Advertisement

Mengkombinasikan Fibonacci Dengan Support Dan Resistance

Tanggal

Oke, di kelas ini kita akan belajar mengenai cara mengkombinasikan Fibonacci dengan support dan resistance. Lah, mengapa harus dikombinasi? Bukannya indikator Fibonacci sendiri sudah hebat ya? Begini, kalau dimisalkan dengan Film Power Ranger, Ranger Merah memang bisa saja berjuang sendirian, tetapi akan lebih kuat jika ia digabungkan dengan Ranger-Ranger yang lain. Begitu juga dengan Fibonacci yang akan berfungsi lebih optimal jika dikombinasikan.

Salah satu cara yang terbaik adalah mengkombinasikan Fibo dengan memerhatikan level-level support dan resistance yang potensial lalu kita lihat apakah mereka searah dengan level-level Fibonacci retracement atau justru menyimpang. Apabila searah, maka kemungkinan harga untuk memantul atau retracement di level tersebut sangatlah besar. Semakin sering level sebuah harga tersentuh support atau resistance dan tidak breakout, maka level tersebut menjadi level yang paling potensial. Semakin besar timeframe kita, maka level support resistance nya pun akan semakin kuat.

Mari kita lihat contoh berikut ini:

Itu adalah sebuah grafik mingguan mata uang USD/CHF yang sedang uptrend. Mengingat grafik ini uptrend, maka kita akan mencari moment dimana harga melakukan retracement secara sempurna dengan memasang entry long di level Fibonacci retracement. Lantas, pada dimana kita akan melakukan entry? Dan kapan kita entry?

Baiklah, sekarang kita tentukan Swing Low pada tanggal 11 Januari di posisi 1.0132 dan Swing High pada posisi 1.0899 pada tanggal 19 Februari. Kemudian kita lihat hasilnya di sini:


Oke, dari sini, terjawab pertanyaan dimana kita melakukan entry akan terjawab. Selain itu, kita pun sudah punya sebuah gambaran untuk menemukan kemungkinan posisi entry yang paling solid.

Mari kita mundur sedikit dan lihatlah bahwa harga 1.0510 adalah sebuah level resistance yang baik pada waktu itu dan hal tersebut hanya terjadi sejajar dengan level Fibo retracement 50.0%. Sekarang level tersebut terbreakout, dan berubah menjadi support sekaligus posisi yang baik untuk menempatkan buy.


Jika kita memasang order di posisi sekitar level Fibonacci 50.0%, maka sebuah kesempatan emas telah berada di depan mata. Akan ada beberapa momen yang cukup menegangkan terutama pada pengujian kedua level support tanggal 1 April. Harga mencoba menembus level support namun gagal untuk close posisi di bawahnya. Pada akhirnya, pair tersebut ter-breakout melewati Swing High dan melanjutkan uptrend.

Trik ini juga bisa dilakukan pada grafik dengan kecenderungan menurun atau downtrend. Kuncinya, dengan mencari level harga yang tampaknya pernah menjadi sebuah area yang paling diminati. Dengan demikian, akan ada sebuah kesempatan besar bahwa harga akan memantul dari level-level ini. Mengapa begitu?

Ada beberapa alasan. Pertama, seperti yang telah kita ketahui, level support dan resistance adalah area yang baik untuk memasang order buy sell karena area itu adalah area yang paling diamati pula oleh trader lain. Kedua, karena trader yang menggunakan Fibonacci tool bukan hanya kita, maka akan ada kemungkinan bahwa trader lain pun juga akan melakukan strategi yang sama dengan kita.

Sehingga, akan semakin memperlebar kesempatan bagi kita untuk memperoleh profit akibat banjirnya order pada level harga tersebut. Meskipun perhitungan tersebut tidak menjamin bahwa harga akan memantul dari level-level tersebut, setidaknya kita masih bisa percaya diri akan trading yang sedang kita jalankan.

Ingatlah selalu bahwa trading akan selalu bergantung pada probabilitas alias kemungkinan. Sehingga, akan lebih baik bertrading di area yang kemungkinan profitnya lebih tinggi, karena membuka kesempatan profit yang lebih tinggi pula.

Pelajaran selanjutnya : Mengkombinasikan Fibonacci dengan Trendline

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama

SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 9

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama