Advertisement

iklan

Wisopivot: Trik Menggunakan Fibonacci Retracement Sebagai Pivot

62086

Siapa bilang pivot harus dihitung dengan rumus? Wisopivot memandu kita menggunakan Fibonacci Retracement sebagai pivot. Trading lebih asyik dan menyenangkan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam bahasa Inggris, kata pivot memiliki makna sebagai titik pusat atau poros dimana suatu mekanisme akan berosilasi (bergerak naik-turun atau bergetar). Berdasarkan makna ini, maka acuan pivot dalam trading forex bukan hanya Pivot Point belaka. Fibonacci Retracement juga bisa dijadikan pivot, karena garis-garis horizontal-nya menandai kisaran level support dan resistance.

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana cara menarik Fibonacci Retracement secara umum. Kali ini kita akan mencoba suatu teknik trading menggunakan Fibonacci Retracement ini sebagai pivot. Ide ini bisa dipasang bersama beberapa indikator teknikal lain, dan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pivot biasa.

Pivot memang bisa ditentukan dengan rumus Pivot Point. Akan tetapi, saya pribadi cenderung memilih menggunakan Fibonacci Retracement sebagai patokan menarik pivot. Dasar penarikan Fibonacci-nya kurang lebihnya sih sama saja, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Patokan swing yang dominan tetap kita gunakan. Hanya saja, ada satu trik khusus: sebagai pengganti pivot, kita menggunakan dua Fibonacci Retracement yang dipertemukan di level nol.

Pertemuan antara titik nol kedua Fibonacci Retracement itulah yang akan berfungsi sebagai titik pivot. Berikut ini dua contoh hasil penarikan Fibonacci Retracement sebagai pivot:


Dalam dua chart tersebut, saya juga memasang beberapa indikator lain sebagai pelengkap, yakni Parabolic SAR dan MACD di samping Fibonacci Retracement sebagai pivot. Cobalah amati bagaimana pergerakan harga pada chart di atas terlihat "mematuhi" pola-pola yang dibentuk oleh pivot dari level Fibonacci tersebut. Selanjutnya, kita bisa menggunakan level-level fibo tersebut sebagai patokan TP maupun SL.

Saya pribadi seringkali memasang Pending Order dengan patokan level-level Fibonacci Retracement tersebut, baik itu Pending Order Stop maupun Limit. Pemanfaatan ini tergantung pemahaman kita dan juga melihat kekuatan trend yang sedang berjalan. Penggunaan Fibonacci Retracement sebagai pivot seperti yang saya perlihatkan di sini sering disebut sebagai Wisopivot.

Pada kesempatan ini, saya merasa perlu mengucapkan terimakasih pada mentor saya, Wison Lee, yang telah mengenalkan Fibonacci, mulai dari dasar-dasarnya sampai ke pemahaman dan penggunaannya. Sampai saat ini, indikator inilah yang tetap saya jadikan patokan utama dalam trading forex.

Sebagaimana penggunaan Fibonacci Retracement pada umumnya, cara ini bisa digunakan dalam semua time frame. Akan tetapi, Anda membutuhkan kejelian yang lebih tinggi saat menggunakannya pada time frame sangat pendek (di bawah 30 menit), karena banyak sekali noise. Selain itu, penggunaannya pada time frame yang sangat pendek juga akan sangat menyita waktu. Lah iyaa, mosok kita mau menarik-narik garis Fibonacci Retracement baru setiap setengah jam sekali. Repot banget lah.

Teknik menggunakan Fibonacci Retracement sebagai pivot (Wisopivot) ini cuma salah satu alternatif indikator teknikal yang bisa kita gunakan dalam trading forex. Anda bisa memilih untuk menggunakannya sendirian, atau memasangkannya dengan indikator lain, atau...mengabaikan ide ini karena menganggap ada cara lain yang lebih baik.

Seorang teman trader pernah berkomentar, "ngapain juga repot-repot narik–narik Fibo, kan bisa aja langsung kita pasang custom indicator Daily Pivot aja". Ya benar juga sih. Tapi bagi saya, justru salah satu keasyikan trading forex terletak saat kita pasang-pasang dan setting indikator itu. Yah, mungkin karena kebiasaan saja sih, rasanya ada yang kurang kalau trading forex tanpa menarik Fibo terlebih dahulu. Anyway, indikator apa yang akan kita gunakan dalam trading, semua tergantung kepada kita sendiri. Mau indikator yang instan sekali klik langsung terpasang, atau mau indikator yang harus narik-narik dulu…keputusannya ada di tangan Anda.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Ubut Ubut
kalau ditarik sendiri fibo nya berarti bisa mengurangi objektivitas pivot, menurut ne ini lebih bisa disebut variasi fibonacci retracement sih daripada pivot point. pivot cuman muncul jadi garis tengahnya aja, selain itu ga ada perhitungan2 khusus yang jadi ciri khasnya poin2 pivot selama ini
Heery Snn
ubut, yh nma nya jga fibonaci retracemen sbg pivot, ya pasti nya lebih fokus ke fibonaci nya. kalo mo yg pake hitung2an y pake fibonaci pp aja, perhtngn nya tinggl di gabungn sm level2 fibonaci aja.
Jamil Hadikusuma
@Heery: Fibonacci juga bisa dihitung dengan rumus pivot point? Lengkapnya seperti apa gan kalo boleh tau?
Heery Snn
jamil, keterangan lengkap dari perhitungan fibonaci dgn pivot seperti ini:

Fibonacci Pivot Point
R3 = PP + ((High - Low) x 1.000)
R2 = PP + ((High - Low) x 0,618)
R1 = PP + ((High - Low) x 0,382)
PP = (H + L + C) / 3
S1 = PP - ((High - Low) x 0,382)
S2 = PP - ((High - Low) x 0,618)
S3 = PP - ((High - Low) x 1.000)
C - Harga Penutupan, H - High, L - Low

lbh lengkap nya lg ada jenis2 pivot yg lain, tinggk simak aja di sini
Aman Aman Saja
seru nih ada macem baru fibo retracement, Makin mantap aja pake ini indikatorr Thanks informasi dan penjelasannya sangat membantu disini
Sari
Saya kq masih bingung cara narik garis Fibonacci yang tepat kyk gmn ya?