iklan

Trading Teknikal Ala John Murphy (2)

Tidak hanya soal identifikasi trend, aturan trading teknikal John Murphy juga menyoroti pentingnya support resistance, garis trend, dan garis Moving Average.

iklan

iklan

John Murphy lebih mengutamakan arah pergerakan harga atau trend dalam menerapkan analisa teknikal. Setelah mengidentifikasi arah trend secara garis besar dan mengetahui pergerakan harga saat ini, berikut adalah langkah-langkah lanjutannya:

 

3. Menentukan Level Terendah Dan Level Tertinggi

Setelah menentukan arah trend, selanjutnya tentukan level support dan resistance. Yang paling pas untuk membuka posisi buy adalah pada level yang dekat dengan level support terakhir. Sebaliknya, untuk membuka posisi sell, sebaiknya pada level yang mendekati level resistance terakhir.

Jika level puncak resistance telah ditembus (break), maka biasanya level lembah arah baliknya (koreksi) adalah level support baru terdekat, dan garis Downtrend sebagai garis resistance berubah sebagai support. Level puncak sebelumnya menjadi level lembah yang baru; dan sebaliknya untuk level support yang telah ditembus, level lembah sebelumnya menjadi level puncak yang baru.

Trading Teknikal Ala John Murphy

 

4. Mengidentifikasi Kapan Trend Akan Berbalik Arah

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui perbedaan antara retracement dan reversal. Arti keduanya sama, yaitu pembalikan arah pergerakan harga. Namun, retracement bersifat koreksi dengan arah trend utama yang tetap sama, sedang reversal adalah pembalikan arah trend utama.

Retracement yang terjadi pada time frame jangka panjang bisa berarti reversal pada time frame yang lebih rendah. Baik retracement atau reversal ada batas atau ukurannya, biasanya dinyatakan dalam persentase dari keseluruhan batas-batas level (range) harga pada trend utama.

Dalam pasar riil memang selalu terjadi retracement dan reversal seperti yang diuraikan dalam teori gelombang Elliot (Elliot Wave). Anda bisa menentukan persentase koreksi dengan sederhana, biasanya 50% dari range harga pada trend utama, dengan minimum sepertiga (33.3%) dan maksimum dua pertiga (66.7%) dari range harga trend utama.

Kaidah retracement Fibonacci yang sangat populer menyatakan bahwa level-level retracement selalu terjadi pada 38.2%, 50%, dan 61.8% dari range harga trend utama. Saat terjadi retracement pada Uptrend, John Murphy menganjurkan jika ingin membuka posisi buy sebaiknya pada area antara 33%-38% dari range harga trend utama.

 

5. Menarik Garis Trend Pada Titik-titik Penting Arah Pergerakan Harga

Titik-titik penting arah pergerakan harga Uptrend adalah minimal 2 titik support yang berdekatan, dan untuk Downtrend minimal 2 titik resistance yang berdekatan. Garis Uptrend ditarik dengan menghubungkan 2 titik support terdekat, sedangkan garis Downtrend ditarik dengan menghubungkan 2 titik resistance terdekat.

Garis trend adalah alat analisa teknikal yang paling sederhana tetapi efektif. Biasanya garis trend sulit untuk ditembus, dan garis trend bisa dianggap cukup valid bila telah tersentuh oleh pergerakan harga minimal sebanyak 3 kali. Makin panjang sebuah garis trend dan makin sering diuji, maka akan semakin kuat dan penting. Garis trend yang telah ditembus (break) biasanya mengisyaratkan akan terjadinya pembalikan arah trend.

 

6. Mengikuti Arah Garis Moving Average

Sebenarnya, indikator Moving Average yang menggunakan metode Simple (SMA) maupun Exponential (EMA) sudah bisa memberikan sinyal trading yang obyektif. Hanya saja, sifatnya selalu terlambat (lagging). Indikator ini tidak memprediksi arah trend selanjutnya, hanya memberi petunjuk keadaan trend saat ini sedang naik (Uptrend) atau turun (Downtrend). Trader sering terjebak saat pasar sedang sideways (ranging), sehingga dianjurkan untuk melihat arah trend pada time frame yang lebih tinggi sebagai acuan trend utama.

Moving Average juga berlaku sebagai level support atau resistance dinamis. Cara yang populer untuk mengetahui sinyal trading adalah dengan menggunakan kombinasi 2 Moving Average dengan periode yang berbeda. Sinyal trading terjadi jika garis periode yang lebih kecil memotong (cross) garis periode yang lebih besar. Dengan mengikuti arah garis Moving Average, maka Anda bisa trading sesuai dengan arah trend (trend-following).

Trading Teknikal Ala John Murphy

Beberapa kombinasi Moving Average yang populer antara lain: SMA4 dan 9 Daily; SMA9 dan 18 Daily; SMA5 dan 20 Daily; SMA8 dan 21 Daily, SMA40 dan 100 Daily; dan SMA144 dan 200 Daily.

109480

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Fx Nubi
ane dapet pengetahuan baru, kalo reversal pada time frame rendah itu bisa jadi retracement pada time frame tinggi
Martin S
@ Fx Nubi:
Biasanya begitu, tetapi sebaiknya dikonfirmasi dengan melihat pada time frame yang lebih tinggi, kalau tidak menembus level-level Fibonacci retracement-nya berarti memang hanya koreksi (retrace), tetapi kalau tembus level 100% Fibo berarti kemungkinan terjadi pembalikan arah trend (reversal).
Novian Dwi
klo sdh th level2 support & resistannya , & juga kpn tren akn brbalik arah, mngp ms perlu utk menarik grs tren pd titik2 pntng arah prgrkn hrga?
Martin S
@ Novian Dwi:
Justru untuk mengetahui level-level support dan resistance kita perlu tarik garis trend. Kalau garis trend ditembus kemungkinan bisa berbalik arah atau retracement (koreksi).
Robot2an
definisi uptrend dan downtrend seperti tadi tersebut mungkin secara sekilas mudah kita kenali secara kasat mata. Namun jika digunakan dalam mengaplikasi trading strategi ke robot EA bisa jadi kriteria-kriterianya bisa kita jadikan sebagai panduan  dalam entry dan exit position
Gandhi
maskudnya gimana yah? saya bingung dengan kalimatnya situ. ini kan artikel bukan untuk robot? 
Martin S
@ Robot2an:
Robot trading dibuat berdasarkan program, dan memang ada program yang dibuat untuk mengetahui arah trend. Dan kalau Anda trading dengan robot tidak usah pusingin kapan harus entry dan exit, itu semua robot yang mengatur. Anda hanya menentukan mau loss berapa dan profit berapa.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone