Trading Selaras Dengan Pasar

135837

Banyak trader merugi karena cara tradingnya tidak selaras dengan pasar. Jadi, bagaimana agar kita bisa bertrading secara harmonis dengan pasar?

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader yang merugi karena cara tradingnya tidak selaras dengan pasar. Setidaknya itulah kesimpulan seorang mentor trading forex Nial Fuller. Selaras berarti sesuai, atau terjadi hubungan yang harmonis. Ada banyak sebab seorang trader menderita kerugian. Untuk menunjukkan alasan yang tepat mengapa Anda merugi atau tidak menghasilkan profit sesuai yang Anda targetkan, berikut beberapa hal yang perlu Anda pahami tentang pasar forex. Dengan pemahaman tersebut diharapkan Anda bisa menyelaraskan cara trading Anda dengan karakteristik pasar.

Trading Forex


Memahami Pergerakan Harga Pasar Yang Acak

Sebagai seorang trader, kita mesti memahami kenyataan bahwa kita tidak akan pernah memperoleh hasil pasti seratus persen pada setiap trade yang dilakukan. Apapun strategi trading kita, pasar didistribusikan secara acak, sehingga hasil trading yang akan kita peroleh juga akan acak. Hal ini berarti kita tidak akan tahu secara pasti hasil dari aktivitas trading yang telah atau yang akan dilakukan.

Inilah masalah yang sering dialami para trader. Sering kali mereka merasa akan bisa profit atau akan loss pada sebuah posisi, sehingga berani untuk tidak menggunakan stop loss, memindahkan level stop loss, atau memperbesar ukuran lot trading (position size).

Sebagai contoh, jika sistem trading kita mempunyai persentasi profit (win rate) 50%, kita tidak tahu trading mana yang akan profit dan mana yang akan loss. Hanya setelah 100 kali trading, kemungkinannya adalah 50 kali profit dan 50 kali loss. Trader yang telah berpengalaman tahu akan hal ini setiap kali trading forex. Mereka tidak terpaku pada hasil setiap trading yang dilakukan, melainkan tetap disiplin dan sabar dalam menerapkan metode dan strategi tradingnya.

Tidak "Melawan" Pasar

Alasan utama yang menyebabkan trader gagal memperoleh profit adalah karena mereka ‘melawan’ hasil trading forex yang akan didapatkan sesuai dengan karakteristik pasar. Mereka mencoba untuk mengendalikan pasar dengan mengatur parameter-parameter yang kadang cukup kompleks hingga menyimpang dari sistem trading yang telah teruji. Meski demikian, hal itu tidak menjamin hasil trading yang akan dilakukannya.

Perlu diingat bahwa sebagus apapun sistem trading yang digunakan, kita tetap tidak tahu apa yang akan dilakukan pasar. Jadi seharusnya kita trading dengan memahami kenyataan ini. Pasar tidak benar-benar nyata dan pasti, dan tidak harus dilawan atau dihindari. Tradinglah sesuai dengan sistem yang telah kita uji sebelumnya, dengan harapan profit (expectancy) yang telah kita ketahui.

Tidak Takut Masuk Pasar

Sering kali trader takut membuka posisi trading untuk menghindari kemungkinan loss. Jika kita telah tahu bahwa pasar tidak benar-benar nyata dan pasti, maka kita tidak harus takut untuk masuk selama kita menerapkan management resiko sesuai dengan rencana dan membuka posisi hanya jika telah muncul sinyal dari sistem trading kita.

Agar bisa trading selaras dengan pasar Anda harus mengetahui kenyataan yang tidak bisa Anda hindari, yaitu:

1. Anda akan mengalami kerugian

Tidak peduli strategi atau sistem trading apa yang digunakan atau besar kecilnya account, kerugian adalah bagian dari trading. Jika ingin sukses dalam trading, maka Anda harus mengetahui kenyataan bahwa frekuensi winning trade yang besar tidaklah menjamin hasil akhir bisa profit. 

