Advertisement

iklan

Trading Itu Membosankan Atau Menegangkan

108687

Melihat dari dekat tentang pekerjaan trader sering identik dengan keadaan transaksi mereka. Tapi keadaan seperti ini membuat trader terkadang jenuh, bosan, tapi juga merasa tegang bila mendadak terkena badai. Nah sebab inilah kita akan mengulas tentang keadaan dimana trader bisa mengalami bosan dan juga bisa mengalami ketegangan akibat ulah dari transaksinya. Cara mengatasinya pun akan diulas dalam artikel ini.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Pekerjaan trader sering identik dengan keadaan transaksi mereka. Keadaan transaksi itu bisa membuat trader terkadang jenuh, bosan, tapi juga merasa tegang bila mendadak terkena badai. Nah sebab inilah kita akan mengulas tentang keadaan dimana trader bisa mengalami bosan dan juga bisa mengalami ketegangan akibat ulah dari transaksinya. Cara mengatasinya pun akan diulas dalam artikel ini.

Trading Itu Membosankan Atau

Menegangkan
Sewaktu sedang trading terkadang kita merasakan terburu-buru ingin open posisi. Misalnya saja sewaktu harga turun tajam kita terburu-buru ingin open posisi sell takut ketinggalan pergerakan. Dan sewaktu harga naik tinggi kita juga terburu-buru ingin open buy takut kehilangan moment. Setelah order dilakukan yang ada malahan jantung berdebar-debar karena takut akan kerugian. Jadinya tidak nyaman sendiri. Ketika floating banyak, akhirnya trader melakukan cut loss. Selesai cut loss? Benar saja harga langsung kembali naik tinggi. Nyesel deh...

Tahukah kenapa ketika Anda buy harga malah turun, dan ketika Anda sell harga malah naik? Sebetulnya inilah yang disebut emosi. Jika Anda mengandalkan logika di dalam trading, hasilnya mungkin tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

Yang mendominasi dalam trading sebenarnya bukan logika, bukan pikiran-pikiran jernih melainkan perasaan. Perasaan Andalah yang mendominasi terjadinya pergerakan market. Jadi, rasa takut, cemas, berani, atau serakah adalah faktor yang bisa menggerakkan market yang sebenanya. Seandainya Anda menggunakan logika di dalam transaksi maka hasilnya akan sangat membosankan.

Membosankan
Kenapa bisa membosankan? Karena trading itu monoton. Anda harus menghitung Money Management, mengikuti sistem dan rulenya. Menghitung pula risiko dan profitnya. Hal itu akan terus Anda lakukan untuk menghasilkan profit yang konsisten. Bukan hanya sekali, namun dilakukan setiap hari terus-menerus.

Ketika ada trader yang mampu bilang lakukan buy di harga 1.20394 atau sell di harga 43.28 maka hal itu menunjukkan logika. Dalam jangka panjang terkadang hal itu meleset, dan tidak sesuai dengan angka-angka yang telah diberikan. Jadi jangan dikira trader profesional mau memberikan angka-angka untuk memberikan ulasan prediksinya. Mereka akan selalu mengatakan "mungkin" atau "dimungkinkan" dalam menyampaikan ulasannya. Karena mereka tahu apa yang diberikannya suatu saat akan salah dan tidak tepat.

Kesimpulan
Trading merupakan hasil dari perasaan yang dilakukan oleh trader di seluruh dunia. Market dibentuk bukan berdasarkan dari logika, namun dari rasa takut, serakah, maupun kekhawatiran orang-orang yang bertransaksi di dalamnya. Andaikan saja logika yang digunakan pada trading, pasti trading itu akan membosankan, namun bila Anda menggunakan perasaan tanpa emosi di dalam forex maka hal itu tidak akan menegangkan.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Ferdi Heri
meskipun pake logika tapi kalo ternyata keluarnya masih mungkin, atau nggak pasti, maka nggak ada yg membosankan dari itu. lagian pergerakan pasar nggak pasti. berita2 yg muncul juga kadang ada yg sesuai ekspektasi, kadang ada yg heboh & mengejutkan. mungkin yg bikin trading jenuh itu pas analisa lama tapi sinyal entri yg terkonfirm g muncul2. ato punya posisi jangka panjang nunggu kena tp nya. tpi karna selalu ada 2 kemungkinan di trading, untung/rugi, maka sepertinya trading nggak akan sepenuhnya jenuh. dikit banyak pasti ada rasa khawatir kalo posisi bakal rugi meski udah sesuai rule. tapi kalo udah merasakan bosan tingkat akut, kaya saran para master mending tutup sementara cari kesibukan yg lebih asik, ato cari motivasi baru lagi. baru kalo udah fresh & semangat balik trading lagi.
Rismanto Tri
Perasaan sm emosi bukanx slalu brkaitan erat? Bgmn cr trdng dgn prasaan tp g emosional? Kl g slh dr ksmpulan yg ane dpt dsni spy trdng g membosankn atau mnegangkn trdngx msti pake perasaan tnp emosi & logika. Kl sprt ini brarti ntar kt pake intuisi atau feeling ja? Dlm hl ini brarti g prlu analisa dong? Mmg boleh kt trdng scr subjektf bgt? Kl akhirx cm dsuruh mngndlkn perasaan knp dr awal kt mst susah2 capek bljr analisa dr awal?
Adi Sofian
Pada tahap awal seorang pemula belajar trading umumnya memang diberi arahan untuk selalu entry berdasarkan sinyal dari indikator, menerapakan money management, dan secara keseluruhan membuat rencana trading serta menjalankannya secara konsisten.

Setelah memahami seluk beluk trading dan mengumpulkan banyak pengalaman umumnya trader profesional sudah bisa mengandalkan instingnya sendiri, terlepas dari apa yang disinyalkan oleh sistemnya. Meski demikian mereka juga tidak lepas seutuhnya dari sistem yang selama ini telah membuat trading mereka berhasil.

Hanya saja, dengan banyaknya pengalaman yang telah mereka kumpulkan mereka juga akan lebih percaya diri untuk bertindak sesuai pengalaman untuk merespon kondisi-kondisi tertentu dalam trading.
Lazim
Setuju sama bang @adi. Walopun kesimpulanny nanti lebih aman kalo pake perasaan tapi kalo belum pro mending dahuluin logika dulu. Plus rasany ndak mungkin para master walopun uda punya instink bagus tapi ndak pake logika sama sekali tradingny. Mereka pasti masih ada logika minimal dalam ngatur mmny. Menetapkan target profit / resiko kan musti logis. Soal emosi ane setuju2 aja kalo ditinggalin, tapi logika gimanapun juga musti dipake. Trading pake perasaan aja bukan investasi tapi judi itu namany.
Adi Sofian
Benar, dalam trading ada hal-hal yang jika dijalankan sesuai logika jadi membosankan, ada yang memang sebaiknya harus tetap dilakukan sesuai logika. Yang terbaik adalah untuk menemukan sendiri bagian mana yang sebaiknya dipertahankan dengan logika, seperti cara entry dan exit, money management, atau komponen sistem yang lain. Dari contoh yang ada selama ini seperti apapun teknik yang digunakan trader profesional tetap akan menggunakan manajamen resiko. Maka dari itu penting bagi trader untuk membangun manajemen resiko yang baik dan dilengkapi dengan perhitungan logis dan realistis.