Trading Dengan Price Action Dan Level Level Kunci

99583

Level level kunci yang dimaksudkan disini adalah level Support dan Resistance, baik yang statis berupa garis horisontal, atau yang dinamis berupa aluran garis Moving Average.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Level level kunci yang dimaksudkan disini adalah level Support dan Resistance, baik yang statis berupa garis horisontal, atau yang dinamis berupa aluran garis Moving Average. Level Fibonacci Retracement juga termasuk level kunci karena menunjukkan Support dan Resistance.

Seperti telah pernah diulas pada beberapa artikel sebelumnya, trading dengan price action tidak mengandalkan indikator teknikal yang rumit dan kompleks, melainkan hanya pada pengamatan terbentuknya formasi bar-bar pada candlestick yang bisa berupa fakey (false) bar dan inside bar (istilah pada price action). Indikator pendukung yang sering digunakan untuk konfirmasi adalah Exponential Moving average (EMA), karena Moving Average menunjukkan level Support/Resistance dinamis.

Pada artikel ini diulas bagaimana formasi price action yang terbentuk pada level-level kunci akan berpengaruh signifikan terhadap arah pergerakan harga, sehingga kita bisa dengan tepat menentukan titik-titik entry.
Contoh-contoh berikut ini menggunakan time frame Daily, yang sangat dianjurkan untuk digunakan bila kita trading dengan metode Price Action.


Price Action dan Level Support/Resistance Pada Kondisi Pasar Trending

Perhatikan formasi bar yang terbentuk pada level-level support dan resistance (garis merah horisontal) yang tentunya bisa kita gunakan untuk nenetapkan level entry (setelah formasi bar terbentuk) dan level exit target (garis support/resistance).


Price Action dan Level Support/Resistance Pada Kondisi Pasar Ranging (Sideway)

Tampak bahwa formasi bar yang terbentuk pada level support dan resistance (inside bar dan pin bar) cukup valid untuk kita entry. Hanya saja untuk pasar yang sedang ranging atau sedang berkonsolidasi ini kita harus hati-hati dalam menentukan exit target, karena kita mesti mengantisipasi jika kondisi pasar tiba-tiba berbalik berlawanan dengan posisi entry kita dan berubah menjadi strong trending. Disinilah pentingnya risk/reward ratio dalam trading plan.

Ketika level support telah tertembus dengan terbentuknya long-tailed pin bar, maka dua hari berikutnya harga turun tajam dan kondisi pasar menjadi downtrend. Pada saat pin bar ini terbentuk dan support level ditembus, sebenarnya kondisi ranging diatas sudah selesai dan berganti menjadi downtrend. Kita bisa entry Sell pada dua hari berikutnya.


Price Action dan ‘Swing Point’ Pada Kondisi Pasar Trending

Ketika pada pergerakan harga terjadi titik-titik tertinggi atau terendah baru, dan kemudian mengalami koreksi sebelum kembali ke trend semula, maka harga terendah dan tertinggi pada lembah atau puncak koreksi tersebut dinamakan swing pointSwing point penting untuk diperhatikan karena pada titik-titik tersebut akan terbentuk level-level support atau resistance baru.

Swing point pada titik lembah saat uptrend membentuk level support baru. Swing point pada titik puncak saat downtrend akan membentuk level resistance baru.

Perhatikan price action yang terjadi dekat pada titik-titik swing point seperti contoh EUR/USD Daily diatas. Swing point membentuk level kunci (key level) baru, yaitu level support, dan dikonfirmasi validitasnya pada bar-bar yang berikutnya berturut-turut sebagai resistance, support dan resistance lagi.

Price action yang terjadi diwakili oleh dua pin bar yang terbentuk dekat pada level kunci, dan kita bisa entry setelah menganalisa validitas pin bar tersebut dengan benar. Dalam hal ini, level kunci yang terbentuk pada swing point menjadi faktor pendukung utama kedua pin bar tersebut.


Price Action dan Indikator Exponential Moving Average Pada Kondisi Pasar Trending

Indikator Exponential Moving Average (EMA) terutama EMA8 Daily dan EMA21 Daily sering digunakan sebagai konfirmasi price action yang terjadi, terutama dalam kondisi pasar yang trending. Moving Average membentuk level-level support atau resistance dinamis. Perhatikan contoh pada EUR/USD Daily di atas, price action yang terjadi dekat EMA8 dan EMA21 pada kondisi pasar trending (saat uptrend maupun downtrend), yaitu berupa pin bar dan fakey bar yang cukup valid untuk pedoman kita entry.


