Advertisement

iklan

Trading Dengan Pin Bar Sebagai Indikator

98680

Pada sesi Asia, kondisi pasar sering sideway, tetapi dengan mencermati pin bar yang terbentuk, kita bisa mencari sinyal untuk masuk pasar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex, kita menentukan sinyal terlebih dahulu sebelum masuk ke pasar, kemudian menentukan level stop loss dan target profit sesuai dengan risk management yang telah kita tetapkan. Hindari keterlibatan emosi kita.

Illustrasi berikut menerapkan formasi pin bar pada daily chart sebagai sinyal indikator untuk entry.
(Note: pin bar adalah istilah penulis untuk sebutan sebuah bar yang dianggap sebagai patokan. Untuk penjelasan pin bar telah dibahas pada beberapa tulisan dalam rubrik ini).


Menentukan Sinyal Untuk Entry

Pertama kali kita lakukan scanning daily chart terlebih dahulu untuk memilih pair mata uang mana yang akan kita trade-kan. Hendaknya ini dilakukan setiap hari pada waktu yang sama, sebaiknya waktu antara pasar New York close dan pasar Eropa open. Waktu tersebut adalah penutupan pasar kemarin dan saat dimulainya hari ini dengan pembukaan pasar Asia, yang pergerakan harganya tidak seaktif sesi New York atau Eropa.
Saat scanning, yang perlu dicermati adalah:

  • Kondisi pasar, sedang trend atau sideway.
  • Level-level support dan resistance.
  • Formasi pin bar yang terbentuk.
  • Beri tanda pada level-level yang dianggap sebagai support dan resistance dengan garis horisontal.

Perhatikan juga arah moving average exponential (ema) 8 dan ema 21 pada daily chart tersebut.

Contoh berikut pada GBP/USD daily:



Perhatikan pin bar yang terbentuk pada chart diatas. Pin bar tersebut jelas menunjukkan akan dimulainya downtrend, selain ditunjang oleh penolakan level support oleh pin bar, serta ema 8 dan 21 yang saling berpotongan kearah bawah. Dengan demikian pin bar ini telah memenuhi syarat sebagai sinyal untuk kita masuk pasar.

Pada sesi Asia ini, kondisi pasar seringnya range bound atau sideway, tetapi dengan mencermati pin bar yang terbentuk, kita bisa mencari sinyal yang mungkin ada untuk masuk pasar.


Menentukan Stop Loss

Untuk menentukan level stop loss posisi diatas dengan logis, kita bisa pasang sedikit diatas level tertinggi pin bar. Pada contoh kita masuk sell dilevel 1.5787 dan stop loss level pada 1.5887, atau 100 pip. Ini bisa sebagai acuan dalam kita menentukan target exit atau target profit.


 

Menentukan Target

Setelah stop loss ditetapkan, kita mengacu lagi pada risk/reward ratio yang kita inginkan. Katakan minimal 1:1.5 atau 1:2.

Karena disini tidak nampak ada level support yang dominan dibawah entry level sebagai indikator, maka bisa ditentukan target 200 pip atau 1:2 pada level 1.5587. Sekali target ditetapkan jangan mencoba untuk menggeser lebih jauh jika harga mendekati target yang sebelumnya. Gerakan harga pasar tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan, sekalipun kita telah tetapkan risk/reward.


 

Mengatur Posisi

Jika harga telah dekat sekali dengan target, ternyata pergerakannya masih mungkin akan berlanjut, kita bisa mengunci keuntungan kita dengan menggeser stop loss diatas level target yang telah kita tetapkan sehingga memperkecil target tetapi masih dalam batas risk/reward ratio, yaitu 1:1.5 atau 1:2. Jadi dalam hal ini kita bisa mengubah risk/reward kita menjadi 1:1.5 yang pasti akan kita peroleh.    

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Alfi Pradana
Apa aman kalo kita geser stop lossnya diatas level target? Bukannya itu jadi tambah memperbesar resiko ya kalo harga nantinya bounce sampe ke level tinggi?
Indra Salima
dsn pin bar sbg penentu sl, kl entri sbnrny dr cnth gmbr ada sinyal bgs dr resisten sm ma jg, mngkn kl open order dr 2 indi itu bs msk lbh awal kykny, sl oke, tp bknny ada grs support yah bs diambil utk pasang tp? dan krg lbh sm jg sm perkiraan tp pake risk reaward ratio. tp yg ini ane stj cz emg lbh bgs kl tp diitung dr ratio itu aja...
Dimasz
Masukan bagus bro. Pin bar bisa juga memang dijadikan sebagai penentu exit level. Malah caranya jauh lebih mudah dari indikator lain2. Terus berkarya bro, ditunggu artikel selanjutnya.
Sandra Fdd
Sy trader baru hanya ingin memastikan, dengan set up seperti di chart, sinyal entry bisa ditentukan dari breakout harga dari salah satu garis support atau resistan yang juga dikonfirmasi dengan crossing MA? Dan apakah set up ini bisa diatur pada time frame yang lebih kecil, misal untuk H1 atau H4? Apa ada saran yang bagus untuk mengambil rasio yang bagus untuk risk dan reward? Kalau leverage kita tinggi apa bisa berpengaruh? Thnks.
Dimasz
@Sandra Fdd: Bisa2 aja kalau menurut ane. Hehehe.
Martin S
@ Alfi Pradana:
maksudnya disini adalah melakukan trailing stop secara manual. Jadi dalam hal ini stop loss digeser kebawah tetapi masih diatas level target semula. jadi dalam hal ini harga belum mengenai target tetapi sudah jauh dari level stop loss.... tujuannya untuk mengunci profit yang telah terjadi.

kalau harga bounce ke atas stop loss kita kena, tetapi kan masih profit? untuk penjelasan lebih lanjut baca juga artikel ini.
Martin S
@ indra salima: - masuknya menunggu bar setelah pin bar, jadi setelah pin bar tsb terkonfirmasi. pin bar harus selesai terbentuk terlebih dahulu, jadi kita bisa menyimpulkan rejection pin bar atau tidak. - garis support utk tp: ya, memang ada, tetapi risk/rewardnya kecil, sekitar 1:1, sedang kalau yg dibawahnya risk/reward dianggap terlalu besar..
Martin S
@ Sandra Fdd:
- ya, benar, crossing MA sebagai konfirmator-nya.

- apa yang Anda maksud dengan diatur pada time frame yang lebih kecil?
kalau pergerakan harga pd tf daily tsb mungkin saja pd tf yg lebih rendah (H1 atau H4) tidak sama, artinya mungkin pd tf yg lebih rendah tidak ada sinyal, tapi kalau yg Anda maksud mencari momentum entry pd tf yg lebih rendah itu bisa saja.

- risk/reward ratio tergantung dari kondisi pasar saat itu, bagaimana prospek pergerakan harga, dan apakah ada support/resistance yg dominan, jadi sangat relatif dan tidak bisa fixed. Tetapi disarankan sebaiknya lebih besar dari 1:1.

- leverage sama sekali tidak ada hubungannya dengan risk/reward ratio. Memilih leverage hanya menentukan margin minimum Anda pada setiap trade yg Anda lakukan. Kalau leverage Anda tinggi berarti margin minimum Anda kecil, jadi Anda bisa melakukan trade (membuka posisi) lebih banyak.

Untuk penjelasan leverage lebih lanjut Anda bisa baca di artikel ini.
Semoga membantu.
Sumitro
Pin Bar untuk time frame brp ya yg paling cocok?