Advertisement

iklan

BBTN: Dividend Yield Terendah Diantara Bank Pelat Merah

Dividend Yield saham BBTN sebesar 1.52 persen merupakan terendah diantara empat bank pelat merah (bank BUMN) lainnya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - PT Bank Tabungan Negara Persero (kode saham BBTN) dijadwalkan melakukan pembagian dividen dalam bulan April ini, menyusul tiga bank pelat merah lainnya yang telah mencatatkan Ex Date pada akhir Maret lalu. Namun, besaran Dividend Yield BBTN menjadi yang terkecil diantara keempat bank BUMN.

 

Saham BBTN

 

Pada awal April, sedikitnya empat emiten telah menjadwalkan pembagian dividen, yaitu BBTN, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). Adapula Nusantara Infrastructure Tbk (META) akan membagian dividen interim. Dalam daftar tersebut, BBTN mencatat Dividend Per Share terbesar pada Rp57.17, dengan Cum Date pada 2 April dan Ex Date 3 April.

Namun demikian, Dividen Yield saham BBTN jauh lebih kecil dibanding rekan-rekan sesama bank BUMN lainnya yang listing di Bursa Efek Indonesia: PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Dengan harga penutupan 23 Maret sebesar Rp3750 per lembar, dividen yang dibagikan BBTN hanya Rp57, sehingga mencatat yield 1.52%. Sebagai perbandingan, Dividend Yield BMRI mencapai 2.47%, BBNI 2.92%, dan BBRI 2.94%.

 

Dividend Yield Bank BUMN

 

Dalam catatan berbeda, performa sektor Finance dalam sekitar satu bulan terakhir nampak tertekan, sejalan dengan depresi yang dialami IHSG akibat imbas sentimen negatif dari luar negeri seperti kenaikan suku bunga Amerika Serikat dan isu perang dagang AS-China. Harga saham tetap lesu, meskipun secara fundamental masih mencatatkan kinerja yang bertumbuh. Demikian pula dengan harga saham BBTN. Pada awal perdagangan hari Senin yang bertepatan dengan tanggal Cum Date ini (2/April), harga saham BBTN dibuka menurun lebih dari 1 persen ke Rp3,740 per lembar.

283058

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.