Advertisement

Cara Mengenali Broker Jujur Atau Tipuan

Tanggal

Broker forex abal-abal ada dimana-mana. Meskipun banyak otoritas pemerintah yang mewanti-wanti, tetapi skema penipuan semacam itu biasanya mati satu tumbuh seribu, kali ini digagalkan, besok muncul lagi dengan penyamaran baru. Bagaimana membedakan mana broker jujur dan broker penipu? Mari kita teliti dari penyamarannya.

1. Broker Jadi-Jadian

Di silabus sekolah forex sebelumnya, kita sudah mengenal adanya bermacam-macam broker forex, termasuk broker teregulasi dan tidak teregulasi. Nah, Broker Jadi-Jadian adalah broker yang tidak jelas teregulasi dimana, atau kalaupun mencantumkan regulasi negara tertentu tetapi ketika di-crosscheck ternyata tidak benar. Lebih dari itu, seringkali Broker Jadi-Jadian berani mencari klien, padahal alamat kantornya saja tidak jelas.
Cara cek broker tulen atau jadi-jadian:
  • Periksa apakah broker teregulasi atau tidak. Biasanya di situs broker akan ada menu "regulasi" di bagian "about us", atau berupa keterangan di footer homepage.
  • Periksa apakah regulasinya benar atau tidak. Sekedar mengklaim "saya teregulasi" itu mudah, tetapi apakah broker itu sungguh teregulasi? Untuk mengecek langsung jika lembaga regulator-nya di negara asing mungkin susah, tapi jaman sekarang ada Google dan semua regulator biasanya sudah punya situs online. Cari saja dengan query "regulator negara broker", misalnya "cysec cyprus forextime". Akan langsung keluar konfirmasinya.
  • Periksa apakah alamatnya tulen. Secara sepintas, jika alamat broker yang tidak teregulasi itu hanya PO BOX, maka jelas mencurigakan. Kalau mau lebih teliti lagi sih, periksa saja dengan Google Map, apakah lokasi tempat kantor broker itu benar-benar ada atau tidak.

2. Broker Klonengan

Broker Forex Klonengan ini biasanya mencatut nama broker yang sudah eksis dan teregulasi, tetapi merubah sedikit namanya. Misalnya FXDD jadi FXTT, atau sejenisnya. Bisa juga dengan menggunakan url domain yang mirip. Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah broker Alpari yang aslinya beralamat di alpari-finance.com, tetapi muncul kloning-nya dengan alamat Alparimalaysia.com, Alpari-cn.com, bahkan Alpari-cr.com. Karena sangat mirip, maka trader yang tidak teliti bisa blunder.

Cara cek broker forex sungguhan atau klonengan:
  • Ingat baik-baik alamat broker forex langganan kita, kalau perlu bookmark atau catat. Ketika masuk ke situs broker pun, pastikan domain-nya sama.
  • Kalau mengunjungi broker baru, pastikan mendapat link-nya dari sumber terpercaya, bukan dari email yang tiba-tiba muncul tanpa diketahui asalnya.
  • Sebelum mendaftar ke suatu broker, ada baiknya menyimak review yang banyak tersedia di internet atau bertanya-tanya di forum diskusi sesama trader mengenai fitur-fitur broker tersebut. Broker sungguhan akan cocok dengan deskripsi yang disebutkan di review, tetapi broker klonengan tentu akan jauh berbeda dan nampak kurang profesional.

3. Money Game Berkedok Broker Forex

Money game berkedok broker forex baru-baru ini marak masuk ke Indonesia dan berusaha menjebak investor dengan iming-iming return luar biasa tinggi tanpa risiko sama sekali. Mereka bahkan secara agresif menjaring member dengan skema MLM. Oleh karena itu, amat penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda jebakan money game berkedok broker forex seperti ini.

Ini dia tanda-tanda money game berkedok broker forex:
  • Menjanjikan return pasti dalam besaran puluhan hingga ratusan persen per tahun.
    Perlu dicamkan baik-baik bahwa profit dari bertrading forex adalah tidak pasti. Tidak ada sistem trading yang 100% akurat pasti berhasil memprediksi arah pergerakan harga. Trader forex paling ahli pun sewaktu-waktu harus mengalami trading gagal yang berakhir rugi. Broker forex sadar akan hal ini, sehingga pasti akan menampilkan peringatan senada. Tetapi money game akan menjanjikan imbal hasil tetap dalam jumlah fantastis, seakan-akan trader bisa panen profit dengan ongkang-ongkang kaki saja.
  • Mau mentradingkan dana kita, tetapi tidak menyediakan rekam jejak.
    Pada umumnya, trader yang sukses itu bertrading sendiri, tetapi banyak juga broker yang menyediakan fasilitas dimana kita cukup menanamkan dana, lalu dana itu akan ditradingkan oleh trader profesional, dan setelahnya kita cukup memanen profit saja. Broker tulen akan menunjukkan rekam jejak bagaimana performa trader yang mengelola dana kita dengan memahamkan bahwa potensi ke depan bisa untung maupun rugi, sedangkan broker money game hanya bakal menjanjikan "pasti profit sekian persen" saja.
  • Susah tarik modal di money game berkedok broker.
    Pada dasarnya, uang kita "hanya dititipkan" di broker forex sebagai modal bertrading. Karena sifatnya modal, maka dana itupun bisa berkurang bila trading Anda rugi, dan bisa bertambah jika trading Anda untung. Broker forex tulen akan mengizinkan Anda untuk menarik modal plus keuntungan Anda kapanpun, dan juga menyediakan banyak fasilitas penarikan, baik via bank wire maupun e-payment. Tetapi money game akan mempersyaratkan tempo waktu sebulan sekali atau bahkan lebih sebelum kita bisa menarik dana.

Kalau broker penipu seperti itu, lalu broker jujur seperti apa? Dibanding penyamaran broker penipu, karakter broker jujur jelas dan gamblang. Diantaranya:
  1. Ada regulasi dan alamat kantor yang jelas.
  2. Customer service resmi berjalan lancar, setidaknya dalam lima hari kerja.
  3. Fasilitas trading yang disediakan sinkron dan transparan.
  4. Dilengkapi dengan edukasi atau disclaimer yang menjelaskan sifat risiko sebanding dengan peluang profit dalam investasi forex.
  5. Direferensikan oleh lembaga lain, termasuk regulasi bisa di-crosscheck, namanya pernah dikutip oleh kantor berita penting, atau ada testimoni trader-trader lain.

Mudah bukan? Dengan mengenali mana broker jujur dan mana broker penipu, kita bisa terhindar dari kerugian yang sia-sia, dan belajar forex maupun trading forex pun bisa dilakukan dengan lebih lancar.

Lanjut ke materi sekolah forex berikutnya: Jenis-Jenis Analisis Forex

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama

SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 14

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama