OctaFx

iklan

Ubah Emosi Anda Sebagai Indikator Trading

Masalah dalam bertading muncuk ketika emosi mulai tidak terkontrol hingga tidak dapat menghitung dengan tepat. Hal inilah yang menjadi bagian tersulit ketika menjadi seorang trader.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Bagaimana perasaan Anda?
Apakah telapak tangan Anda berkeringat saat Anda Open Position trading terakhir?
Apakah jantung Anda berdebar sepanjang waktu saat Anda memiliki trading size besar?
Apakah Anda trading untuk kesenangan ataukah untuk menghasilkan uang?

Ubah Emosi Anda Sebagai Indikator

Bagian tersulit dari trading bukanlah hitungan matematika, bukan pula pengembangan metodologi yang baik dan sistemnya. Manajemen risiko sendiri tidaklah sulit. Masalah muncul ketika adrenalin kita dipompa begitu penuh sehingga tidak bisa menghitung matematika dengan tepat.

Kita dipenuhi kebanggaan hingga kita tidak bisa mengikuti sistem dan tidak mampu memotong kerugian (cut loss). Ego kita mengabaikan manajemen risiko dalam upaya yang putus asa untuk "mendapatkan kembali uang yang hilang" dalam satu kali trading.

Masalah dalam trading tidak terbatas "di sini". Hal ini juga berasal dari situasi di mana kebanggaan, takut, serakah, tidak diragukan, malu, dan stres semua berusaha untuk keluar memberi tawaran satu sama lain untuk dapat mengontrol tindakan Anda selanjutnya.

Emosi bukanlah kelemahan, jadikan ia sebagai protektor dan komunikator. Kita membutuhkan logika, pikiran, dan emosi mengalir dengan benar untuk memiliki karir trading yang seimbang dan sehat.

Ubah Emosi Anda Sebagai Indikator
Jadikan ketakutan sebagai pemicu kemampuan Anda untuk merespons secara efektif terhadap situasi baru atau perubahan yang mengandung ketidakpastian dan bahaya. Jika Anda takut atau tidak memiliki percaya diri dalam metode untuk win dalam jangka panjang, maka emosi Anda akan memberitahu Anda agar tidak trading terlalu besar . Anda perlu untuk trading pada dengan ukuran yang proporsional dan mampu Anda targetkan profitnya serta dapat Anda tanggung kerugiannya.

Anda perlu menguji metode Anda dan belajar dari orang lain yang pernah berhasil trading dengan metode/gaya trading tersebut. Anda juga perlu kepercayaan diri dalam trading Anda. Stres hanyalah sebuah respon ketakutan yang mencoba untuk mengaktifkan dan mempersiapkan Anda untuk menghadapi perubahan dan ketidakpastian.

Ada stres yang baik dimana Anda mampu menjadikannya sebagai penyemangat dan pembentuk mental positif. Namun ada pula stres negatif yang hanya mampu membuat kondisi mental Anda semakin memburuk. Untuk mengatasinya, Anda harus trading pada tingkat dimana Anda tidak kewalahan. Kadang-kadang yang terbaik adalah aksi ambil untung jika reaksi pasar atau volatilitas membuat Anda bingung ke titik dimana Anda benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Ego kita adalah penghalang terbesar kita sendiri, ia mencegah untuk tidak cut loss karena itu berarti salah, ia benci mengaku salah. Ia adalah ego yang baru ingin berhenti setelah loss beruntun karena rasa malunya. Jadikan ego untuk membuat kita tetap aman dan keluar dari bahaya. Kita harus memiliki ego bahwa trading adalah bisnis sehingga win dan loss tidak berpengaruh pada harga diri kita. Market hanyalah sedang tidak kondusif untuk metode kita.

Beberapa emosi sengaja menghambat kemampuan kita sehingga mengikuti jalan yang salah dan melakukan hal yang salah dengan modal trading kita. Untuk benar-benar tumbuh menjadi trader yang kita inginkan kita harus naik sedikit demi sedikit dan menang pada tingkat yang lebih kecil dari modal yang ada - sebelum pindah ke tingkat berikutnya. Kita dapat menguji trading di akun demo untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa trading forex kita akan berhasil sebelum kita mulai dengan uang sungguhan.