Trading Selaras Dengan Pasar

Adalah sangat wajar bagi trader untuk berharap selalu benar dalam memprediksi arah pergerakan harga pasar hingga bisa mendapatkan profit. Namun, benar atau salahnya prediksi arah pergerakan pasar tidak berhubungan langsung dengan kesuksesan seseorang dalam trading forex pada jangka panjang. Yang langsung berhubungan dengan profit Anda dalam jangka panjang adalah faktor risk/reward ratio yang Anda gunakan pada setiap kali entry. Jika angka ratio-nya berubah-ubah, hasilnya juga akan berubah-ubah. Untuk memperoleh hasil akhir yang profitable, risk/reward ratio biasanya ditetapkan lebih besar dari 1, bisa 1.5, 2 atau bahkan 3.

Jika Anda takut mengalami kerugian dan sering memindahkan level stop loss, atau menutup posisi Anda sebelum waktunya tanpa alasan yang jelas maka Anda telah mengurangi persentasi profit (win rate) Anda dan membuat sistem trading yang Anda gunakan kurang efektif.

2. Anda tidak tahu pasti trade mana yang akan profit dan mana yang akan loss

Jika Anda mempunyai sistem trading yang telah teruji dengan persentasi profit 70% selama periode waktu setahun, Anda tidak akan tahu trade mana yang akan profit dan mana yang akan loss, namun Anda bisa berharap bahwa dengan menggunakan sistem tersebut secara disiplin maka dalam waktu setahun Anda akan memperoleh profit setelah sekian kali trade. Perlu selalu diingat bahwa hasil trade sebelumnya tidak ada hubungannya dengan trade yang akan Anda lakukan. 

Setiap posisi yang Anda buka adalah independen karena pasar tidak bergerak dengan aturan tertentu dan tidak bisa dikendalikan. Jika Anda bisa disiplin dan selalu mengontrol diri Anda untuk trading sesuai dengan sistem trading yang telah Anda uji, maka pasar akan memberikan sinyal trading dengan probabilitas tinggi. Dalam hal ini Anda seharusnya membuka posisi hanya jika sinyal telah muncul, dan menghindari over trading.

3. Pasar selalu bergerak tanpa aturan dan tidak bisa dilawan

Tak peduli Anda akan tetap bertahan melawan aliran pergerakan harga pasar atau mengikuti arah pergerakannya, pasar akan tetap terus bergerak dengan membawa Anda serta. Kenapa trader mencoba menahan arah aliran pergerakan pasar? Mereka melakukan itu karena mereka cenderung bermain secara psikologi dengan pasar. Permainan yang paling umum adalah Anda merasa bisa mengendalikan aliran pergerakan pasar walaupun sebenarnya tidak pernah bisa. Anda tidak menyadari bahwa Anda sedang bersusah payah melawan pergerakan harga pasar. Sebaliknya, Anda berusaha untuk terus menerus menemukan cara agar bisa melawan pasar. 

Aliran pergerakan harga pasar jauh lebih besar dari yang Anda perkirakan. Jika Anda mencoba melawan pasar, pasar akan tampak melawan balik Anda, tetapi pasar bukanlah masalah utamanya. Masalah utamanya adalah bagaimana Anda menyikapi aliran pergerakan harga pasar tersebut dengan trading secara disiplin sesuai dengan strategi dan sistem yang telah teruji.

