Perbedaan Trading Forex dan Saham

Trading forex dan saham sama-sama bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari selisih pergerakan harga. Namun, terdapat berbagai perbedaan besar antara keduanya. Berikut ini sejumlah perbedaan forex dan saham yang perlu diketahui jika Anda sedang menimbang ingin menanamkan dana dimana.


1. Kapitalisasi Pasar

Dibandingkan pasar finansial lainnya di dunia, pasar forex lainnya memiliki kapitalisasi pasar terbesar. Ini karena pasar forex bersifat internasional, sedangkan pasar saham terbatas di setiap bursa pada masing-masing negara saja; misalnya Bursa Efek Indonesia maka hanya dapat memperdagangkan saham-saham perusahaan yang go public di Indonesia.

Menurut data per paruh pertama tahun 2018, nilai rata-rata transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya Rp9 triliun. Di sisi lain, menurut Survey of Foreign Exchange and OTC Derivatives Markets Activity yang diadakan tiap tiga tahun oleh Bank for International Settlement, per April 2016 saja rata-rata transaksi harian di pasar forex telah mencapai lebih dari 5 Triliun Dolar AS.


2. Manipulasi Harga

Di pasar forex, tidak ada trader yang bisa memanipulasi harga, karena skala pasar sangat besar. Dengan kapitalisasi pasar triliunan Dolar AS, tak ada perorangan maupun perusahaan besar bisa mendikte arah pergerakan harga. Ini berbeda dengan pasar saham yang seringkali menderita euforia palsu akibat praktek "goreng-menggoreng saham" oleh para bandar.

Memang ada pihak-pihak yang disebut broker bandar dalam trading forex, tetapi banyak juga broker non-bandar (ECN). Oleh karenanya, transparansi harga terjamin, sehingga semua transaksi benar-benar berlangsung sesuai harga pasar, bukan harga hasil permainan di belakang layar.


3. Likuiditas Pasar

Kapitalisasi pasar forex yang sangat besar juga menjamin likuiditas dan fluktuasi harga. Selalu tersedia cukup dana di pasar, sehingga semua penjual dapat menemukan pembeli, dan harga hampir tak pernah stagnan.

Anda mungkin menemukan saham-saham "goceng" yang tak bisa ditradingkan di pasar saham, karena harganya stagnan dan tak ada orang yang mau memperdagangkannya. Apabila ada orang membeli saham semacam itu, maka akan sulit menjualnya kembali. Namun, dalam trading forex, setiap transaksi hampir pasti akan terpenuhi karena besarnya skala pasar forex ini. Apabila Anda beli EUR/USD sekarang, nanti saat akan menjualnya kembali, pasti akan ada yang menerimanya. Harganya pun pasti berubah-ubah terus, sehingga membuka peluang besar untuk mendapatkan keuntungan.


4. Perbedaan Jam Perdagangan Forex Dan Saham

Pasar forex bersifat internasional; sehingga jam buka pasar mengikuti jam kerja bank di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia yang silih berganti dan saling sambung-menyambung dalam kurun waktu 24 jam, dari Senin hingga Sabtu dini hari. Di sisi lain, bursa saham Indonesia hanya buka pukul 09:30-16:00 dari hari Senin-Jumat saja.

Jam Trading Forex

Bagi Anda yang ingin trading sambil bekerja sebagai karyawan kantor, jadwal bursa saham tentu akan bentrok dengan jam kerja sehari-hari. Namun, jika trading forex, maka dapat meluangkan waktu di pagi atau malam hari. Layanan pelanggan broker forex pun biasanya terbuka 24 jam, berbeda dengan layanan pelanggan broker saham.


5. Perbedaan Komisi Broker Forex dan Saham

Banyak broker forex tidak mengenakan biaya tambahan berupa komisi atau biaya transaksi lainnya pada trader. Keuntungan broker forex diperoleh dari spread (selisih antara kurs jual dan kurs beli). Ini berbeda dengan broker saham yang pasti memotong fee antara 0.1-0.3 persen pada setiap transaksi jual maupun beli.


6. Kecepatan Eksekusi Trading Forex dan Saham

Likuiditas yang tinggi membuat transaksi beli maupun jual dalam trading forex dapat langsung dieksekusi dalam tempo nyaris instan. Namun, jika Anda mengirim instruksi trading saham, maka order akan antri dulu selama belum ada orang lain yang memberikan harga sesuai dengan keinginan Anda; bahkan transaksi bisa gagal jika tidak ada yang cocok hingga berhari-hari.

Dalam kondisi pasar sangat volatile, server broker forex bisa jadi freeze sehingga eksekusi order tertunda. Akan tetapi, ini adalah kejadian langka yang takkan sering dialami oleh trader forex.


7. Keuntungan dalam Trading Forex dan Saham

Saat trading saham, Anda hanya akan mendapatkan keuntungan apabila harga saham yang telah dibeli mengalami kenaikan. Namun, dalam trading forex, Anda dapat memetik keuntungan saat harga naik (long position) maupun turun (short position). (Baca juga: Bagaimana Mendapatkan Uang Dari Trading Forex

Dalam trading saham, memang dikenal pula istilah "short-selling" yang bertujuan memperoleh keuntungan saat harga saham turun. Akan tetapi, aturannya sangat ketat, hanya diperbolehkan pada saham-saham tertentu, dan biasanya tak semua orang boleh melakukannya (perlu izin khusus).


Kesimpulan Tentang Perbedaan Trading Forex dan Saham

Dari berbagai uraian di atas, kita dapat menyimpulkan sejumlah perbedaan forex dan saham sebagai berikut:

Hal Forex Saham
Kapitalisasi Pasar Internasional Terbatas Negara
Manipulasi Harga Tidak Bisa Bisa
Likuiditas Pasar Ya Hanya Saham Tertentu
Perdagangan 24 Jam Ya Tidak
Komisi Trading Bisa Gratis Pasti Ada
Eksekusi Tidak Perlu Antri Perlu Antri
Keuntungan Trading Dua Arah (Harga Naik dan Turun) Hanya Saat Harga Naik

Selain poin-poin tersebut, masih banyak lagi perbedaan forex dan saham. Misalnya, mengenai cara analisa dan sistem trading yang dapat diterapkan oleh trader untuk mencapai keuntungan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai ini, simak juga Cara Belajar dan Menguasai Trading Forex.