Advertisement

iklan

AUD, NZD Longsor Akibat Ekspektasi Rate Cut Yang Lebih Agresif

Pelaku pasar memprediksi kalau bank sentral Australia dan New Zealand bakal memangkas suku bunga dengan lebih agresif, sehingga memicu kemerosotan AUD dan NZD.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar Australia dan Dolar New Zealand bersaing untuk menjadi mata uang mayor berkinerja terburuk pekan ini. Pelaku pasar memprediksi kalau bank sentral kedua negara bakal memangkas suku bunga dengan lebih agresif, untuk menanggulangi dampak dari lemahnya pertumbuhan ekonomi domestik dan efek perang dagang AS-China. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa (14/Juni), AUD/USD telah merosot sekitar 0.3 persen ke kisaran 0.6895, sedangkan NZD/USD anjlok 0.45 persen ke kisaran 0.6537.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via Tradingview

 

Gegara Pengangguran Meningkat Di Australia

Laporan Reuters terkini menyebutkan bahwa pasar futures sudah memperhitungkan probabilitas sebesar 66 persen bagi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) sebesar 25 basis poin pada bulan Juli atau Agustus, disusul dengan satu kali pemangkasan lagi sebelum akhir tahun. Pemicunya adalah kenaikan data tingkat pengangguran kemarin yang menunjukkan situasi berlawanan dengan ekspektasi RBA.

"Perkiraan mengenai pemangkasan suku bunga yang lebih besar, merefleksikan penilaian kami bahwa perekonomian (Australia) telah kehilangan momentum dan lebih lemah dibandingkan yang tampak dalam outlook pertumbuhan jangka pendek RBA," kata Alan Oster dari NAB, salah satu jaringan bank terbesar di kawasan Antipodean.

 

RBNZ Bisa Memangkas Suku Bunga Lagi Dan Lagi

Di seberang lautan, bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) juga diperkirakan akan mengikuti tren pelonggaran moneter yang tengah mengemuka di kalangan bank-bank sentral mayor. Walaupun salah satu pejabat RBNZ baru-baru ini menepis spekulasi tersebut, tetapi investor dan trader meragukannya karena indeks PMI Bisnis New Zealand tadi pagi tumbang dari 53.0 menjadi 50.2.

"Perekonomian New Zealand telah melambat lebih cepat dibandingkan ekspektasi, dan kini bertumbuh di bawah potensinya -ini merupakan salah satu pusat perhatian RBNZ dalam upaya tak kenal letihnya untuk mendongrak inflasi kembali ke titik tengah target 2 persen," kata Jarrod Kerr dari Kiwibank.

Ia menambahkan, "Kami memperkirakan RBZN akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi pada bulan Agustus sehingga suku bunga menjadi 1.25 persen, dan masih ada 40 persen peluang RBNZ akan dipaksa untuk memangkas suku bunga terus hingga 0.75 persen."

288831

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.