OctaFx

Mengenal Time Frame Dalam Forex

Tanggal

Pada materi kelas 4, kita telah mempelajari macam-macam grafik dalam forex. Mulai dari grafik Line, Bar, hingga Candlestick. Grafik-grafik ini menggambarkan pergerakan harga suatu pasangan mata uang di pasar forex, apakah pergerakannya naik, turun, atau statis. Namun, pada prakteknya, pengamatan kita mengenai pergerakan harga akan dipengaruhi pula oleh Time Frame.

Pengertian Time Frame Dalam Forex

Pada dasarnya, grafik forex terbentuk dari data pergerakan harga yang dikumpulkan dalam kurun waktu (Time Frame) tertentu. Oleh karenanya, jika Time Frame diubah, maka data pergerakan harganya bisa berganti. Sebagai contoh, perhatikan perbandingan pergerakan harga pada EUR/USD di Time Frame 1 Jam (Hourly/H1/M60) dan Time Frame 1 Hari (Daily/D1) berikut ini.

gambar eurusd h1

 gambar eurusd d1


Pada grafik Candlestick di Time Frame 1 Jam, setiap candle menggambarkan pergerakan selama 1 jam (harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah). Sedangkan pada Time Frame 1 Hari, setiap candle menggambarkan pergerakan selama 1 hari penuh. Satuan Time Frame menunjukkan lamanya waktu yang diperlukan untuk membentuk satu bar chart, satu candlestick chart, atau satu line chart; sehingga grafik akan berbeda-beda tergantung Time Frame-nya.

Satuan Time Frame dalam forex yang paling sering dipakai yaitu 1 Menit (M1), 5 Menit (M5), 15 Menit (M15), 30 Menit (M30), 1 Jam (H1), 4 Jam (H4), 1 Hari (D1), 1 Minggu (W1), dan 1 Bulan (MN). Pada platform trading, biasanya disediakan pilihan beberapa Time Frame, dan kita bisa berpindah-pindah untuk menentukan Time Frame mana yang lebih cocok untuk digunakan dalam trading forex.

Memilih Time Frame Dalam Forex

Memilih Time Frame dalam forex itu gampang-gampang susah. Pada umumnya, trader memilih berdasarkan sistem trading yang digunakan. Contohnya:
  • Trader Pengguna Sistem Scalping.
    Dengan sistem scalping, trader bisa membuka dan menutup transaksi dalam tempo cepat, atau bahkan hanya selang beberapa menit saja. Karenanya, trader seperti ini biasa menggunakan Time Frame M1-M30.
  • Trader Pengguna Sistem Day Trading.
    Sesuai namanya, "Day Trading" berarti membuka dan menutup transaksi forex dalam hari yang sama. Untuk Day Trading, biasanya digunakan Time Frame M15 sampai dengan H1.
  • Trader Pengguna Sistem Swing.
    Dengan sistem ini, trader boleh jadi membuka dan menahan transaksi sampai dengan beberapa hari, minggu, bahkan bulan. Oleh sebab itu, Time Frame yang dipakai berkisar antara H4 hingga W1 dan MN.


Setiap trader dapat bertrading menggunakan satu Time Frame ataupun lebih dari itu. Time Frame rendah biasanya dianggap mengandung terlalu banyak fluktuasi yang mengganggu, sedangkan Time Frame lebih tinggi dianggap menggambarkan tren harga secara keseluruhan dengan lebih baik. Upaya memilih Time Frame dalam forex pun mempertimbangkan faktor-faktor ini.

Jika sudah menentukan Time Frame yang tepat untuk digunakan trading forex, maka langkah selanjutnya adalah menentukan Support dan Resistance dalam grafik. Apa itu Support dan Resistance? Simak dalam pelajaran selanjutnya: Definisi Support dan Resistance.

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama

SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 13

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama