Advertisement

iklan

AUD/USD Melemah, Pasar Nantikan Rilis GDP China

AUD tidak terpengaruh optimisme penyelesaian perang dagang AS-China. Mata uang ini melemah terhadap Dolar AS di tengah antisipasi rilis GDP China.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dolar Australia menutup perdagangan akhir pekan kemarin (18/Januari) dengan bergerak mixed terhadap mata uang mayor lain. AUD gagal mendapatkan momentum dari optimisme baru pada negosiasi perdagangan AS-China, dan cenderung bergerak melemah versus Dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan Sydney hari ini (21/Januari), Dolar Australia melemah 0.04 persen terhadap Dolar AS. Pukul 08:30 WIB, pair AUD/USD diperdagangkan  pada kisaran 0.7152, berada di bawah harga Open di 0.7198, dan melanjutkan pelemahan yang sudah terjadi sejak Jumat pekan lalu.

AUD/USD Bergerak Melemah, Pasar

AUD/JPY juga melemah 0.06 persen, diikuti AUD/NZD yang turun 0.1 persen, dan AUD/CAD yang melemah 0.46 persen. Akan tetapi, Dolar Australia menguat tipis terhadap Euro, Sterling, dan Yuan. 

 

Ketegangan AS-China Kian Mencair

The Wall Street Journal (WSJ) pada minggu lalu melaporkan bahwa pejabat AS tengah memperdebatkan rencana pengangkatan tarif impor barang-barang China. Meski pada akhirnya kabar tersebut dimentahkan oleh juru bicara Depkeu AS, tapi laporan terpisah dari Bloomberg semakin mempertegas bahwa ketegangan perdagangan AS-China sudah semakin mencair. Dalam pemberitaan terkait, China dikabarkan bersedia meningkatkan pembelian barang dari AS hingga 2024.

Optimisme membaiknya hubungan dagang AS-China tersebut tak pelak mendorong saham dan pasar komoditas menguat cukup signifikan pada Jumat pekan lalu. Namun sebagai mata uang komoditas, AUD justru gagal mendapatkan momentum. Ekonom berpendapat bahwa pelemahan AUD minggu lalu merupakan bentuk aksi profit-taking yang dilakukan investor setelah rebound tajam Dolar Australia beberapa waktu sebelumnya.

"Untuk saat ini, persepsi pasar semakin mengarah pada penyelesaian sengketa dagang AS-China, karena muncul banyak kemajuan positif untuk tercapainya kesepakatan. Akan tetapi, batas waktu yang diberikan Presiden Trump hingga 1 Maret, membuat pelaku pasar semakin menuntut lebih banyak bukti konkret untuk mempertegas prospek tercapainya kesepakatan antar kedua negara," kata Rodrigo Catril, Senior FX Strategist di National Australia Bank.

 

Pasar Nantikan Rilis GDP Q4 China

Saat ini, pasar tengah menanti rilis data GDP China kuartal keempat yang akan diumumkan beberapa saat lagi. Forecast ekonom memprediksi laju ekonomi Negeri Tirai Bambu akan sedikit melambat, dengan hanya mencatatkan pertumbuhan 1.5 persen q/q selama kuartal keempat, melemah dari pertumbuhan 1.6 persen yang tercermin di kuartal ketiga.

287069

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


15 Jul 2019

18 Jul 2019