Advertisement

iklan

Trading Dengan Pivot Point Pada Pasar Yang Trending

Pivot point bisa menjadi acuan untuk menentukan level entry dan exit yang mudah dipakai, bahkan oleh trader pemula. Berikut ini caranya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Strategi trading forex dengan menggunakan pivot point bukanlah hal yang baru. Pivot point telah menjadi salah satu senjata para trader sejak puluhan tahun lalu dan hingga kini masih digunakan termasuk para trader profesional. Jika Anda trader pemula, pivot point bisa menjadi acuan yang mudah digunakan untuk menentukan level entry dan exit (stop loss dan take profit).

Secara sederhana, pivot point bisa dijelaskan seperti berikut: harga akan cenderung bergerak ke level ekstrem yang terdekat, dan jika ada pengaruh yang membuat harga bergerak lebih jauh (ketika pasar sedang trending), maka pergerakan tersebut akan berhenti dekat dengan level ekstrem berikutnya.

Jika Anda masih baru dan belum begitu paham, anggap saja pivot sebagai lampu lalu lintas. Bagaimana Anda bisa berkendara di jalan raya dengan aman tanpa adanya lampu lalu lintas? Dalam trading, fungsi pivot sama dengan lampu lalu lintas di jalan raya. Tanpa lampu lalu lintas cara berkendara Anda akan menjadi kacau. Lampu lalu lintas mengisyaratkan kapan Anda mesti jalan dan kapan mesti berhenti. Dalam hal ini pivot akan membantu Anda kapan mesti entry dan exit sesuai dengan kecenderungan pergerakan harga pasar.

Cara menentukan pivot point bisa dibaca disini atau dengan memanfaatkan kalkulator Pivot Point yang praktis.

Menentukan Level Entry

Pivot point lazimnya ditentukan berdasarkan harga tertinggi, terendah dan penutupan hari sebelumnya. Jadi, strategi ini cocok digunakan pada time frame daily atau yang lebih rendah (4-jam, 1-jam, 30 menit dan seterusnya).

Langkah pertama adalah melihat arah trend yang sedang dominan dengan mem-plot pivot point pada daily chart (beberapa broker dengan platform Metatrader menyediakan indikator daily pivot). Jika level-level pivot harian membentuk level-level puncak yang makin rendah (lower high) maka pasar sedang bergerak downtrend, sedang jika daily pivot membentuk level-level lembah yang makin tinggi (higher low) maka pasar sedang bergerak uptrend.

Trading Dengan Pivot Point Pada Pasar Yang

Ketika berada di sekitar pivot point, harga cenderung konsolidasi dengan range yang sempit. Pada keadaan uptrend, jika harga menembus range konsolidasi dan bergerak diatas level daily pivot biasanya akan cenderung naik hingga level resistance R1. Jika R1 ditembus, biasanya akan berlanjut hingga R2. Pada R2 biasanya akan terjadi koreksi. Jika harga kembali menembus R1 dan pivot point, maka kemungkinan akan berbalik arah, tetapi jika kembali menembus R2 maka uptrend akan berlanjut. Sebaliknya untuk keadaan downtrend.

Trading Dengan Pivot Point Pada Pasar Yang 

Pada keadaan uptrend, entry buy bisa dilakukan pada saat harga menembus level range konsolidasi kearah atas, atau ketika harga berbalik arah setelah membentuk level higher low yang baru (jika trading pada time frame daily), yang lazim disebut dip buy. Sebaliknya untuk keadaan downtrend.                    

Trading Dengan Pivot Point Pada Pasar Yang

Stop Loss dan Take Profit

Level stop (stop loss) sebaiknya ditentukan pada beberapa pip di bawah S1 (untuk uptrend), atau beberapa pip diatas R1 (untuk downtrend). Sedang level limit (take profit) ditentukan pada sekitar R2 (untuk uptrend) atau S2 (untuk downtrend). Meski demikian, perbandingan level stop dan limit harus disesuaikan dengan risk/reward ratio yang telah direncanakan.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Rhie Dx
Biar lebih yakin dikombinasikan sama oscillator juga. Kalau dari pivot biasanya tunggu beberapa candle dulu buat konfirmasi. Soalnya kalau begitu break di R2 langsung open posisi kemungkinan pergerakannya masih kurang jelas jadi ya sama aja mesti wait and see dulu potensinya bakal kayak gimana.
Martin S
@ Rhie Dx:
Selain indikator oscillator bisa juga MACD, dan juga lihat price action misal terbentuknya engulfing candle dsb.
Bumbelbee
ane nubai ngikut saran mastah2 sekalian wae
Sutris Arfandi
mohon bantuan penjelasanx, contoh penyesuaian sl & tp dg pivot sama risk reward rasio seperti apa?
Martin S
@ Sutris Arfandi:
SL bisa pada level support (untuk buy) atau resistance (untuk sell) terdekat dan TP pada level support dari pivot (untuk sell) atau resistance dari pivot (untuk buy) yang terdekat. Seperti pada gambar contoh diatas (gambar ke 2), jika sell pada saat breakout R2, maka SL pada level tertinggi terdekat dan TP pada R1, sedang jika buy saat breakout R1 maka SL pada bisa disekitar level pivot dan TP pada R2.

Heru Siswantoro
Informasi yang bermanfaat, terima kasih pak Martin