Advertisement

iklan

Aussie Melemah Lagi Pasca Rilis Data Building Approvals

Dolar Australia melemah lantaran ditekan data Building Approvals dan penguatan Dolar AS, menjelang rapat kebijakan bank sentral Australia pada hari Selasa.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar Australia melemah 0.20 persen ke kisaran 0.7234 terhadap Dolar AS pada awal sesi Eropa hari Senin ini (4/Februari). Pasangan mata uang AUD/NZD juga melorot 0.20 persen ke kisaran 1.049. Di tengah penantian pasar menjelang rapat kebijakan bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) yang akan digelar besok, rilis data Building Approvals Australia yang mengecewakan dan penguatan Dolar AS menekan minat risiko pasar.

Aussie Melemah Lagi Pasca Rilis Data Building Approvals

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa jumlah izin pendirian bangunan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia (Building Approvals) merosot 8.4 persen (Month-over-Month) selama bulan Desember 2018. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penurunan 9.8 persen pada periode November, tetapi jauh lebih buruk ketimbang ekspektasi pasar yang mengharap kenaikan 2.1 persen. Padahal, data ini merupakan indikator kunci yang menjadi barometer permintaan di pasar properti Australia.

Sementara itu, Dolar AS mengalami penguatan terhadap mayoritas mata uang mayor dalam perdagangan hari ini, setelah rilis Non-farm Payroll (NFP) yang menggembirakan pada akhir pekan lalu. Walaupun tingkat pengangguran AS yang tercatat dalam laporan tersebut mengalami peningkatan, tetapi kekuatan Dolar AS relatif mengungguli Aussie yang menghadapi probabilitas pemangkasan suku bunga.

Ke depan, pelaku pasar akan menantikan rapat kebijakan moneter RBA pada hari Selasa. Para investor dan trader mengekspektasikan RBA tak akan mengubah suku bunga. Pasalnya, pelemahan data-data ekonomi Australia belakangan ini telah membuat sejumlah analis memperkirakan kalau RBA akan mempertahankan kebijakan moneter longgar. Bahkan, sejumlah analis menilai RBA bakal mensinyalkan pemangkasan suku bunga, alih-alih menaikkannya sesuai rencana tahun lalu.

Philip Wee, pakar strategi mata uang DBS, mengungkapkan dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters, "Ekspektasi pasar telah mengemuka untuk pemangkasan suku bunga, berlawanan dengan pandangan RBA bahwa langkah berikutnya dalam suku bunga adalah kenaikan. RBA juga perlu meredam outlook ekonomi optimistis-nya dalam pernyataan kebijakan moneter yang akan dipublikasikan pada hari Selasa."

287254

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019

18 Jul 2019