Trading Forex Dengan Pola Quasimodo (Over And Under)

273249

Pola Quasimodo adalah jenis pola harga di mana muncul serentetan level high/low diiringi oleh higher high atau lower low. Ini merupakan salah satu pendatang baru dalam analisa teknikal, sehingga masih belum banyak dikenal.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pola Quasimodo, atau dikenal juga dengan nama Over And Under Pattern, adalah jenis pola harga di mana muncul serentetan level high/low diiringi oleh higher high atau lower low. Ini merupakan salah satu pendatang baru dalam analisa teknikal, sehingga masih belum banyak dikenal. Padahal, pola Quasimodo cukup sering terjadi, khususnya ketika harga suatu pair forex menyentuh top/bottom, atau ketika harga mulai mengalami koreksi.

 

Apa Itu Pola Quasimodo (Over And Under Pattern)?

Sebagaimana telah disampaikan di atas, pola Quasimodo adalah ketika muncul serentetan level high/low diiringi oleh higher high atau lower low. Pola ini bisa menjadi sinyal sell maupun sinyal buy, tergantung apakah penampakannya di chart sudah memenuhi syarat-syarat pembentukan pola harga.

Namun menurut Profitf.com, sinyal yang ditimbulkan pola Quasimodo tidak bisa jadi strategi trading dengan sendirinya, melainkan merupakan pola confluence yang dapat digunakan untuk mengkonfirmasi bias trader karena probabilitas kesuksesan setup trading yang dipicunya cukup tinggi. Selain itu, pola ini cukup mudah diingat-ingat jika sudah melihat bentuknya di atas chart.

 

Sinyal Sell Pada Pola Quasimodo

Sinyal sell pada pola Quasimodo harus memenuhi beberapa lima syarat:

  1. Trend sebelumnya adalah uptrend.
  2. Harga membentuk level tinggi (high) baru, menurun, lalu membentuk level rendah (low) sementara.
  3. Harga kemudian reli lagi hingga melampaui level high sebelumnya (higher high).
  4. Harga kemudian jatuh untuk membentuk lower low baru.
  5. Harga naik lagi ke level high awal, tetapi tak membentuk higher high baru.

Poin kelima itu adalah level harga yang bisa jadi pemicu di mana posisi sell bisa dibuka. Level Stop bisa dipasang di atas higher high sebelumnya, sedangkan level take profit bisa ditentukan sesuai kehendak trader atau menurut sinyal dari indikator lain.

Berikut dua gambar chart di mana kemunculan pola Quasimodo yang memicu sell:

Pola Quasimodo Sell - Contoh 1

Dalam contoh di atas, trader menggunakan indikator RSI disamping juga memantau pola yang terbentuk dalam pergerakan harga di pair mata uang EUR/NZD chart M30.


Pola Quasimodo Sell - Contoh 2

 

Sinyal Buy Pada Pola Quasimodo

Sebagaimana sinyal sell-nya, sinyal buy pada pola Quasimodo juga harus memenuhi lima syarat:

  1. Tren sebelumnya adalah Downtrend.
  2. Harga membentuk level rendah (low) baru, tapi kemudian berbalik reli hingga membentuk sebuah level high.
  3. Harga kemudian menurun hingga mencapai level rendah baru di bawah level rendah lama (lower low).
  4. Harga kemudian memantul untuk reli hingga level higher high baru, setelah itu jatuh lagi.
  5. Kejatuhan harga kali ini mencapai level low sebelumnya di poin 2.

Dalam hal ini, poin kelima dalam pola Quasimodo bisa menjadi pemicu posisi buy dengan stop loss di pasang pada atau di bawah level lower low (poin 3).

Berikut beberapa contohnya:

Pola Quasimodo Long - Contoh 1
Pola Quasimodo Long - Contoh 2

 

Demikianlah sekilas penjelasan dan beberapa contoh trading forex dengan pola Quasimodo (Over and Under Pattern). Apabila Anda tertarik dengan pola-pola harga lainnya, dapat menyimak artikel tentang Pola Chart Yang Umum Di Pasar Forex atau mengenal tools trading Autochartist yang bisa mendeteksi pola-pola harga secara otomatis.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Vash The Stempede
Mirip dengan konsep kg wave