AUD Berupaya Menguat Di Bawah Tekanan Perang Dagang

Meski menguat setelah rilis GDP yang positif, AUD masih tertekan oleh penguatan Dolar AS jelang pengumuman Trump terkait tarif impor lanjutan untuk barang-barang China.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Pada sesi Asia hari Kamis (6/9), Dolar Australia masih berusaha menguat terhadap Dolar AS. Rilis data GDP kuartal kedua yang cukup positif kemarin, tidak mampu menaikkan AUD/USD ke dalamm tren bullish. Isu perang dagang AS-China yang masih ramai diperbincangkan menjadi penekan Dolar Australia, sehingga AUD/USD kembali melemah di sesi Eropa kemarin sore.

Jelang pengumuman Trump terkait pemberlakuan tarif impor tambahan terhadap barang barang China, kenaikan Dolar Australia terlihat masih kesulitan menembus area 0.721. Saat berita ini ditulis, AUD/USD sudah kembali menguat sebesar 0.24 persen dari pelemahan kemarin, dan bergerak di sekitar 0.71982.

AUD/USD - 6 September 2018

Selain itu, Dolar Australia hari ini juga menguat 0.33 persen terhadap Yen, dan naik 0.15 persen terhadap Dolar Kanada. Di sisi lain, AUD juga tercatat melemah -0.29 persen terhadap Dolar NZ. juga melemah -0.18 persen terhadap mata uang Euro.

 

Komentar Trump Bantu Dolar Komoditas Menguat

Pelemahan terbatas Dolar dan koreksi pasar saham AS telah mendorong performa Dolar Komoditas seperti AUD dan NZD, yang berusaha reli untuk memangkas kerugian akibat penguatan Greenback dalam beberapa waktu terakhir. Di samping itu, komentar Trump yang tetap optimis terhadap progres negosiasi perdagangan AS-China, sedikit banyak telah menahan reli Greenback.

Kemarin (5/9), presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat masih belum siap untuk mencapai kesepakatan terkait masalah perdagangan dengan China, tetapi Trump mengatakan pembicaraan akan terus berlanjut.

"Kami telah melakukan negosiasi dengan China, tetapi kami tidak siap membuat kesepakatan sesuai kehendak mereka. Kami akan terus berbicara dengan China, karena saya sangat menghormati Presiden Xi Jinping," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, tanpa menjelaskan rincian pernyataannya lebih lanjut.

Baik AS maupun China, sejauh ini telah menaikkan tarif impor barang dari negara masing-masing. Akan tetapi, Donald Trump saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengenakan tarif impor tambahan atas barang-barang China senilai $200 miliar. Rencana tersebut telah menekan pergerakan Dolar Komoditas dalam beberapa hari terakhir.

285177

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


15 Jul 2019

18 Jul 2019