Advertisement

iklan

VeChain: Kuda Hitam Di Jajaran Platform Blockchain

Unggulkan keamanan dan rasa percaya, bisnis blockchain yang satu ini berkembang pesat. Dalam waktu kurang dari setahun, VeChain mampu tumbuh sekitar 57,600 persen.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Baru-baru ini, pasar kripto kedatangan peserta baru yang bisa dibilang memiliki potensi sangat tinggi dan pertumbuhan nilai menjanjikan. Bagaimana tidak, peserta baru yang kapitalisasi pasarnya masih menempati Ranking ke-45 di tanggal 31 Desember 2017, kini sudah naik ke ranking 16. Raihan ini memancing ketertarikan para pelaku pasar kripto terhadap VeChain, yang dilihat dari pertumbuhannya bisa menjadi kuda hitam potensial.

 

vechain platform berbasis blockchain

 

Apa Itu VeChain?

VeChain adalah sebuah platform jasa berbasis Blockchain. Konsep pembuatannya dibangun dengan misi membangun ekosistem bisnis yang dapat diandalkan dan dipercaya. VeChain juga diharapkan mampu menciptakan arus informasi yang transparan dan kolaboratif antara penjual dan pembeli. 

Dalam 2 bulan pertama di tahun 2018, VeChain sudah diadopsi secara mainstream dan mampu mengumpulkan peminat dalam jumlah besar. Adopsi secara masif tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya fungsi dan manfaat yang diberikan oleh sistem Blockchain dan koin VeChain sendiri.

Pertumbuhan nilai (harga) yang dibukukan oleh VeChain juga tidak bisa diremehkan. Saat pertama kali dirilis, VeChain dipasarkan pada nilai hanya $0.01 saja. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, VeChain sudah bernilai sekitar $5.75. Jika dikalkulasikan persentasenya, VeChain sudah tumbuh lebih dari 57,500%, yang titik tertingginya mencapai $7.5.

 

vechain price

 

VeChain telah menjadi sebuah platform yang memiliki kemampuan untuk menentukan kualitas dan keaslian produk. Sehingga, konsumen atau pembeli tidak akan tertipu dengan produk yang tidak asli, ataupun produk yang pernah memiliki 'riwayat hitam'.

Dengan token yang satuannya disebut sebagai VEN, VeChain memanfaatkan dukungan Blockchain, untuk meningkatkan proses manajemen dengan teknologi ledger Proof-of-Work dan sistemnya yang terdesentralisasi. Hal ini memungkinkan semua informasi mengenai pergerakan rantai distribusi suatu produk untuk dicatat dan diverifikasi, sehingga platform VeChain bisa menghasilkan ekosistem pengelolaan yang aman bagi semua pihak.

Bagaimana Cara Kerja VeChain?

VeChain menggunakan kombinasi dari teknologi Blockchain dan Smart Chip untuk melacak sebuah item selama siklus hidup mereka. Chip ini akan diimplementasikan di berbagai item yang dapat digunakan pada NFC (Near-Field communication), RFID (Radio-Frequency Identification), maupun pelacak kode QR. Meskipun teknologi yang akan diimplementasikan terasa biasa-biasa saja, tetapi aspek ini sangat penting untuk memastikan kualitas produk di industri.

 

how vechain works

 

VeChain di sini bermanfaat untuk menjembatani krisis kepercayaan seperti contoh di atas. Konsumen dapat memindai Smart Chip pada setiap item untuk menjamin keaslian barang tersebut. Hal ini bisa dimungkinkan, karena Blockchain berfungsi sebagai buku besar pencatat yang tidak dapat diubah. Jadi kepercayaan tentang informasi yang akurat tentunya dapat terjadi antara kedua belah pihak.

Tidak sebatas itu saja, VeChain bahkan dapat digunakan pada perangkat yang berbasis Internet of Things (IoT) untuk tujuan quality control. Hal ini tentu saja sangat berguna untuk bisnis yang beroperasi di industri makanan dan pertanian, karena perubahan suhu saja sudah dapat menghancurkan kualitas produk-produk di sektor tersebut.

 

Digitalisasi Aset VeChain

VeChain juga berencana untuk menciptakan proses distribusi yang aman melalui metode digitalisasi aset. Pabrikan dapat menetapkan produk dengan identitas unik ke suatu platform. Hal ini akan memungkinkan produsen, distributor, bahkan konsumen untuk melacak pergerakan produk melalui rantai distribusi mereka.

