OctaFx

iklan

Waspadalah Jika Trading Berdasarkan Berita Fundamental

101043

Trading berdasarkan berita fundamental membawa banyak risiko. Bagaimana cara kita mengantisipasinya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex, seorang trader bisa menggunakan metode dan strategi yang lebih menekankan pada analisa teknikal (chartist), tetapi bisa juga lebih menekankan pada analisa fundamental termasuk berita ekonomi (fundamentalist). Dari kedua cara tersebut tidak bisa disimpulkan mana yang lebih unggul atau paling benar. Hal itu sangat relatif dan bergantung pada pengalaman trading. Namun, khusus bagi Anda yang trading berdasarkan berita fundamental, ada beberapa hal yang wajib diketahui.

Artikel ini adalah berdasarkan pandangan dari Niall Fuller, seorang trader yang menggunakan metode Price Action, yang tidak seratus persen chartist karena minimnya indikator teknikal yang digunakan, tetapi juga bukan sosok fundamentalist.

 

Beli Berdasarkan Rumor, Jual Berdasarkan Fakta

Ada alasannya mengapa slogan "Beli berdasarkan rumor, jual berdasarkan fakta" (Buy the rumor, sell the fact) telah lebih dari seratus tahun beredar di pasar bursa Wall Street. Secara umum, para pemain besar di pasar (lazim disebut big boys), yaitu mereka yang sebenarnya menggerakkan harga pasar, hanya akan masuk pasar berdasarkan pada prediksi mereka akan prospek sebuah saham atau instrumen investasi lainnya, dan tidak sepenuhnya berdasarkan berita yang baru saja dirilis.

Waspadalah Jika Trading Berdasarkan Berita Fundamental

Proyeksi pasar mengenai berita ekonomi yang dirilis akan selalu dicerminkan pada harga sebuah saham atau komoditas dalam pasar. Misalnya jika data Non Farm Payroll dari Amerika Serikat bulan ini diprediksi akan bertambah sebanyak 200,000 pekerjaan baru dibanding bulan lalu, maka pelaku pasar akan mentradingkan prediksi pertambahan 200,000 pekerjaan baru ini. Keyakinan mereka mengenai prediksi tersebut akan mempengaruhi harga yang disepakati di pasar. Padahal, mereka tidak tahu data jumlah pekerjaan yang sebenarnya sebelum berita Non Farm Payroll dirilis, kecuali mungkin jika mereka bisa memperoleh informasi sebelum rilis beritanya.

Saat berita data Non Farm Payroll tersebut dirilis, para big boys telah masuk pasar terlebih dahulu dengan keyakinan bahwa prediksi mereka akan mempengaruhi harga pasar. Jadi, apabila data Non Farm Payroll yang dirilis benar bertambah sebanyak 200,000 pekerjaan baru dibanding bulan lalu, maka justru akan membuat harga pasar turun, karena banyak yang telah membuka posisi buy sesuai prediksi tersebut. Jadi jika yang dirilis benar bertambah 200,000 pekerjaan baru, maka para big boys tidak akan membuka posisi buy lagi karena data yang keluar tidak membuat "kejutan" naik, melainkan sama seperti yang diramalkan para analis pasar.

Trading berdasarkan berita fundamental sama dengan "gambling" (untung-untungan). Anda tak akan tahu persis bagaimana reaksi pasar terhadap sebuah berita tertentu yang dirilis. Anda juga tidak bisa berasumsi bahwa secara logika jika hasil yang dirilis lebih baik dari sebelumnya dan lebih baik dari prediksi maka harga akan naik dan sebaliknya, karena berbagai faktor lain yang mungkin tidak Anda ketahui akan tercermin pada pergerakan harga saat berita tersebut dirilis. Oleh karena itu, trader yang terlalu fokus pada rilis berita sering kali mengalami kerugian akibat "slippage" (loncatan harga pasar) ketika masuk pasar pada saat rilis suatu berita.

 

Semua Faktor Telah Tercermin Pada Harga

Seorang trader yang menggunakan metode Price Action yakin bahwa semua faktor fundamental, termasuk berita yang dirilis, telah tercermin pada harga pasar dan bisa ditradingkan melalui analisa pola pergerakan harganya dengan metode Price Action. Rilis berita dan variabel lainnya hanyalah unsur-unsur yang menggerakkan pasar.

Setup Price Action yang terjadi adalah refleksi dari perubahan bermacam-macam variabel pasar yang menggerakkan harga. Refleksi ini bisa membentuk pola-pola yang berulang sebagai acuan untuk mengukur perubahan pergerakan harga. Jadi, dengan trading berdasarkan analisa pola pergerakan harga atau setup Price Action, berarti kita telah memasukkan faktor perubahan variabel fundamental, termasuk berita, didalamnya.

Waspadalah Jika Trading Berdasarkan Berita Fundamental

 

Pengaruh Rilis Berita Pada Posisi Trading

Terlepas dari pertimbangan di atas, rilis berita penting semisal Non Farm Payroll, pengumuman suku bunga (Interest Rate) atau pidato pejabat Bank Sentral tentu akan sangat mempengaruhi volatilitas pergerakan harga hingga bisa berdampak pada posisi kita, khususnya bila kita mempunyai posisi yang terbuka saat itu. Tetapi, hal itu bukanlah sesuatu yang tak bisa diatasi.

Asalkan kita telah membuka posisi trading berdasarkan dengan risk/reward ratio, biarkan saja pasar merespon posisi trading kita dengan reaksi yang memang seharusnya terjadi, terlepas dari apakah level Stop Loss atau level target profit kita yang kena. Ada baiknya kita gunakan Trailing Stop dengan teknik averaging atau pyramiding jika memungkinkan.

Selain itu, untuk menghindari resiko slippage atau loncatan harga pada saat rilis berita yang penting, sebaiknya kita membuka posisi beberapa saat setelah rilis berita tersebut pada kondisi pasar yang relatif tenang (tidak terlalu bergejolak atau volatile). Karenanya, walaupun Anda tak ingin trading berdasarkan berita fundamental, tetapi masih perlu mengetahui jadwal rilis berita-berita penting yang berpengaruh pada pasar forex.

Berita-berita penting apa saja itu? Yang sering kali mempengaruhi volatilitas pasar adalah berita-berita yang berhubungan dengan suku bunga (Interest Rate), data tenaga kerja (Non Farm Payroll di Amerika Serikat, tingkat pengangguran), inflasi (Consumer Price Index/CPI) dan pertumbuhan ekonomi (Gross Domestic Product/GDP). Untuk mendapatkan update terkini, Anda dapat memantau kalender ekonomi (kalender forex).

Secara keseluruhan, berikut adalah penjelasan mengenai trading dengan berita fundamental yang tertuang dalam infografi menarik:

Infografi trading berdasarkan berita

 

Untuk mengetahui jadwal rilis berita-berita berdampak tinggi, trader umumnya berpatokan pada kalender forex. Seperti apa ya cara bacanya? Simak info lengkapnya di artikel Menggunakan Kalender Forex Factory Sebagai Perangkat Analisa.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Adilah Sy
Ini berarti kalau kita mengamati jadwal rilis berita saja, tetapi tidak trading saat berita rilis kita bukan sebagai trader fundamentalis??
Bambang Priyono
Mungkin yang dimaksud sebagai fundamentalis dalam wacana diatas adalah trader yang benar-benar melakukan order berdasarkan berita fundamental dan perangkat-perangkatnya. Sedangkan cara trading yang dibahas-price action-hanya mengandalkan data fundamental sebagai salah satu faktor penggerak harga yang sudah tercermin pada grafik, sehingga ketika melakukan order tidak didasarkan sepenuhnya pada hasil berita fundamental itu sendiri.
Si Gugun
ane bngng sm pnjlsn soal nfp tu, bknx sdh pst klo nfp bgs dolar tmbh naik n klo turun dolar jg turun?
Bambang Priyono
Pembahasan seputar NFP AS itu hanya sebagai contoh bahwa indikator ekonomi yang meningkat tidak selalu membawa perubahan yang baik pada nilai mata uangnya juga, terutama juga hasilnya hanya sesuai dengan ekspektasi.

Mungkin jika hasilnya diluar perkiraan, lebih baik atau lebih buruk, analisanya akan lebih mudah, tapi karena adanya keterlibatan big boys yang telah berspekulasi sebelumnya, maka selalu ada kemungkinan harga tidak mematuhi peningkatan atau penurunan pada suatu indikator ekonomi.
Markus Ax
saran trading nya membangun sekali, jadi tidak seperti yang lain yang suka mengarahkan pada satu analisa saja, sehingga bisa menambah kebingungan. kalau bisa disimpulkan dengan jalan tengah seperti ini kan lebih nyaman, apalagi ada unsur manajemen resikonya juga..
Martin S
@ Adilah Sy :
Yang dicari trader fundamentalist maupun technicalist (chartist) pada dasarnya sama yaitu arah trend pergerakan harga. Jadi meskipun tidak trading saat rilis berita tapi trader tsb memprediksi arah trend berdasarkan analisa berita dan data fundamental maka ia tetap saja seorang trader fundamentalist.
Martin S
@ si gugun :
tidak selalu demikian, tergantung pada sentimen pasar saat berita dirilis. Dan lagi data NFP AS itu biasanya dirilis bersamaan dengan data tingkat pengangguran dan tingkat upah.

Bagaimana kalau NFP naik biasa-biasa saja tapi tingkat pengangguran turun tajam?, atau NFP turun tapi tingkat pengangguran naik tajam? Ini pernah terjadi dan USD tidak selalu menguat meski NFP naik Kadang pelaku pasar juga sudah bergerak dulu (open posisi) sebelum data dirilis.
Ben
Seberapa kuat volatilitas pasar pada rilis berita NFP?
Martin S
@Ben :
Bisa dilihat dengan indikator ATR. Sebagai contoh berikut GBP/USD saat tilis data NFP 6 Maret lalu:



Tampak pada chart 1 jam diatas ATR (14) = 0.003, atau True Range-nya= 300 pip.
Terry
Waa.. sepertinya emang kaum fundamentalis dan teknikalis bener-bener gak bisa bersatu. Disini aj kaum fundamentalis dah gak dianggep. Padahal menurut saya justru news sebagai salah satu aspek berita, justru yang menjadi motor penggerak industri ini. Bener gak sih? Dan justru dengan tau berita maka faktor gambling seperti yang diungkap oleh si teknikalis, akan mungkin lebih ditekan. Jika melihat fakta harga yang bergerak tidak sesuai harapan/rumor/berita, bukanya kaum teknikalis juga mengalaminya? Bukankah golongan fundamentalis juga bisa menerapkan risk rewardnya? Ayo para master fundamentalis.. ada tambahan?
Martin S
@ terry:
Trader yang sudah berpengalaman tentu memahami analisa teknikal dan fundamental dengan baik dan mereka menggunakan keduanya ketika trading. Analisa fundamental biasanya digunakan untuk jangka menengah panjang, dan ketika entry tentu mencari momen yang tepat dengan indikator teknikal. Memang benar pergerakan harga pasar lebih ditentukan oleh faktor fundamental, tetapi tanpa analisa teknikal kita tidak tahu apakah harga saat ini sudah terlalu murah atau masih terlalu mahal (oversold atau overbought), dan juga batas-batas pergerakan harga (level support dan teknikal). Jadi analisa fundamental dan teknikal akan saling melengkapi, dan dalam kenyataannya tidak ada trader berpengalaman yang murni teknikalis atau fundamentalis. Baca juga: Antara Analisa Teknikal Dan Fundamental
Romi
amazing,namun jika salah di cerna artikel ini akan menjadi kontras.dr sudut pandang sy artikel ini lebih di tujukan utk pemula sebagai alarm kedangkalan histori dunia trading.mereka yg sudah berlumut hidup didunia trading tidak akan monoton dlm meramal pasar.i love fundamental ilove teknikal and i love price action
Martin S
@ Romi:
ya, memang ditujukan untuk pemula. Bagi yang telah berpengalaman tentu sudah tahu atau pernah mengalami slippage ketika trading saat rilis data fundamental. Trader yang berpengalaman biasanya mengamati price action setelah rilis data atau setelah ada peristiwa penting karena pada dasarnya price action menunjukkan arah sentimen pasar. Setelah jelas price action-nya baru diputuskan mau masuk pasar atau tidak, dan ketika entry menggunakan analisa teknikal untuk mencari moment yang paling tepat