OctaFx

iklan

Trading Dengan Overbought Dan Oversold Indikator CCI

Artikel ini menjelaskan cara trading dengan CCI berdasarkan overbought dan oversold. Untuk menghindari kesalahan sinyal, dikombinasikan dengan price action, moving average, resistance dan support.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Commodity Channel Index (CCI) termasuk dalam kategori indikator oscillator yang sering digunakan sebagai alat bantu menemukan momentum entry. Karena bersifat oscillator, CCI digunakan juga sebagai indikator overbought dan oversold, juga ketika terjadi divergensi dengan arah pergerakan harga yang menunjukkan kemungkinan terjadinya pergantian arah trend. Artikel yang bersumber dari swing-trading-strategies.com ini akan menjelaskan cara trading dengan indikator CCI berdasarkan keadaan overbought dan oversold.

Pembuat indikator ini, Donald Lambert, menganjurkan agar memperhatikan keadaan overbought dan oversold sebelum memutuskan untuk entry.

Nilai CCI adalah: (PP - sma (PP,X)) / (0.015 x SD), dimana PP adalah pivot point, sma adalah simple moving average atau nilai rata-rata, X adalah periode waktu pengukuran dan SD adalah standard deviasi.

Batas level CCI adalah +100 dan -100. Ketika kurva indikator CCI berada diatas +100 maka terjadi keadaan overbought yang berarti pergerakan harga bergerak naik seiring dengan momentum dan telah menyimpang dari fluktuasi normal, demikian juga jika kurva indikator CCI berada dibawah -100 maka terjadi keadaan oversold yang artinya pergerakan harga bergerak turun seiring dengan momentum dan telah menyimpang dari fluktuasi normal.

Dengan demikian, CCI adalah indikator yang mengukur sejauh mana harga telah bergerak dari nilai rata-ratanya. Ketika CCI berada pada area overbought atau oversold, artinya harga telah melewati nilai deviasi pergerakan normal (standard deviasi) dari rata-ratanya. Keadaan overbought adalah sinyal untuk sell dan keadaan oversold adalah sinyal untuk buy.

Masalah Yang Timbul Jika Hanya Menggunakan Indikator CCI

Jika Anda trading hanya mengandalkan CCI tanpa kombinasi indikator lain dan analisa price action, maka akan sering terjadi kesalahan sinyal atau false condition. Hal ini disebabkan karena CCI termasuk lagging indicator, atau indikator yang selalu terlambat dalam merespon pergerakan harga. CCI akan memberikan sinyal setelah penutupan harga terakhir, atau candlestick pada periode pengukuran tersebut selesai terbentuk. Berikut ini contohnya:

Trading Dengan Overbought Dan Oversold

(1) : sinyal buy yang salah (false buy) meski entry ketika CCI oversold
(2) : sinyal buy yang benar
(3) : sinyal sell yang salah (false sell) meski entry ketika CCI overbought
(4) : sinyal sell yang salah. Harga terus bergerak naik meski CCI telah overbought
(5) : sinyal sell yang benar
(6) : sinyal buy yang benar

Untuk menghindari kesalahan sinyal, trader mengkombinasikan CCI dengan analisa price action, indikator moving average (biasanya exponential moving average atau EMA) dan level-level resistance dan support.

Kombinasi CCI Dengan 2 Indikator EMA Dan Analisa Price Action

Moving average digunakan sebagai indikator arah trend karena CCI tidak menunjukkan arah trend tetapi memberi informasi kekuatan trend.

Trading Dengan Overbought Dan Oversold

Dengan 2 indikator EMA, bisa dilihat ketika terjadi perpotongan (cross over) EMA, dimana EMA periode yang lebih kecil (EMA 9) memotong EMA periode yang lebih besar (EMA 18) dari arah atas, maka pergerakan harga akan downtrend.

Untuk entry sell, kita tunggu hingga CCI berada pada area overbought, dan dikonfirmasi oleh price action yang terbentuk. Pada contoh diatas price action yang terbentuk adalah doji dan pin bar.

Sebaliknya, ketika EMA 9 memotong EMA 18 dari arah bawah, maka pergerakan harga akan uptrend, dan untuk entry buy kita tunggu hingga CCI berada pada area oversold.

Kombinasi CCI Dengan Level Resistance/Support Dan Analisa Price Action

Dalam hal ini, semakin kuat level resistance atau support, maka akan semakin valid sinyal yang diberikan oleh indikator CCI.

Trading Dengan Overbought Dan Oversold

Pada contoh di atas, entry sell bisa dilakukan ketika harga telah berada pada area resistance (R1-R2) dan kurva indikator CCI telah berada pada area overbought. Sebagai konfirmasi adalah terbentuknya formasi doji pada resistance R1. Sebaliknya, entry buy bisa dilakukan ketika harga telah berada pada area support dan kurva indikator CCI telah berada pada area oversold.


Kedua cara trading di atas bisa diterapkan pada semua time frame. Hanya saja, semakin tinggi time frame yang digunakan, maka sinyal yang diberikan oleh indikator CCI akan semakin valid.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Chandra G
Terimakasih Pak Martin, artikelnya memang selalu membantu saya mempertajam analisa teknikal saya. Dulu sih saya biasanya pakai RSI dan OBV tapi dari artikel ini saya dapat teknik baru dengan indikator CCI untuk deteksi level oversold dan overbought.

Salam Profit
Noval
thanks infonya sangat membantu, resistance zone sangat tepat, caranya gimana?
Martin S
@ Noval:
Murni dari pengamatan. Zona resistance atau support bisa ditentukan dari level tertinggi (untuk resistance) atau level terendah (untuk support) terdekat, dan level tertinggi atau terendah berikutnya. Kalau kurang jelas atau kurang tepat bisa dengan menggunakan bantuan level-level Fibonaccci retracement atau expansion.
Robert
mau tanya yang contoh ema dan cci dia atas apakah sudah dilakukan backtes ?
kalau boleh tau akurat di pair ap saja ?
terimakasih sebelumnya