VeChain menciptakan teknologi yang diberi nama VeChain Identity (VID). VID digunakan untuk menandai dan melacak produk. Dengan menggunakan fungsi hash SHA-256. Kode yang dihasilkan untuk setiap produk akan bersifat unik dan random, sehingga tidak mudah untuk dipecahkan dan dimanipulasi oleh pihak lain.

VID tersebut kemudian dapat ditulis menjadi Tag pada Near Field Communication (NFC), kode Quick Response (QR), dan Radio-Frequency Identification (RFID). Tag ini-lah yang berfungsi sebagai penanda pada setiap produk terdaftar. Metode ini memungkinkan produk dan semua informasi terkait, seperti aktivitas distributor produk, untuk dicatat dan dipantau perkembangannya di dunia bisnis secara nyata.

Sebagai contoh, saat ini industri barang mewah sedang dilanda pemalsuan masal. Dari pemalsuan produk tersebut, kerugian yang didapat perusahaan lebih dari $450 miliar. Parahnya, barang-barang palsu tersebut dapat mencoreng nama baik dari vendor yang memproduksi. Sebut saja barang mewah seperti tas Louis Vuitton. Tas ini dapat berpindah tangan beberapa kali selama proses produksi dan distribusi. Tentu saja sebagai konsumen akhir, Anda harus mengetahui tingkat keaslian tas tersebut.

Disinilah VeChain memainkan peranannya. Sebuah item tas Louis Vuitton yang dilengkapi dengan VID memungkinkan produsen dan konsumen untuk melacak proses pergerakan distribusi tas tersebut, mulai dari tahap pembuatan hingga konsumen akhir. Upaya-upaya yang bertujuan untuk menipu atau kegiatan ilegal lainnya akan terdeteksi dan tercatat di VID.

Selain itu, dalam VeChain juga dimungkinkan untuk memindahkan hak aset dan kepemilikan. Fitur yang berbasis otorized ini berarti bahwa kepemilikan produk dapat dipindahkan secara digital di platform. Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan teknologi Smart Contracts. Smart Contracts memungkinkan aset digital untuk dihubungkan dengan akun yang memiliki public key dan private key. Public key ini ada agar orang lain (publik) dapat melihat kegiatan pada akun tersebut, sedangkan private key dapat memberikan otorisasi pengguna dan akses ke aset digital yang sesuai.


Nodes dan VEN

Platform VeChain menggunakan aset token asli yang dikenal sebagai VEN. Token tersebut dibutuhkan untuk eksekusi Smart Contracts pada VeChain. Selain itu, VEN juga digunakan dalam mekanisme insentif yang diberikan pada jaringan-jaringan tertentu (Node). Untuk menjadi Node, sebuah bisnis diharuskan memiliki sejumlah VEN. Jumlah VEN ini nanti yang akan menentukan pada tingkatan berapa Node itu berada. Semakin tinggi peringkat Node-nya, maka semakin banyak insentif yang diberikan, serta fitur yang didapatkan pun semakin lengkap. Jadi secara tidak langsung, jaringan Node bisa menjadi indikasi kredibilitas suatu bisnis.

nodes di vechain

 

 

Penutup

Dengan berbagai informasi di atas, VeChain terbukti menjadi sebuah inovasi penting untuk supply chain management yang memanfaatkan teknologi Blockchain. Terlebih pada masa perkembangan kemitraan bisnis dan teknologi yang cepat ini, VeChain mampu memposisikan dirinya sebagai sebuah inovasi baru dengan fungsi yang sangat bermanfaat bagi bisnis di masa depan. Hal ini juga semakin memperkuat opini tentang industri masa depan yang membutuhkan Blockchain. VeChain juga telah bekerja sama dengan pemerintah China, sehingga untuk prospek kedepannya, jumlah klien VeChain diperkirakan akan terus tumbuh dengan pesat.

 

VeChain merupakan salah satu wujud platform yang berhasil mengadopsi Blockchain untuk memaksimalkan bisnis. Bagi Anda yang tertarik mengimplementasikan potensi Blockchain untuk bisnis sendiri, coba simak tips-tipsnya di artikel: Manfaat Blockchain Untuk Mengasah Keterampilan Bisnis Anda.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.