OctaFx

iklan

Pengertian Retracement Dan Reversal Dalam Forex

Dalam berbagai analisa forex, kita sering membaca istilah Retracement dan Reversal. Keduanya mengindikasikan pergerakan tertentu yang nampak saat kita memetakan grafik harga menggunakan garis tren, Fibonacci, Pivot Point, atau penanda level Support-Resistance lainnya. Namun, seperti apa Retracement dan Reversal itu? Apa perbedaan antara kedua pergerakan tersebut? Dalam artikel ini, kita akan mengupas semuanya.
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan


Pengertian Retracement

Retracement adalah pembalikan harga sementara (temporer) yang terjadi di tengah-tengah tren yang lebih besar. Kata kuncinya di sini adalah "sementara", sehingga setelah mengalami retracement, harga kemudian kembali melaju sesuai tren yang lebih besar. Contohnya pada gambar di bawah ini, jelas sekali bahwa XAU/USD dalam kondisi tren bearish (downtrend), tetapi ada beberapa retracement yang nampak ketika harga naik tipis hingga mendekati garis tren atas berwarna biru (upper trendline).

Contoh Retracement Dalam Forex

Perhatikan bahwa retracement saat downtrend di sini justru menegaskan tren utama, karena membentuk lower high. Ini sesuai dengan prinsip pembentukan downtrend, yaitu lower low dan lower high.
Retracement juga bisa dilihat saat kita menerapkan Fibonacci Retracement pada grafik harga. Misalnya pada grafik USD/JPY yang sedang bullish (uptrend) berikut ini. Dalam perjalannya menanjak lebih tinggi, terjadi beberapa retracement sesuai dengan prinsip pembentukan uptrend, yaitu: higher high dan higher low.

Contoh Retracement Dalam Forex

Pengertian Reversal

Reversal adalah pembalikan harga yang bersifat permanen. Artinya, pembalikan harga tersebut bukan hanya sekejap saja, melainkan dapat terjadi terus menerus dalam timeframe yang lebih panjang. Dalam grafik harga, reversal biasanya ditandai oleh pola harga (Chart Patterns) seperti Double Top, Head and Shoulders, dll; atau pola candlestick tertentu, seperti Engulfing, Three White Soldiers, dll.

Sebagai contoh, berikut ini reversal dari downtrend menjadi uptrend (bullish reversal) pada grafik USD/JPY yang ditandai dengan terbentuknya pola Rounding Bottom.

Contoh Reversal Dalam Forex

Perbedaan Retracement dan Reversal

Dari pengertian dan contoh di atas, kita telah mengetahui bagaimana cara membedakan retracement dan reversal di atas grafik harga. Namun, sebenarnya banyak hal lain yang membedakan keduanya di balik layar. Perbedaan-perbedaan tersebut dirangkum dalam tabel berikut:

Perbedaan Retracement dan Reversal

Dengan mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut, kita dapat menghindari kerugian akibat salah mengenali pergerakan harga, sekaligus mengoptimalkan keuntungan ketika pergerakan sesuai perkiraan. Namun, bagaimana jika kita telanjur salah buka posisi, misalnya suatu gerakan yang disangka reversal ternyata hanya retracement? Jika demikian, ada dua opsi: tahan posisi (hold) dengan harapan nantinya harga putar balik lagi menjadi reversal; atau close posisi segera setelah mencapai ambang Stop Loss yang telah ditentukan.


Bila Anda kurang memahami istilah khusus dalam forex di halaman ini seperti take profit dan analisa fundamental, Anda bisa mengunjungi Kamus Forex. Manfaatkan Kamus Forex saat Anda menemui kosakata baru demi pemahaman yang lebih optimal.