OctaFx

Definisi Support Dan Resistance

Tanggal

Di Kelas 5 ini kita akan mendalami materi tentang Support dan Resistance. Jika melihat chart pergerakan harga, dua kata tersebut pasti akan sering sekali disebutkan. Memahami chart sendiri saja terkadang masih bingung, ditambah lagi dengan istilah support dan resistance, wah, sempurnalah kebingungan kita. Tenang, kita akan pahami kedua istilah tersebut perlahan-lahan sampai paham. Mari perhatikan!



Apa Itu Support Dan Resistance?

Sebelum memahami arti dari support dan resistance, kita harus mengenal trend dalam Forex terlebih dulu. Soalnya, support dan resistance sangat berkaitan erat dengan arah trend terkini.

Contoh kasusnya adalah seperti ini:




kaitan antara support dan resistance dengan trend terkini

Gambar 1. Chart EUR/USD tanpa garis bantu support dan resistance



Nah, dari gambar chart EUR/USD di atas, kita baru bisa meraba-raba pengertian support dan resistance setelah kita bertanya;

Sampai ke mana harga akan bergerak berikutnya?

Itu dia pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para trader, soalnya mereka pasti akan mengantisipasinya dengan memasang posisi lalu menutupnya di akhir penghujung trend. Jadi sederhananya, bisa dibilang support dan resistance adalah alat bantu visual (biasanya berupa garis) untuk menentukan di mana harga kemungkinan akan "notok" menyentuh batas-batas harga tertinggi atau terendah.

Secara spesifik, garis resistance biasanya ditarik di dekat harga tertinggi selama beberapa periode tertentu. Guna dari garis resistance adalah sebagai penanda visual di mana tekanan untuk jual semakin besar terhadap beli, jadi potensi harga untuk melorot ke bawah semakin besar kemungkinannya.

Berikutnya, garis support umumnya diletakkan di dekat harga terendah selama periode tertentu. Simple saja, semakin harga mendekati garis tersebut, semakin besar kemungkinan para pembeli untuk mulai memompa harga melawan penjual.



contoh garis support dan resistance

Gambar 2. Chart EUR/USD dengan garis bantu support dan resistance



Seberapa Pentingkah Support Dan Resistance Itu?

Cukup penting. Singkatnya, tanpa mengetahui di mana support dan resistance, trader akan mengalami kesukaran untuk menentukan seberapa lama suatu trend akan berlangsung. Analoginya seperti kalau kita berkendara di tempat keramaian tapi tidak ada rambu-rambu lalu lintasnya.

Contoh kasusnya seperti ini; untuk mendapat keuntungan, seorang trader harus menahan posisi searah dengan tren yang sedang berlangsung. Kalau untuk buka posisi, biasanya kita akan mengandalkan sinyal trading, tapi ketika tiba waktunya untuk menutup posisi, mengandalkan insting saja tidak akan cukup.

Intinya, support dan resistance berguna sebagai rambu-rambu agar kita mengetahui sejauh mana trend masih layak (atau tidak) untuk di-tradingkan.

Misalnya seperti pada gambar 2, terlihat jelas bahwa candlestick menunjukkan gap di awal pekan market buka. Candlestick pertama di sesi pembukaan pasar mencetak harga tertinggi (high) yang telah menembus resistance terdekat. Artinya, harga sudah mencapati titik jenuh beli (overbought) dan kemungkinan besar akan terkoreksi lebih rendah atau bahkan reversal, terjun bebas ke bawah.

Nah, itu sih cuma teori dasarnya, berikutnya kita akan belajar bagaimana mengetahui letak support dan resistance dengan benar.



Cara Mengetahui Letak Support Dan Resistance

Ada beberapa cara untuk mengetahui letak support dan resistance. Salah satu cara paling sederhana adalah menggunakan garis horizontal seperti yang terlihat pada gambar 2. Namun, tentu saja garis tersebut tidak asal-asalan ditarik begitu saja, ada tekniknya. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Gunakan timeframe dengan tepat
    Tentu saja level-level (tingkat harga) pada timeframe rendah akan berbeda dengan timeframe tinggi. Level-level pada timeframe rendah lebih rapat dan mudah berubah-ubah, sedangkan timeframe tinggi lebih longgar dan butuh waktu lama untuk mencapai batas support atau resistancenya.

    Jika Anda ingin scalping, gunakan timeframe antara M15-H1. Selebihnya, jika Anda ingin menahan posisi selama lebih dari satu hari (rollover) gunakan timeframe antara H4 sampai daily.

     

  2. Identifikasi rekor harga-harga tertinggi dan terendah selama periode tertentu
    Sederhana saja, amati catatan harga-harga tertinggi untuk mulai menentukan batas resistance. Sebaliknya, perhatikan harga-harga terendah untuk menyorot batas support-nya.

     

  3. Identifikasi karakteristik swing-point-nya
    Singkatnya, swing point adalah titik di mana harga mulai "berayun" berlawanan arah dari tren sebelumnya. Semakin tajam reversal terjadi, berarti semakin penting titik tersebut.

     

    swing point untuk menentukan letak support dan resistance


    Tarik garis resistance di dekat harga tertinggi dengan swing point "curam". Berikutnya, tarik garis support di dekat harga terendah dengan swing point paling mendaki.

Teknik di atas hanyalah satu dari banyak metode untuk mengetahui letak support dan resistance, ada juga beberapa teknik lain dapat Anda coba untuk mengidentifikasikan di mana letak Support dan Resistance-nya.

Oh iya satu lagi, penting untuk diingat, level support dan resistance bukanlah sebuah petunjuk mutlak. Artinya walaupun batas atas (resistance) dan batas bawah (support) sudah terpasang, bukan berarti harga akan selalu 100% memantul dari garis-garis tersebut. Hal tersebut dikarenakan setiap trader dan investor memiliki petunjuk level-level berbeda-beda, jadi bisa saja harga bergerak menembus batas support dan resistance Anda.



Pelajaran selanjutnya: Mengenal Trend Lines

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama

SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 11

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama