Unsur Terpenting Untuk Mencapai Sukses Dalam Trading

100460

Dalam semua aspek kehidupan ada pemisah antara yang menang dari yang kalah. Apa unsur penting ini dalam trading forex?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam semua aspek kehidupan, ada pemisah antara yang menang dari yang kalah, yang sukses dari yang belum sukses, dan yang telah berhasil mencapai sasaran dari yang belum. Kemampuan untuk membuat rencana dan tidak mengambil keputusan dengan emosional adalah cara untuk mengatasi masalah kehidupan seseorang dan dalam berhubungan dengan orang lain. Satu hal yang penting dan lazim dimiliki oleh mereka yang telah mencapai sukses dalam kehidupannya adalah bahwa mereka mempunyai kesabaran. Ya, kesabaran juga hal penting yang seharusnya dipunyai dan dibentuk dalam kehidupan seorang trader forex. Duduk dan mencermati pergerakan harga pasar hingga nampak setup sinyal untuk bisa membuka satu posisi trading dibutuhkan kesabaran, yang membedakan trader pemenang dari yang kalah.

Kesabaran adalah sifat atau watak manusia yang membedakannya dari jenis species lain. Ketika kita menerapkan kesabaran dalam berfikir, kita telah menggunakan bagian tertentu dalam otak kita yang berhubungan dengan perencanaan dan prediksi, sebaliknya jika kita menerapkan emosi dalam berfikir kita menggunakan bagian otak yang memang dirancang untuk situasi menyerang, menghindar dan melarikan diri.

Unsur Terpenting Untuk Mencapai Sukses                                                                                                                 


Trader yang mempunyai kesabaran lebih cepat mencapai hasil yang memadai.

Banyak trader yang tidak berbuat apa yang seharusnya untuk mencapai profit dalam tradingnya. Mereka trading dengan kurang sabar atau bahkan tidak sabar untuk memperoleh profit yang instant karena persepsi yang keliru tentang konsep ‘mencetak profit dengan cepat’ dalam trading forex. Mereka tidak memperkirakan apa yang akan terjadi pada account tradingnya satu atau dua tahun kemudian jika trading dengan mengutamakan cara yang emosional.

Trading forex adalah sebuah proses belajar yang panjang dan bukan instan. Pada umumnya, diperlukan waktu pembelajaran paling tidak setahun, bukan selama seminggu atau bahkan sehari. Dengan menyadari bahwa kita harus sabar dalam menunggu setup trading yang benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi pasar sehingga kita tidak over-trade, dan dilakukan berulang kali, terus menerus, yang pada akhirnya akan tampak pada account trading kita yang berkembang lebih cepat dibandingkan jika kita trading dengan cara emosional, yang cenderung ‘memaksakan kehendak’ pada pasar untuk mengikuti setup trading kita. Anda bisa mencoba cara ini dalam setahun dan account Anda akan lebih berkembang ketimbang Anda trading dengan cara yang cenderung over-trade dan emosional.


Kesabaran membuat metode trading bekerja dengan baik.

Apakah Anda memindahkan stop loss atau menggeser target profit beberapa kali setelah membuka posisi ?, atau Anda stop dan keluar pada break even hanya karena melihat arah pergerakan harga yang melawan prediksi Anda ? Jika itu yang Anda lakukan maka sebetulnya Anda telah mencoba untuk mengontrol pasar dan secara otomatis akan memperkecil probabilitas metode trading yang sedang Anda gunakan. Sebuah metode trading yang baik biasanya dibuat dan disesuaikan dengan kondisi pergerakan harga pasar, bukan untuk mengontrol pasar. Dengan dikombinasikan dengan trading plan dan money management yang tepat akan membentuk sebuah strategi trading yang baik. Memang suatu ketika kita perlu menggeser level stop loss atau target profit untuk memaksimalkan hasil trading dalam kaidah money management, misalnya cara averaging atau pyramiding (telah pernah dibahas dalam rubrik ini), tetapi harus dengan cara yang benar dan proporsional.

Jadi faktor kesabaran sangat dibutuhkan agar metode trading yang dikombinasi dengan money management berjalan dengan semestinya. Sebaiknya kita melihat dengan sabar bagaimana pasar merespon setup trading dan risk/reward yang telah kita terapkan tanpa intervensi.

Misalnya kita set risk/reward ratio = 1 : 2, jika risk = $100, maka reward = $200.
Kita punya 2 posisi yang berpotensi loss, dan kita geser level stop loss ke breakeven sebelum terjadi, sehingga hasil untuk 2 posisi ini = 0. Ada 2 posisi lagi yang berpotensi profit, tetapi kita juga memindahkan level target profitnya ke breakeven karena mungkin over-analyze dan melakukan intervensi, sehingga hasilnya juga = 0. Jadi total = 0.
Jika kita biarkan metode trading dan money management bekerja sebagai mana mestinya, maka 2 posisi yang berpotensi loss = -$200 dan 2 posisi lagi yang berpotensi profit = +$400, sehingga hasil total trading kita masih profit $200. 

Dari contoh sederhana tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa jika kita tidak cukup sabar untuk melihat bagaimana metode trading dan money management bisa bekerja dengan semestinya, kita akan memperoleh hasil yang sebaliknya karena dengan intervensi kita telah memperkecil probabilitas yang seharusnya bisa dicapai oleh kombinasi metode trading dan money management yang telah kita sepakati.


Sabar sebelum, sewaktu, dan sesudah trading.

Seperti pada point sebelumnya, kesabaran diperlukan sebelum dan sewaktu trading. Sebelum trading dengan live account seharusnya kita sabar untuk trade dengan account demo dan memilih metode trading yang efektif, tidak rumit tetapi realistis, serta menerapkan risk management yang sesuai dengan balance dalam account kita. Setelah diterapkan dalam account demo dengan hasil yang cukup memadai barulah kita membuka live account. Sewaktu trading kita seharusnya tidak mengintervensi posisi yang sedang berjalan dan direspon pasar.

