AUD/USD Terkonsolidasi Jelang Suku Bunga RBA

Ekonom tidak mengharapkan RBA akan mengubah suku bunga dalam pertemuan bulan ini. Akibatnya, AUD/USD pun hanya bergerak mendatar.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dolar Australia bergerak mendatar terhadap Dolar AS pada perdagangan hari Selasa (2/10) pagi ini. Fokus pasar tengah tertuju pada pengumuman suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA), yang dijadwalkan rilis siang nanti. Para ekonom memprediksi jika Bank Sentral Australia tersebut akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 1.5 persen pada bulan Oktober. Jika benar terjadi, maka ini akan menandai suku bunga yang tidak berubah selama 25 bulan berturut turut.

Saat berita ini ditulis, AUD/USD tengah terkonsolidasi di area 0.72282. Pasangan mata uang tersebut masih berada dalam range sempit yang terbentuk sejak akhir minggu lalu.

AUD/USD - 2 Oktober 2018

 

Ekonomi Australia Dinilai Belum Mendukung Rate Hike

RBA diketahui telah mempertahankan suku bunga di level terendah dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Alasannya, tingkat inflasi belum mendekati target, sementara kondisi perekonomian juga belum memperlihatkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan. Hal itulah yang mendasari sikap skeptis ekonom terhadap prospek Rate Hike RBA dalam waktu dekat.

"RBA kemungkinan akan menyorot positifnya rilis data ekonomi positif yang rilis baru-baru ini, tetapi masih akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 1.5 persen. Data ekonomi yang cukup baik itu belum bisa menjadi bukti perbaikan ekonomi Australia secara menyeluruh. Kami memprediksi RBA tidak akan menaikkan suku bunga hingga akhir 2020 mendatang," kata Paul Dales, seorang ekonom di Capital Economics.

 

Perjanjian Baru NAFTA Tercapai, Minat Risiko Kembali

Mata uang komoditas sejatinya tengah mendapat sokongan dari tercapainya kesepakatan baru NAFTA. Kabar tersebut membantu mengembalikan minat risiko, sehingga mata uang komoditas seperti Dolar Kanada dan Dolar Australia pun cenderung naik terhadap mata uang safe haven seperti Franc Swiss dan Yen Jepang.

"Dengan selesainya satu sengkata perdagangan (NAFTA) dan progres positif jelang pertemuan Presiden Trump dan PM Jepang, (maka kekhawatiran terhadap) perang dagang AS-China setidaknya dapat sedikit teredam," kata Mazen Issa, ahli strategi mata uang di TD Securities.

285536

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.