Dengan memahami karakteristik pasar forex dan kenyataan tersebut ditas, Anda akan bisa trading selaras dengan pergerakan pasar.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Raharjo
ooohh jadi begini yaa master martin.. .pantes aku gak pinter-pinter di forek..lha wong pikiran e hanya profit & pasti profit..waa kacau pola pikir e. nah nek gitu sebenernya kita gak usah terlalu ruwet bikin aturan trading kita ya master. maksudte gak usah pake sekomplit-komplitnya indi & sinyal ya? lha trus nek gitu apa artinya faktor fundamental lebih berperan di forek daripada faktor teknikal? apakah fundamerntal itu sama dengan arah pasar? kata orang-orang yang udah senior. pada saat moment fundamental itulah pasar nya rame lha kalo kita harus selaras pasar kan berarti kita harus ngikutin fundamental sebagai faktor penentu arah trading kita? begitukah maksudnya master martin? mohon dicerahkan isi otakku ini..tengkiyu berat.
Renren
msh kurang ngerti dengan tidak melawan pasar. mana kita tau kita trading melawan pasar atau tidak.
Xeeees
yaaa liat trend bung. coba agan baca juga berita - berita yang ada. misalnya interest rate negara USA menurun sehingga menyebabkan pelemahan, tterus gara - gara dampak suku bunga itu harga melonjak tinggi.. berarti otomatis trendnya naikk.. yaa ambil posisi yang searah dengan posisi naiknya itu
Abidin Eka
Kalau yang dimaksud disini itu tidak melawan pasar dari hasil sebelumnya ya belum tentu juga bisa diandalkan. Justru karna pergerakan pasar yang ga pernah menentu itu kita ga pernah tahu apa pergerakan akan mengikuti hasil sebelumnya atau tidak. Belum jelas juga yang dimaksud disini tren pasar yang mana, yang sebelumnya atau yang terjadi ketika akan open position.. pada akhirnya kita juga ga akan tahu tren pasar yang sesungguhnya kecuali jika sedang terjadi bullish atau bearish yang sangat tajam. Lha kalo yang terjadi sideways terus namanya tren apa dong?
Purnama
@abidin: pas sideways ya jgn buka posisi gan klo mau aman... hehehe
Abidin Eka
Kalau sideways sebenarnya lebih mudah karena bisa dianalisa dari level support dan ressistance. Omong2 tentang level2 itu, kalau open position dari puncak level support atau poin terbawah resistance untuk memperkirakan bounce apa namanya juga melawan pasar? Kalo mengikuti tren kan berarti harus memperkirakan terjadi breakout dong, padahal itu lebih sulit diperkirakan daripada bounce di level support dan ressistance
A.w
Barangkali lbh baik klo g melawan strategi trading pribadi krn hsl trading yg muncul g sesuai hrpn. klo sdh teruji sblmny lbh baik diprthnkn mskipun g selalu profit trus. krn pd dsrny trading di forex rawan loss. semua trader pst prnh ngrasain tanpa trkecuali
Fendi_akb
setuju dech, kecenderungan melawan tren pasar emang biasanya muncul dari trader2 yang suka merasa tertantang n suka sok2an. padahal pasar sama sekali g ada yang bisa ngatur, jangankan orang2 kecil kyk kita, bahkan insitusi2 yg lebih besar aja juga bukan pihak yang menentukan pergerakan nilai mata uang di pasar koq.
Martin S
@ raharjo: Mas Raharjo, saya bukan pemain catur lho, master itu gelar untuk pemain catur, ada master international, ada grand-master..... Dalam trading forex faktor fundamental dan teknikal sama-sama penting dan porsinya sama, tetapi yang lebih penting adalah money management-nya Mas, jadi gimana kita mengendalikan resiko. Kita berani rugi berapa terus maunya untung berapa. Meskipun kita mahir analisa fundamental dan teknikal kalau nggak bisa me-manage resiko maka akan jebol juga karena pasar itu tidak pasti, dan resiko itu selalu ada. Yang dimaksud selaras dengan pasar pada artikel ini adalah kita tidak melawan pasar, misalnya kita trading sesuai dengan trend, tidak melawan arah trend. Saat rilis berita fundamental memang volatilitas pasar tinggi, tetapi tidak menjamin kita mesti profit sekalipun sudah entry sesuai dampak berita yang dirilis, kecuali kalau kita tahu pasti arah sentimen pasar saat itu. Sentimen pasar tidak bisa ditebak Mas, dan faktor fundamental bukan penentu. Yang menentukan keberhasilan dalam trading adalah money management, pengendalian emosi, disiplin dan konsisten.
Berada
salam kenal pak martin..saya sudah baca dari urutan 1 dan 2. saya menyimpulkan begini: 1. Kita harus punya sistem yang dalam demo kita bisa menang >dari 60%
(alasannya adalah kalo kita kena distribusi acak yang 40% loss itu di awal trading, kita masih bisa berharap ada peluang profit 60%) 2. Kita harus pasang rasio profit:loss > 1.5:1 (alasannya adalah kalo kita kena loss berturut2 di distribusi acak diatas, kita masih bisa dapet untung dari itungan diatas kertas) mohon pencerahannya pak martin..apakah sudah benar logika itungan saya ini?
Martin S
@ berada:
Ya, bisa saja, tetapi perlu diperhatikan juga angka harapan profitnya. Jadi kita tahu perkiraan besarnya profit (dalam besaran uang) yang bisa kita harapkan pada sejumlah trade yang telah kita lakukan. Untuk itu bisa dibaca di: Risk Reward Ratio Dan Harapan Profit. Selain itu harus selalu menggunakan managemen resiko yang obyektif dan tidak harus terpaku pada satu trade, melainkan melakukan evaluasi setelah beberapa kali trade.
Berada
pak martin terimakasih masukannya. Saya sudah baca artikel saran pak martin. Masih ada pertanyaan lagi pak. Kita nentuin jumlah trade dari suatu back test kenapa harus minimal 50 x atau 6 bulan? Apakah jika kita lakukan kurang dari itu..sistem yang akan kita pake sudah dikategorikan tidak layak?
Martin S
@ renren:
Melawan pasar artinya posisi yang kita buka melawan arah pergerakan pasar, misalnya pasar sedang bergerak uptrend kita buka posisi sell, dan sebaliknya pasar lagi bearish kita nge-buy.

