OctaFx

iklan

Trading Dengan Teori Fibonacci (2)

Level-level fibonacci retracement dan extension adalah yang paling banyak digunakan dalam trading guna memprediksi kemungkinan untuk entry dan exit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini adalah lanjutan dari bagian (1) artikel dengan judul yang sama

Dari contoh chart daily sebelumnya kita lihat yang terjadi pada pergerakan harga selanjutnya:

Trading Dengan Teori Fibonacci

Pada hari berikutnya harga bergerak dan berhenti pada level Fibo 0.236 atau 23.6% sebagai supportnya sebelum menembus level tersebut sehari kemudian. Setelah mencapai level 0.382 atau 38.2%, harga menemukan level support yang relatif stabil di hari-hari sesudahnya. Dengan formasi doji pada candlestick sebagai salah satu sinyal, dihari berikutnya harga terus bergerak naik. Jika hanya berpatokan pada level Fibo retracement sebagai support (atau resistance untuk downtrend), maka entry buy pada level 23.6%, stop loss bisa pada 38.2% atau 50%. Untuk entry di level 38.2%, stop loss pada level 50% atau 61.8%.

Contoh 2:
Tentukan level-level Fibo retracement saat pergerakan harga mulai koreksi:

Trading Dengan Teori Fibonacci

Yang terjadi sesudahnya:

Trading Dengan Teori Fibonacci

Dalam hal ini kita baru bisa entry buy setelah harga mengalami penolakan (rejection) pada level 76.4% dari setup price action yang terbentuk.

Contoh 3: masih untuk kondisi uptrend, kita tarik level-level retracement saat mulai koreksi:

Trading Dengan Teori Fibonacci

Dan yang terjadi berikutnya:

Trading Dengan Teori Fibonacci

Sekali lagi kita kita lihat rejection dari pin bar pada level retracement 50% dimana kita baru bisa entry (buy).


Level Fibo Retracement Perlu Faktor Pendukung

Dari 3 contoh diatas bisa disimpulkan bahwa agak sulit jika kita hanya mengandalkan level-level Fibo retracement saja. Walaupun level-level tersebut bisa berfungsi sebagai level support sementara (tidak selalu, tetapi sering), tanpa faktor lain yang mengkonfirmasi level tersebut akan sangat riskan untuk entry, karena:

  1. Tidak ada petunjuk yang mengisyaratkan level retracement mana yang akan jadi support yang valid. Meski level 0.236 (23.6%) biasanya lemah, level-level yang lain juga tidak menjamin sebagai support yang lebih kuat apalagi valid.
  2. Pergerakan harga pasar tidak akan selalu koreksi atau berbalik arah (bouncing) ketika telah menyentuh level-level tersebut, tetapi bisa menembus dan terus turun meski tidak sampai level swing low-nya.
  3. Kita akan kesulitan menentukan level stop loss. Cara yang paling aman adalah beberapa pip dibawah level swing low-nya. Tetapi jika kita trading pada time frame daily atau weekly, berapa risk/reward ratio kita agar diperoleh level target profit yang wajar? Dengan 1:1 pun untuk time frame daily kita mungkin bisa menunggu hingga berminggu-minggu, itupun jika kita tidak salah. Mungkin jika kita masuk di time frame 30 menit atau 15 menit risk/reward ratio kita bisa lebih tinggi dengan waktu tunggu yang tidak begitu lama (jika benar).

 

Fibo Retracement Berlaku Pada Semua Time Frame

Yang juga cukup mengherankan dari teori Fibonacci retracement adalah kaidah ini berlaku pada semua time frame, dari 1 menit hingga monthly (bulanan). Anda bisa mencobanya. Namun sekali lagi, untuk trading hanya dengan mengandalkan level Fibo retracement sangat riskan. Anda perlu indikator teknikal atau faktor pendukung lain untuk konfirmasi.

118721

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Dimas Sukma
jujur saya sangat bingung belajar fibonacci. kalau perlu indikator teknikal pendukung, macamnya seperti apa saja dan bagaimana contoh pemakaian fibonacci + indikator?
Martin S
@ Dimas Sukma:
Bisa dikombinasikan dengan indikator trend seperti moving average dan indikator oscillator (RSI, stochastic, CCI), dan juga MACD. Berikut contohnya pada XAU/USD H4:



Entry buy ketika harga menembus level Fibo retracement 23.6% dan kurva indikator MACD memotong kurva sinyal (warna merah) dari bawah dan garis histogram OSMA berada diatas level 0.0. Stop loss (SL) bisa pada support terdekat dan TP bisa pada level Fibo retracement 50%.

Entry buy lagi ketika harga menembus kurva sma 50 dan menembus level 50% Fibo retracement, dan kurva indikator MACD berada diatas kurva sinyal, garis histogram OSMA berada diatas level 0.0. SL pada support terdekat dan TP bisa pada level Fibo retracement 76.4%.