa beda-beda mas. Mungkin mas gak suka ambil dari doji, lebih percaya sma fibo. its fine. Tapi maksudnya di sini stop loss dari doji kan sebagai rekomendasi aja. Barangkali ada trader yg udah berhasil pake cara ini. Trailing stop cuma fasilitas platform aja, cara mencari level2nya yg tepat juga butuh perkiraan, entah asal ambil selisih berapa pips, ato diamati scr manual dari potensi penguatan tren.
Rijalkalang
mana tabelnya?
Seputarforex
@rijalkalang: mohon maaf Gan, ada kekeliruan penerjemahan di artikel itu. Yang dimaksud bukan "tabel", melainkan "grafik", yaitu grafik diatas paragraf tersebut. Bisa dilihat disana bagaimana stop loss disarankan ditempatkan tepat dibawah doji.
Seputarforex
@Aan Tri, @sebastian arie, @Fuad, @Hari Santoso:
Maksud gambar grafik dalam artikel tersebut itu begini: setelah muncul doji, kita lihat apakah candle berikutnya lebih tinggi atau lebih rendah dibanding candle sebelum doji muncul. Bisa dilihat bahwa candle setelah doji di grafik ternyata lebih tinggi daripada candle sebelum doji. Oleh karena itu, disarankan ambil posisi buy saat itu juga, dengan stop loss ditempatkan dibawah doji. Dengan cara ini, jika terjadi loss gara-gara reversal batal terjadi, maka kerugian yang ditanggung akan sedikit. Sedangkan potensi profitnya jauh lebih besar karena doji seringkali menjadi awal reversal. Memasang stop loss tepat dibawah doji dalam hal ini jauh lebih "hemat" ketimbang stop loss dengan PP, fibo, atau trailing stop yang biasanya ditempatkan beberapa puluh pip dari harga saat membuka posisi. Dengan PP, Fibo, atau trailing stop, kita mungkin akan rugi lebih besar karena terlambat mengetahui kalau reversal batal terjadi.
Fibonacci Sederhana
terimakasih informasinya seputarforex
Seputarforex
Sama2 Gan, selalu utamakan Money Management apapun cara trading yang agan gunakan.