Bagaimana tahunya pasar lagi bergerak uptrend atau downtrend, atau sedang konsolidasi (bergerak sideways)? Pakai indikator. Ada beberapa indikator untuk mendeteksi trend seperti moving averages (MA), MACD dan ADX, ada yang langsung mendeteksi keadaan sideways seperti indikator oscillator (RSI, stochastic, CCI dsb).

Jadi sebelum masuk pasar Anda harus tahu dulu kondisi pasar sekarang, dan jangan dilawan kalau mau aman.
Martin S
@ Abidin Eka:
Pergerakan harga pasar ada 2 kemungkinan: trending atau ranging (sideways), jadi kalau tidak sedang trending tentunya sideways.Bagaimana tahunya pasar sedang trending atau sideways? Pakai indikator. Ada indikator untuk trend seperti moving averages, MACD dan ADX, ada yang cocoknya untuk sideways seperti RSI, stochastic (indikator oscillator. Kalau Anda pakai strategi bouncing ketika pasar sedang sideways itu tidak melawan pasar, malah Anda ngikutin maunya pasar. Kalau pasar sedang sideways hindari menggunakan strategi breakout, karena strategi tsb hanya untuk pasar yang trending. Bagaimana mengetahui pasar akan berubah dari sideways ke trending? Pakai indikator atau mengamati formasi price action-nya. Sebagai referensi bisa baca di artikel ini.
Martin S
@ berada :
Untuk mendapatkan sample data yang cukup. Idealnya Anda bisa coba dalam 100 kali trade, misal hasilnya 60 kali profit dan 40 kali loss berarti persentasi profit atau winning trades (W%) Anda adalah 60%. Dengan sample data yang kurang tentu hasilnya juga akan kurang akurat. Sedang waktu 6 bulan itu relatif, tujuannya adalah untuk penerapan pada kondisi pasar yang berbeda-beda, mungkin 2 bulan pertama trending, bulan berikutnya sideways dsb. Mungkin 3-4 bulan juga sudah cukup, tetapi kalau terlalu sebentar akurasinya juga kurang.
Berada
ooohh..jadi intinya adalah untuk mengetahui seberapa bagus sistem kita untuk semua kondisi market kan pak? Tapi apakah ada, suatu sistem yang cocok di semua market? Atau ini hanya sebagai filter untuk nentuin profitable sistem kita dikondisi pasar yang mana..gitu kah pak?
Martin S
@ berada:
Satu sistem yang cocok untuk semua kondisi market tidak ada, jadi Anda harus tahu dulu kondisi pasar sedang trending atau ranging (sideways). Kalau lagi trending pakai strategi A (misalnya), dan kalau sideways pakai strategi B. Ada software yang bisa otomatis melacak kondisi pasar, jadi maksudnya software tsb mendeteksi trend duluan (misal dengan indikator ADX), kalau ternyata sideways dia otomatis jump ke program yang untuk sideways dan kalau ternyata trending tetap di program yang untuk kondisi trending. Kalau Anda trading manual (tidak pakai robot atau software), maka Anda harus punya 2 strategi dalam satu sistem yaitu untuk kondisi trending dan sideways (ranging).
Jono Hairul
Memang susah bener nih dunia forex. Susah dapat kepastiannya. Kita dah punya cara yang prosentasenya besarpun tetap nyangkut di distribusi acak.