Emosi selalu membawa pesan. Ketika emosi Anda disambut dan dihormati, ia bergerak dengan mudah dan cepat-ia muncul dalam menanggapi situasi nyata, ia berkontribusi secara tepat untuk menjawab apa yang Anda butuhkan, dan kemudian ia mundur setelah Anda bereaksi terhadap pesannya dengan penyesuaian dalam tindakan.

Emosi bukanlah hal yang menyiksa Anda, Jadikan ia sebagai tool, panduan, proteksi, dan sekutu Anda. Apabila Anda merasakan emosi yang sangat kuat dan mendorong Anda untuk meyakini bahwa ada sesuatu yang benar-benar salah, Anda perlu mencari tahu apa itu dan memperbaikinya. Jika Anda tidak mampu mengelola emosi, Anda tidak akan mampu bertrading.

Asaeri sudah mengenal trading forex selama bertahun-tahun, kemudian menyadari kurangnya referensi bacaan mengenai trading di Indonesia. Oleh karenanya, Asaeri suka membuat ulasan mengenai pentingnya tata psikologi dan inspirasi-inspirasi lain bagi trader nusantara.


Koeswandi
kadang mengendalikan fear dan menjadikannya sebagai pengaman trading itu lebih gampang daripada mengatasi greed. dengan fear kita bisa jadikan itu sebagai pengingat untuk selalu membatasi resiko, sedangkan dengan greed kita diharuskan untuk membatasinya, yang mana sedikit sulit karena kebanyakan kita sendiri tidak sadar kalau kita sedang dikuasai greed. bisa jadi ketika kita sedang mangkir dari sistem untuk mendapatkan yang lebih banyak, kita menganggap diri kita sedang mengikuti sinyal yang sedang terlihat valid atau tidak membuang-buang kesempatan yang ada. padahal itu semua bisa jadi lebih disebabkan oleh greed yang sedang menguasai diri kita.
Herman Yui
Jd kl lagi takut itu lbh gmpng kerasa n ketahuan ketimbang pas kita lg serakah?
G heran sih, emag kalo orientasinya ke profit itu manusia cenderung sering lupa diri... hehehe
Trus gimana dong caranya sadarin diri kalo lagi 'serakah-serakahnya'?
Koeswandi
solusinya adalah disiplin. sistem itu dibuat untuk menjaga trader akan bisa terus disiplin dengan metode yang sudah disusun dalam sistem. ketika trader sudah ada niatan untuk bertrading di luar jalur sistem, maka itu bisa dijadikan tanda peringatan. lebih baik segera review lagi, apa yang mendasari keinginan untuk melanggar disiplin trading, apa karena ingin membalas kerugian sebelumnya, atau ingin memanfaatkan kondisi harga yang sedang trending untuk menambah keuntungan, jika ya, maka greed sudah berperan dalam pengambilan keputusan trading. jika trader bisa menepis keinginan untuk melakukan hal itu, maka ia dikatakan sudah bisa mengendalikan greednya. jika ternyata trader tetap meutuskan untuk melanggar sistemnya sendiri, maka itu menandakan bahwa trading tersebut sudah dipengaruhi oleh faktor greed.
Erdi Saputra
Tapi enggak semua trading yg menyimpang itu karena serakah gan, ada juga trader yg dalam kondisi tertentu terpaksa menyimpang. Bahkan trader yg suda master malah kebanyakan trading sesuai intusi, enggak selalu terpaku sama sistem, mereka juga kebanyakan punya rencana khusus buat antisipasi resiko & memaksimalkan kesempatan profit yg bisa muncul sewaktu-waktu.
Ilyas Si Bond
setuju sm beberapa opini di atas ane... mau jadikan emosi sebagai indikator pembantu, pertama2 trader mesti sadar dulu kalo lagi emosi.... nah kalo dianya aja gak sadar lagi dikendaliin sama emosi, mana bisa dia manfaatin sebagai indikator.... sebagai manusia yg penuh ego, menurut ane bagian tersulit dn mungkin butuh proses terlama itu bagian memahami emosi sendiri.... kapan trader mau mengakui kalo dia lg gak berpikir logis... masalah menjadikan itu sbg pendorong cara trading yg lebih baik itu sih gampang aja... nyadarinya yg butuh proses dan tanda2 tertentu....
Rudi I
Terasa sekali .. Memang susah sekali melawan nafsu ..sekarang saya coba menerapkan 5 x trus udahan