AUD/USD Naik Jelang FOMC, Ini Penyebabnya

Pakar forex mengungkapkan bahwa secara historis, Dolar Australia menguat jelang laporan kebijakan moneter bank sentral AS, tapi jatuh sehari setelahnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Dolar Australia menguat di sesi perdagangan Rabu (26/Sept) siang ini, menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed dini hari besok. AUD/USD naik 0.36 persen dari level support di 0.7236, ke level tinggi 0.7276. Namun saat berita ini ditulis, AUD/USD sudah membentur level resisten dan turun ke kisaran 0.7264.

Datarnya pergerakan Dolar AS yang berpadu dengan positifnya data Kepercayaan Bisnis New Zealand tadi, menjadi alasan fundamental yang menguatkan mata uang antipodean seperti Dolar New Zealand dan Dolar Australia. Sementara secara teknikal, penguatan AUD jelang kenaikan suku bunga AS hampir selalu terjadi.

 

Secara Historis, AUD Selalu Menguat Jelang FOMC

Hasil pengamatan pakar forex mengungkapkan, secara historis Dolar Australia cenderung menguat jelang laporan kebijakan moneter bank sentral AS, meskipun kenaikan suku bunga The Fed sudah diperkirakan luas oleh konsensus.

"Ada pola historis yang jelas dalam pasar forex setiap menjelang rapat FOMC yang disertai dengan konferensi pers dan (ekspektasi) kebijakan moneter; (pasar akan cenderung) sell the fact," kata Alan Ruskin, pakar forex dari Deutsche Bank.

Ruskin mengamati bahwa penguatan AUD jelang FOMC dengan konferensi pers telah berlangsung sejak enam rapat FOMC terakhir, yang lima di antaranya menghasilkan kebijakan Rate Hike. Selain itu, pasar saat ini terlanjur memasang sentimen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lagi di bulan Desember. Oleh sebab itu, menurut Ruskin, kecil peluang bagi The Fed untuk dapat lebih hawkish lagi daripada saat ini.

audusd

 

Waspadai Buyback USD Sehari Pasca FOMC

Namun demikian, Ruskin memperingatkan bahwa dilihat dari jejak historis pula, para investor cenderung akan kembali membeli Dolar AS sehari setelah rapat FOMC. Akibatnya, Dolar Australia pun akan melemah. Sepanjang enam kali kenaikan suku bunga The Fed yang dimulai akhir 2015 lalu, Dolar Australia telah berkali-kali jatuh bangun.

"(Para investor) Menjual Dolar AS di hari-H kenaikan suku bunga, tetapi kemudian akan membelinya lagi setelahnya." kata Ruskin.

285456

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.