Dani
Lho harusnya ini jadi keasikan tersendiri kan mas? Kalau semua ketahuan hasilnya atau kepastiannya, saya yakin malah gak banyak yang terjun di industri keuangan ini. Kalau saya sih melihatnya justru ini pinternya orang luar sono, bikin sistem jual beli yang membuat orang makin penasaran.
Ronald Garing
Ya tapi kepandaian mereka justru malah dimanfaatin buat ngadalin kita-kita gini bro. Yang gak ngerti kalo forex itu banyak intrik-intriknya kan kasihan.
Febri
Salam kenal para guru sekalian, mohon masukan seperti apa sebenarnya dunia perforekan itu. Maklum baru saja tau tentang peluang mendapat penghasilan berupa dolar dari jual beli online mata uang. Apakah untungnya benar-benar bisa berlipat-lipat dalam waktu singkat?
Martin S
@ Ronald Garing:
Di pasar forex tidak ada insider trading seperti halnya pasar saham, dan juga pasar forex tidak ada bursa yang terpusat seperti di saham, jadi pelaku pasar tidak bisa saling mengadali atau main intrik-intrikan. Kalau gagal atau rugi akibat trading forex itu kebanyakan disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan informasi pasar. Trader seharusnya banyak belajar mengenai skill dalam trading dan selalu mengikuti informasi agar bisa memahami pergerakan harga.
Martin S
@ Febri:
Kalau Anda ingin trading jangka panjang sebaiknya tidak mengharapkan untung banyak dalam waktu singkat, tetapi usahakan untuk untung konsisten dalam jangka panjang. Sudah banyak trader yang bisa mencapainya.

Martin S
@ Jono Hairul:
Gunakan money management yang proporsional (disesuaikan dengan dana Anda), terutama risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1, jangka panjangnya akan profitable.
Yoanita
Jangan-coba-coba trading..gan. Ini mainan orang punya nyali dan duit nganggur. Kalo cuma punya duit  seciprit bisa-bisa langsung amblas
Fikri S
Kalo gitu..belajar donk bro. Semua kan ada ilmunya. Seacak-acakannya suatu keadaan pasti ada polany. Pegang aja informasi atau keadaan yang jelas kita alami kalo trading. Misalnya macam yang dibilang penulis di atas. Kita pasti rugi tapi gak tau kapan bakal kena nya. Ini bisa kita hitung pake duit modal kita dibandingkan dengan nilai kerugian yang brani ditanggung. Nah kalo udah gitu tinggal ukur nyali masing-masing. Kalo mo tenang pake lot mikro. Beres kan?
Tomi Ay
Walau udah punya sistem teruji tapi kog tetep masih suka deg-deg an ya?..hehehe
Jeki
Kurang latihan itu bos. Banyakin main di demo. Biar terbiasa ngalami banyak kerugian. Kalo dah gitu ntar baru masuk pake akun mikro dan lot terkecil. Jangan buru-buru masuk pake modal besar dan lot gajah. Semoga bermanfaat
Martin S
@ Tomi Ay:
Kalau memang sistemnya sudah teruji dan profitable tidak perlu khawatir, karena dalam sistem tsb tentunya sudah termasuk money managemnent sesuai dengan yang Anda inginkan.