Trading Forex Itu Sulit, Apa Saja Penyebabnya?

Benarkah trading forex itu sulit? Bagaimana cara agar tidak berpikir seperti itu? Kenali faktor-faktor berikut agar tidak terjebak oleh pemikiran yang merugikan tersebut.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader di luar sana yang selalu gelisah memikirkan cara profit, dihantui dengan ketakutan terkena Margin Call, cemas kehilangan modal yang mereka miliki, dan semacamnya. Karena terlalu banyak beban mental yang ditanggung, muncullah pikiran bahwa trading itu sulit dan menakutkan. Orang-orang yang merasa gagal ini lalu menceritakan nasib buruk mereka, memberikan kesan bahwa sukses dalam trading forex adalah hal yang tidak mungkin dicapai.

Jika mendengar ilustrasi di atas, trader pemula yang baru tertarik untuk terjun ke dunia trading forex akan mengalami keraguan dan bertanya-tanya: apakah trading forex itu sulit? Padahal, banyak juga kisah sukses tentang para trader forex yang berhasil melawan kesulitan-kesulitan tersebut.

 

Penyebab Trading Terasa Sulit

 

Memang benar, trading forex bukanlah hal mudah. Banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk bisa bertahan dalam dunia investasi yang berfokus pada pergerakan pasangan mata uang ini. Tetapi, bukan berarti trading forex itu terlampau sulit hingga mustahil dikuasai oleh para pendatang baru. Sama seperti hal-hal lain, karakter masing-masing individu bisa menentukan tingkat kesuksesan dalam trading forex.

 

3 Alasan Trading Terasa Sulit

Sebenarnya, apa beda trader sukses dengan trader gagal yang berkesimpulan bahwa trading forex itu sulit? Agar tidak terjebak dengan ketakutan dan menerka-nerka sendiri apa saja alasannya, artikel di bawah ini akan menjelaskan apa saja yang menyebabkan trading forex terasa sulit.

 

1. Menggunakan Modal Pinjaman

 

Salah satu prinsip utama saat memulai trading forex adalah: ketahui kemampuan finansial Anda sebelum mulai deposit di akun trading. Jika melakukan trading dengan memaksakan meminjam uang, entah dari bank, perorangan, teman, saudara, atau orang tua, akan ada tekanan psikologis yang menghantui aktivitas trading Anda.

 

Jika tidak bisa mengendalikan tekanan psikologi trading, Anda bisa terjerumus dalam emosi-emosi berbahaya dalam trading. Anda bisa menjadi terlalu bernafsu untuk segera meraih profit besar, atau justru terlalu takut mengambil kesempatan karena khawatir dengan risiko loss. Jika hal ini diterjemahkan dalam kesalahan-kesalahan trading yang bisa Anda lakukan, maka yang terjadi adalah bias dalam membaca pasar, terlalu banyak menaruh posisi tanpa memasang Stop Loss, tidak menentukan target profit karena berharap keuntungan terus meningkat, dan lain sebagainya.

 

Emosi Trading

(Baca juga: Cara Mengatasi Emosi Dalam Trading)

 

Untuk menghindari emosi trading yang berlebihan, sebaiknya pakailah uang Anda sendiri. Dengan begitu, tidak ada beban untuk mengembalikan hutang jika terjadi kerugian. Bila aktivitas trading dimulai dengan dana pinjaman, Anda justru punya beban psikologis tambahan sebelum terjun ke pasar forex. Itu sama saja dengan kalah sebelum bertanding.

Apalagi, semakin banyak broker forex yang menawarkan akun trading dengan deposit kecil, bahkan gratis. Jika Anda sudah mengetahui seluk-beluk dunia trading, bisa mendapat profit yang konsisten hingga dipercaya oleh investor, maka boleh-boleh saja memakai modal dari orang lain untuk melakukan trading. Namun jika Anda adalah pemula yang masih baru belajar, meminjam dana dari orang lain akan memunculkan prasangka bahwa trading forex itu sulit.

 

2. Tidak Punya Sistem Trading

Sebanyak apapun modal Anda, akan terasa percuma jika Anda tidak memiliki sistem trading yang jelas. Itulah mengapa, penyebab trading terasa sulit adalah tidak tersedianya sistemyang mengatur kapan harus melakukan eksekusi, pair forex mana yang akan ditradingkan, ukuran transaksi, dan hal-hal yang akan dilakukan ketika kondisi pasar tidak sesuai dengan prediksi awal.

 

Membuat sistem trading penting

(Baca Juga: Membuat Sistem Trading Handal)

 

Trading forex bukanlah soal easy money. Meraup keuntungan membutuhkan usaha yang terukur dan terencana. Trader yang telah melewati masa-masa ketakutan dan bebas dari pikiran bahwa trading forex itu sulit, tentu bisa memahami bahwa memiliki sistem trading adalah hal yang penting.

Jika hanya mengandalkan insting dan asal klik buy/sell, atau mengikuti sinyal trading tanpa memahami mengapa disarankan untuk melakukan tindakan, perasaan bingung akan selalu menyelimuti Anda. Karena itu, jika ingin menjadikan trading forex sebagai pekerjaan utama, mulailah untuk menjadi mandiri dan tidak terus bergantung pada prediksi orang lain.

Jika sistem trading saja tidak punya, maka jangan heran bila muncul pikiran trading forex itu sulit. Ibarat mengarungi lautan tanpa mengetahui cara membaca peta atau arah angin, trader tanpa sistem cepat atau lambat akan tersesat.

 

3. Melanggar Money Management

Setelah Anda mampu trading dengan modal pribadi dan memiliki sistem yang jelas, hal ketiga yang perlu dilakukan adalah disiplin menjalankan Money Management (MM). Meskipun terdengar mudah, tetapi banyak trader yang lalai dalam penerapannya. Tanpa disadari, hal ini membuat trading forex terasa sulit.

Tidak bisa dipungkiri, MM dalam trading forex memiliki cakupan yang sangat luas dan membutuhkan banyak waktu untuk menguasainya. Sebagai awalan, setidaknya ada 5 aturan yang harus dipahami. Aturan-aturan tersebut adalah:

  • 1% Rule
    Dengan menggunakan aturan ini, Anda diarahkan untuk tidak menaruh lebih dari 1% ekuitas dalam satu posisi trading. Money Management bukan cuma berkaitan dengan berapa modal yang akan dipakai, tetapi juga berapa besar lot dan di mana Stop Loss akan ditempatkan setiap kali buka posisi.
  • Risk/Reward Ratio
    Risk/Reward Ratio adalah nilai yang digunakan oleh banyak trader sebagai perbandingan antara imbal hasil dengan jumlah risiko yang diambil. Rasio ini diperhitungkan secara matematis dengan membagi besar potensi kerugian trader. Dengan menentukan Risk/Reward Ratio yang lebih besar dari 1:1, tingkat profitabilitas bisa senantiasa terjaga, karena kerugian yang Anda peroleh tidak akan melebihi jumlah profit per posisi.
  • Menggunakan Leverage Besar
    Semakin besar leverage, maka makin besar kekuatan margin dalam akun untuk menahan posisi floating, sehingga tidak mudah terkena Margin Call juga. Meskipun terdengar menjanjikan, tapi perlu diingat juga kalau leverage yang besar bisa membuat trader lengah, mengingat peluang Overtrading jadi terbuka lebar.
  • Trading Dengan Spread Rendah
    Dalam trading forex, terdapat pair-pair mayor (yang banyak diperdagangkan), pair-pair minor, dan eksotik (disukai oleh para risk-taker). Jika Anda adalah pemula, disarankan untuk mengambil pair-pair mayor, karena spread-nya relatif rendah, sehingga money management yang perlu diterapkan tidak terlalu rumit.

    Trading pada pair-pair dengan spread yang tinggi, otomatis membuat risiko kerugian lebih besar dan target profit lebih sulit untuk diraih jika belum mengetahui caranya. Sebagai perbandingan, spread pada pair eksotik bisa mencapai 50 pips, sedangkan pada pair mayor hanya serendah satu digit atau bahkan di bawah 1 pip.
  • Menetapkan Target Realistis
    Kebanyakan trader pemula terlalu menggebu-gebu untuk segera menunjukkan hasil trading, sehingga menetapkan target yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Mendapatkan keuntungan sebesar 100% saat baru memulai trading adalah hasil yang hampir mustahil. Faktanya, para trader sukses yang mendapatkan profit besar bermula dari trading dengan ukuran kecil dan target yang realistis. 

Belajar Money Management Forex

(Baca juga: 5 Aturan Money Management Paling Simpel Dan Populer)

 

Kesimpulan

Pemikiran trading forex sulit berasal dari diri sendiri. Jika Anda tahu apa saja hambatan yang sering muncul dan bagaimana cara menanganinya, trading forex akan terasa lebih mudah. Bagaimanapun juga, sukses dalam melakukan trading forex merupakan kombinasi dari kemampuan mengendalikan emosi trading serta kemampuan menganalisa pasar.

Hindari menggunakan modal pinjaman, milikilah sistem yang jitu, serta disiplinlah menerapkan money management yang Anda pilih. Jika Anda suntuk, ambil sedikit waktu untuk beristirahat dengan membaca artikel inspiratif yang bisa mengembalikan semangat trading.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih mendalam seputar trading, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab cara trading berikut.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Tahid
betul,,, sudah berkali2 aku coba keberuntungan di forex, dengan modal pinjaman, awalnya saya profit banyak, karena ingin cepat2 profit banyak saya melipat OP saya tanpa mempertimbangkan MM, artinya saya sudah tidak menaati MM yang saya konsep sebelumnya, walkhasil saya Lose.... kena Stop Out sana Amblaaas semua, itu terjadi bukan satu dua kali, tapi sekarang Alhamdulillah saya sudah bisa mengikuti Market, bertahan di Market Forex dan mendapat Profit yang konsisten, memang benar hanya ada 3 faktor yang menghambat utk profit, kalahkan 3 faktor diatas Go to Action to PROFIT
Septi
setuju. tapi faktor petama lebih tepat kalo soal emosi aja. dana pinjaman emang salah satu penyebab yang bikin emosi nggak stabil. tapi perkara emosional itu sendiri penyebabnya banyak. trader yang pake dana sendiri, pun juga bisa bersikap emosional. ingat emosi yang merugikan dalam ilmu psikologi trading, fear & greed. ketakutan & keserakahan yang bisa disebabkan banyak hal, mulai dari trading sama dana pinjaman sampe kejadian2 setelah close posisi (dapat loss/profit). jadi secara garis besar yang merugikan sikap emosionalnya. nggak semua trader sekarang pake dana pinjaman. tapi nyatanya mereka semua juga pernah dikuasai emosi.
Yandi Yadi
y kykny krn skrg udh hmpr g ada anggapan jd trdr tu msti punya duit bnyk. skrg pk uang 1 dolar ja dah bs buka akun. mlh ada jg yg gratisan pk bonus deposit jg bs trdng. kl dl kn modal mst ratusan smpe ribuan dolar br bs akun. bd sm skrg yg udh lbh fleksibel bwt trdr br yg pngn coba2 dl. walopun bgt trnyt yg pk uang dikit gt ttp ja suka pk emosi. mngkn krn liat kl profit kok cmn dikit, jd s trdr gregetan trus akhirny emosi ja bk posisi gede. ato dr awal ada yg suka ambil leverage tinggi pdhl marginy trbts. emg bnr emosi dtgny bs dr mana ja. mw modal gede, kecil, dpt pinjaman, duit sndr. kl emg dasarny susah kontrol emosi y pst dpt kendala dr situ.
Septi Merdiansyah
contoh yang bagus. adalagi sebenernya contoh pemakaian dana sendiri yang tetep berpeluang kena pengaruh emosi. contohnya trader yang gunain dana kebutuhan pokoknya buat trading. biasanya yang begini belum apa-apa sudah pengen jadiin trading sebagai pekerjaan utama. berharap penghasilan trading bisa jadi penghasilan utama buat menuhi kebutuhan pokok sehari-hari. kalo udah bisa konsisten mungkin nggak apa-apa. tapi kalo masih belum pro bisa bikin stres juga. bayangin dalam sekali loss artinya target penghasilan nggak terpenuhi. kalo ada kebutuhan pokok yang nggak terpenuhi karena loss, makin tertekan jadi tradingnya. jadi selain pastikan itu dana yang dipake adalah dana sendiri, atur juga supaya nggak tercampur sama dana kebutuhan sehari-hari. kalo masih punya pekerjaan tetap yang lebih bisa diandalkan jangan buru-buru ditinggalkan dulu. nasib trader gag menentu kadang bisa profit banyak kadang bisa loss sampe modalnya habis. perlu pengalaman & keahlian baru hasilnya bisa dipercaya buat jadi sumber penghasilan utama.
Surya Laksono
Maaf hanya ingin menanyakan tentang bagian Sehebat apapun trader bila tak memiliki sistem yang teruji, sistem yang konsisten...... saja. Saya rasa bagian tersebut ada sedikit keganjilan, karena biasanya trader hebat adalah yang sudah punya sistem teruji dan profitable. Jika seorang trader bisa menghasilkan profit namun belum punya sistem teruji yang bisa diandalkan, maka secara umum belum bisa disebut sebagai trader hebat. Saya yakin kebanyakan trader juga sudah mengetahui hal ini, bahwa kehebatan trader tidak hanya diukur dari besar profitnya saja, tetapi juga dari kualitas tradingnya yang melibatkan sistem dan cara trading, serta money management.
Iin
tp tetap aja paling menentukan nanti ya profitx itu bisa seberapa banyak.....
sebagus apapun sistem, cara trading, ato mmx tapi kl profitx masih dinilai ndak cukup bagus ya masih meragukan itu kehebatan traderx.. karena profit kan sebagai bukti....
sistem boleh keliatan ok, tapi pasti trader laen pertamax tertarik sama berapa profitx dalam setaun.... gitu
Coy
sebenarnya forex itu mudah tapi masalahnya cuma modal. ada yang pintar main forex tapi modalnya sedikit, ada juga yang oon main forex tapi modalnya banyak