Advertisement

Pola Candlestick Single - Para Samurai yang Kesepian

Tanggal

Selamat datang kembali ke kelas. Sudah beristirahat? Sudah kenyang dan tidak kehausan lagi, kan? Nah, mari kita lanjutkan pelajaran kita tentang candlestick Jepang, yang sedikit lebih rumit daripada sebelumnya.

Hammer dan Hanging Man

"Apa ini? Kenapa begitu masuk kelas aku disambut dengan pelajaran seperti ini?"
Tenang, tenang...kita tidak akan membicarakan tentang sejarah hukum pancung atau rajam di sini. Ingat, ini kelas trading Forex. Bukan kelas ala Freddy Kroeger atau Ibu Dara. Yang dimaksud dengan Hammer dan Hanging Man di sini adalah pola candlestick yang menyerupai "palu" dan "pria yang digantung".

hammer hanging man

Bentuk kedua pola ini memang sama, tetapi sangat berbeda dalam makna. Hal ini bergantung pada pada price action sebelumnya. Dua-duanya memiliki tubuh mungil (hitam atau putih), lower shadow yang panjang, dan upper shadow yang absen atau pendek. Di bawah adalah gambar pola Hammer dan Hanging Man.

Nah, ini adalah penampakan bagaimana kedua pola ini jika muncul dalam rangkaian candlestick.

contoh candle hammer dan hanging man

Hammer adalah pola reversal bullish yang terbentuk saat down-trend. Istilah "hammer" sendiri diambil dari aksi pasar yang memalu (hammering) keluar dari bawah.

Ketika harga jatuh, Hammer memberi sinyal kalau bagian bawah nyaris tersentuh dan harga perlahan akan mulai kembali bangkit. Lower shadow yang panjang mengindikasikan bahwa seller menekan harga ke kisaran terendah, tapi buyer mampu mengantisipasi hal ini dan segera melakukan close di di sekitar open.

"Apa ini berarti ketika kita melihat Hammer terbentuk pada down-trend, kita bisa segera melakukan order buy?"

Wooow, wooow, wooow, tidak secepat itu Kawan. Ada beberapa tanda bullish yang mesti kita konfirmasi sebelum menarik pelatuk dan melepas peluru-order. Salah satu konfirmasi yang umum digunakan oleh trader adalah menunggu candlestick berwarna putih muncul di dekat open di sebelah kanan Hammer.

Ciri-ciri Bullish Pada Pola Hammer di Down-trend
  1. Shadow panjangnya sekitar dua atau tiga kali dari batang candle yang asli.
  2. Sedikit atau tidak ada upper shadow sama sekali.
  3. Batang candle yang asli berada di dekat titik teratas akhir di range trading.
  4. Warna batang candle tidak terlalu penting.

Hanging Man adalah pola reversal bearsih yang dijadikan tanda puncak atau level resistance yang kuat. Ketika harga melonjak, formasi Hanging Man mengisyaratkan kalau jumlah seller melebihi buyer.

Lower shadow yang panjang pada candle tipe ini menunjukkan bahwa pembeli berusaha menekan harga ke kisaran rendah pada sesi trading. Namun buyer sanggup membalas serangan seller dan mendorong harga, walau hanya sampai di dekat open.

Kemunculan pola Hanging Man mestinya menjadi alarm bagi trader, sebab hal ini berarti tidak ada buyer tersisa untuk menciptakan momentum dan menjaga harga tetap naik.

Ciri-ciri Mengonfirmasi Pola Hanging Man
  1. Lower shadow yang panjangnya sekitar dua-tiga kali dari batang candle yang asli.
  2. Sedikit atau tidak ada upper shadow sama sekali.
  3. Batang candle yang asli berada di dekat titik teratas akhir pada range trading.
  4. Warna batang candle tidak terlalu penting, meski batang candle berwarna hitam lebih bearish dibanding batang candle berwarna putih.

Hammer inverted (terbalik) muncul sewaktu harga merosot dan mengindikasikan kemungkinan reversal. Upper shadow-nya yang panjang menunjukkan kalau buyer berusaha untuk menawarkan harga lebih tinggi.

Pada sesi trading semacam sering terjadi pertarungan antara dua samurai dari Klan Buyer dan Klan Seller, yang berusaha memegang kendali. Klan Seller mengeluarkan jurus mereka dan berusaha menekan harga. Sayangnya, taktik itu diketahui oleh mata-mata Klan Buyer dan mereka segera menutup sesi trading mereka di dekat open.

Karena seller tidak bisa menekan harga lebih rendah lagi, hal ini memberi indikasi yang baik. Sebab kemunculan pola ini berarti semua orang ingin membeli semua hal yang telah inginkan dan terjual. Dan kalau tidak ada buyer, maka satu-satunya yang tersisa adalah tidak lain dan tidak bukan adalah buyer!

Pola Shooting Star adalah pola reversal bearish dan memiliki tampilan yang sama seJperti pula Hammer Terbalik. Bedanya adalah pola ini hanya muncul ketika harga melonjak. Bentuk pola ini memberi petunjuk pada trading ini bahwa harga dibuka pada kisaran rendahnya, berreli, hanya untuk terjatuh sekali lagi.

Peristiwa tersebut mengindikasikan upaya buyer untuk mendorong naik harga, tetapi seller melakukan serangan baik dan mengalahkan mereka. Ini adalah tanda bearish yang definit karena semua samurai dari Klan Buyer telah diberantas habis oleh Klan Seller, dan tidak lagi bersisa di arena trading.

Baiklah, kelas "Pola Candlestick Single - Para Samurai yang Kesepian" telah selesai. Yuk, jalan-jalan sebentar dan menghirup udara segar, sebelum kembali meneruskan kelas berikutnya".

Pelajaran selanjutnya : Pola Candlestick Double

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama

SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 7

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama