AUD/USD Jatuh Ke Level Terendah 18 Bulan Karena Krisis Turki

AUD/USD turun lebih di sepanjang minggu lalu, dan memulai perdagangan awal pekan dengan pelemahan baru yang menyentuh level terendah sejak awal 2017.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dolar Australia jatuh ke posisi terendah 18 bulan terhadap Dolar AS, karena di picu oleh kekhawatiran pasar terhadap krisis Turki. Masalah ini turut menekan Euro setelah ECB menyuarakan kekhawatiran kredit macet di sejumlah bank Eropa, juga menyebarkan tekanan pada mata uang negara lain termasuk AUD. Karena itu, analis memperingatkan jika potensi bearish AUD kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

AUD mencatatkan penurunan lebih dari 1 persen di sepanjang minggu lalu, dan mengawali perdagangan hari Senin (13/8) dengan pelemahan baru hingga menyentuh 72.63 sen dolar AS, level yang tidak pernah tersentuh sejak awal tahun 2017. Pada pukul 9:39 WIB, pair AUD/USD diperdagangkan pada level 0.7273, atau mencoba menjauhi level Low harian 0.7263.

AUD/USD - 13 Agustus 2018

 

 

Krisis Turki Menekan Dolar Australia

Krisis di Turki telah memaksa mata uang Lira melemah tajam versus Dolar AS dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah Presiden Donald Trump mengesahkan kenaikan tarif impor untuk barang-barang dari Turki. Di sisi lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dikenal "anti kenaikan suku bunga", tidak melakukan apapun untuk menenangkan gejolak mata uang Lira. Erdogan hanya meminta kepada warga negara Turki untuk menukarkan simpanan mata uang asing mereka ke Lira, guna membantu menyelamatkan nilai tukar mata uang domestik.

Ahli Forex NAB, Ray Attrill, mengatakan bahwa krisis Turki tidak bisa dipandang sebelah mata, karena telah berdampak luas terhadap perbankan di kawasan Uni Eropa, seperti Bilbao Vizcaya Argentaria dari Spanyol, UniCredit Italia, dan BNP Paribas dari Prancis. Kekhawatiran ini juga memaksa Euro melemah terhadap Greenback.

Potensi krisis finansial yang tengah dihadapi Turki memicu aksi sell-off AUD. Dolar Australia selama ini bertindak seperti "proxy risiko" yang disukai pasar, karena investor cenderung tidak ingin mengambil resiko saat terjadi ketidakpastian global, sehingga memilih menjual mata uang komoditas seperti AUD.

"(Penurunan) ini menjadi bukti bahwa Dolar Australia bertindak sebagai proxy risiko yang disukai pasar," kata Kepala Ahli Forex di National Australia Bank, Ray Attrill.

Attrill menambahkan mungkin akan ada lebih banyak potensi pelemahan mata uang Dolar Australia ke depan bila mengacu pada sisi teknikal. Ia juga berpendapat jika AUD bisa melemah hingga level 68 sen USD-69 sen USD.

Tren bearish AUD semakin diperburuk oleh kondisi fundamental domestik Australia yang cukup suram dalam beberapa waktu terakhir, apalagi menurut Attrill, Australia sendiri termasuk negara yang memiliki banyak hutang.

284863

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.