Price Action dan Event Area Pada Level Support Dan Resistance.

Event area yaitu area di sekitar level support atau resistance yang tertembus (break) akibat event tertentu yang terjadi pada pergerakan harga pasar. Selanjutnya jika pergerakan harga tetap mengacu pada level support atau resistance tersebut, maka event area pada level itu akan sangat signifikan, dan price action yang terbentuk di sekitarnya sangat penting untuk dicermati.

Pada contoh XAU/USD (spot gold) di atas, event area di sekitar level 1,700.00 adalah sangat signifikan dimana price action yang terjadi dengan terbentuknya beberapa pin bar yang cukup valid untuk patokan entry.

Dari contoh-contoh diatas bisa disimpulkan bahwa price action yang terjadi pada suatu kondisi pasar dengan level-level kuncinya sebagai faktor pendukung utama. Baik itu level support/resistance statis (garis horisontal) atau dinamis (Exponential Moving Average), swing point ataupun event area, akan bisa menjadi pedoman yang cukup valid untuk entry market.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Ainun M
Patokannya untuk trending dengan ema, untuk sideways dengan support resistence statis. Bagaimana kalau digunakan secara kebalikanya? Apa ema masih efektif untuk kondisi sideways dan support resistance statis juga bisa digunakan di kondisi trending?
Martin S
@ Ainun M:
Untuk keadaan sideways kurva ema akan cenderung datar, tidak membentuk sudut dan tidak menunjukkan arah trend, tidak ada sinyal yang diberikan kecuali kondisi berubah trending lagi. Support dan resistance statis pada kondisi trending biasanya digunakan untuk menentukan level stop loss atau take profit.
Fatur
@ainun, biasanya ema lebih gag mempan dipasar sideway drpd sr dipasar tren. bnyk crnya pake sr di pasar tren. kl punya level2 kunci bisa diperhatiin pola breakoutx, tp klo sideway dipasangi ema jadinya malah gag jelas, gag ada sinyal yg bisa diambil, entah dr analisa dasar emanya atau dri analisa sm price action ini...
Yoyo Amelio
ranging bs manfaatin rsi, tapi price action kn ga boleh riweh y indikatorx.

cuman terbatas di ma sm support&resisten aja...

memangx kenapa sih kalo trading price action tp juga plot indikator lain selainx ma ato support&resisten? apa misalx kalo sama rsi trus sinyalx price action jd kurang valid gt?
Martin S
@ yoyo amelio:
Sebenarnya penggunaan indikator tidak dibatasi asal tidak terjadi konflik atau interpretasi yang berlawanan karena dalam hal ini indikator hanya berfungsi sebagai konfirmator dan menentukan momentum untuk entry. Price action menunjukkan perubahan sentimen pasar, dan validitasnya tidak ditentukan oleh indikator teknikal.
Niko Wijaya
Sepertinya banyak cara untuk bisa mengkombinasikan price action dengan indikator yang lain. Tapi umumnya cara trading seperti itu fokusnya justru ada pada sinyal indikatornya, bukan pada price actionnya karena pengamatan price action hanya dijadikan sebagai konfirmator dari sinyal yang terbentuk. Bisa jadi trader melihat reaksi harga pada posisi dimana sinyal dari indikator yang digunakan muncul. Padahal jika fokus dipusatkan pada price actionnya bisa jadi peluang trading yang muncul akan lebih banyak. Maka itu selalu ditekankan untuk menggunakan cara trading sederhana karena makin sederhana set upnya, makin mudah pula cara tradingnya. Jika hanya dengan memanfaatkan MA atau garis-garis statis support dan resistance dan menggabungkannya dengan price action saja bisa membawa hasil yang memuaskan, kenapa harus mencari cara lain dengan sistem yang lebih rumit?
Eko Masbro
benerrrr... setuju sama agan @niko wijaya, lebih simpel lebih baik...
sekarang ini dah gak jaman nya cari yg ribet2.... kalo ada yg gampang napa musti cari yg susah?? toh susah gampang sama2 ada resiko gagal...... daripada ngabisin waktu ngutak-atik sistem trading yg ruwet mending belajar trading pake price action aja yg lebih menjamin..