Nah, sesudah trading ?  Banyak trader yang tadinya sabar berubah jadi emosional setelah trading usai, baik yang profit apalagi yang loss. Yang profit bisa saja mengalami euforia hingga kepingin masuk pasar lagi dengan cara yang sama ketika mencetak profit, dan bagi yang mengalami loss, apalagi jika loss cukup besar, merasa ingin menuntut balas pada pasar dengan emosional dalam membuka posisi selanjutnya, atau malah kapok masuk pasar lagi. Kebiasaan tersebut bisa dihindarkan dengan membuat trading plan dan trading jurnal yang benar-benar terencana dan realistis. Evaluasi hendaknya terus menerus dilakukan setiap kali kita selesai menutup satu posisi trading, sebelum kita kembali ke pasar. Jika memang metode trading Anda tidak memberikan sinyal trading yang valid, tidak seharusnya Anda kembali ke pasar hanya karena euforia trading atau untuk balas dendam. Sabar sebelum, sewaktu dan sesudah trading. Dan kesabaran adalah unsur terpenting untuk mencapai sukses dalam trading forex.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Nugi Nugraha
Dapat profit di akun live, sama di akun demo, apakah beda? Soal mengontrol euforia ketika habis mendapat profit apa gak bisa dilatih juga diakun demo? Kenapa setelah lulus dari akun demo, masih ada trader yang suka terpengaruh emosi di akun live? Apa akun demo cuma berguna untuk melatih kemampuan secara teknis aja dn bukan secara emosional? Lalu bgmn kita bisa melatih kemampuan emosional itu kalo bukan di akun demo?
Martin S
@ Nugi Nugraha:
Pengaruh emosi ketika trading di akun demo sangat berbeda dengan trading di akun live. Di akun demo pengaruh emosi bisa dikatakan hampir tidak ada karena tidak melibatkan uang beneran. Di akun live semakin besar dana yang terlibat biasanya akan semakin emosional. Latihan mengendalikan emosi memang di akun live, mungkin bisa dengan dana kecil-kecilan dulu.
Kent Supra
@nugi: kita bisa nyoba trading pake emosi yg bener di demo, tapi gimanapun feelnya bakal tetep beda antara di demo sama di akun sungguhan. sebenernya simpel aja itukan krn masalah duit yg kita pake di akun sungguhan adalah duit sendiri, bukan duit bohongan. jadi kalo dapet profit bisa dapet benera tapi kalo loss ya rugi beneran. makanya nanti di akun sungguhan euforia bisa lebih berlebihan karena rasa dapet profit beneran jelas beda sama dapet profit bohongan.
Edi Kurniadi
"Sebaiknya kita melihat dengan sabar bagaimana pasar merespon setup trading dan risk/reward yang telah kita terapkan tanpa intervensi"
Sejauh mana saya bisa melihat dan menantikan respon pasar tanpa harus mengkhawatirkan bahwa saya nantinya akan terlalu terlambat untuk melakukan intervensi?
Intervensi mungkin dilakukan sebagai respon dari fear akan kerugian karena kesalahan dan ketidakpercayaan terhadap diri sendiri.
Tapi fear juga bisa menguntungkan kalau ternyata intervensi bisa menyelamatkan trading.
Martin S
@ Edi Kurniadi:
Kalau Anda merasa fear dan melakukan intervensi karena harga bergerak berlawanan dengan posisi Anda, dan setelah itu ternyata harga bergerak kembali kearah sebelum intervensi, maka Anda sudah terlanjur cut loss duluan. Intervensi belum tentu menyelamatkan trading.
Kita memang tidak tahu pasti kemana harga akan bergerak dan sampai level berapa baru balik lagi, tetapi kita harus percaya pada sistem trading yang kita gunakan karena sebelumnya telah kita uji (backtest) dan kita telah tahu persentase profit atau winning rate-nya. Intervensi bisa mengacaukan karakteristik sistem trading. Untuk menghindari intervensi Anda bisa set and forget, Masuk Pasar Dan Lupakan Trading, Lanjutkan Aktivitas Sehari-hari
Mr. Xy
sesuai ma rencana awal ja bro.. kl dah tempatin sl ato tp diposisi masing2 trus dipatuhin tpi masih sering gagal yaberarti perlu dieavluasi lagi, berarti ada yg salah sama sistemnya. sebagai trader yg masih baru ane ja blm berani intervensi2, bahkan sm cara averaging ato pyramiding juga. soalnya tanpa didasari analisa yg bener2 mendukung, intervensi itu efeknya malah seringan bikin rugi..........
Basofi
Andaikan saja semua trade berjalan sesuai yang direncanakan sama seperti yang dicontohkan di atas. Dengan risk/reward ratio 1:2 dan 6 posisi dengan peluang2 itu masih bisa untung $200. Tapi sayangnya nggak semua akan bisa berjalan sesuai rencana. Justru karna ketidakpastian inilah yang buat banyak trader jadi labil n akhirnya mengintervensi posisinya. Asalnya ada di perasaan labil n khawatir tadi. Lalu bagaimana cara menghilangkan kekhawatiran itu supaya pikiran bisa tetap mantap dengan rencana yang dijalankan?
Martin S
@Basofi:
Caranya percaya pada sistem trading yang kita gunakan, yang sebelumnya telah kita uji (backtest). Dari hasil backtest tersebut bisa diketahui persentase profit atau winning rate dari sistem trading tersebut. Misal winning rate 70% berarti dari keseluruhan trading yang kita lakukan kemungkinan profitnya 70%. Jika Anda intervensi maka bisa mengacaukan persentase profit sistem trading. Untuk menghindari kekhawatiran maka Anda bisa set and forget, Masuk Pasar Dan Lupakan Trading, Lanjutkan Aktivitas Sehari-hari