OctaFx

Pengertian Dasar Moving Average

Tanggal

Moving average adalah metode sederhana membaca pergerakan harga dari waktu ke waktu. "Moving average" di sini berarti kita menggunakan rata-rata harga penutupan (closing price) dari pair mata uang dari beberapa periode. Jika diaplikasikan pada grafik harga dalam software trading forex, maka moving average akan terlihat seperti berikut:


Macam-Macam Moving Average

Garis Moving Average (warna biru) yang terlihat di atas ditampilkan dari perhitungan nilai rata-rata beberapa batang Candlestick sebelumnya. Selain Closing Price, beberapa terminal trading memberikan opsi untuk menghitung rata-rata harga pembukaan (Open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low) dan harga tengah (Median). Pilihan-pilihan tersebut akan tampil saat Anda akan memasang indikator Moving Average di software trading, seperti di bawah ini:

Bagaimana Cara Menggunakan Indikator Moving Average?

Layaknya indikator pada umumnya, Moving Average digunakan untuk memandu kita membaca arah pergerakan harga. Dengan memantau interaksi antara garis moving average dengan candlestick, kita bisa menelaah potensi ke mana arah trend berikutnya akan bertolak.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengatur penggunaan Moving Average secara tepat:

1. Tentukan timeframe terlebih dulu:
Pilihan timeframe akan menentukan seberapa besar periode Moving Average nantinya. Semakin besar time frame (H4, D1, W1) maka semakin kecil periode MA yang akan dibutuhkan. Misalnya pada timeframe H1, 50 periode MA sama dengan rerata 50 jam lalu, sedangkan pada timeframe D1, 9 periode MA saja sudah melebihi rerata pada MA H1 berperiode 50 tadi.

2. Tentukan periode Moving Average:
Periode pada Moving Average akan menentukan "kemulusan" dari tampilan garis Moving Average. Semakin kecil periode Moving Average, maka semakin responsif garis MA dalam mengikuti perubahan arah harga. Sebaliknya, semakin besar periodenya, maka semakin lambat respon garis MA dalam menyusuri arah harga.

Kedua, semakin kecil periode, maka semakin sering garis MA melakukan kontak (interaksi) dengan batang candlestick. Sebaliknya, semakin besar, maka semakin jarang kontak terjadi. Namun, semakin sering kontak terjadi, resiko sinyal palsu (fake signal) juga akan semakin besar.

3. Amati interaksi antara candlestick dan garis Moving Average
Interaksi antara batang candlestick dan garis Moving Average dapat menghasilkan sinyal trading. Jika ada batang candlestick bearish (batang merah) menembus garis Moving Average dari atas (lingkaran merah), bersiaplah untuk memasang posisi sell. Sebaliknya, jika mulai ada pertanda pergerakan bernada bullish menyentuh garis MA dari bawah (lingkarang biru), bersiagalah untuk pasang posisi buy.

Perhatikan juga pada area kotak warna abu-abu, terkadang trend hanya berlangsung cukup singkat sampai akhirnya berbalik arah.

Selain perpotongan antara batang candlestick dengan garis MA, ada juga sinyal trading dapat dihasilkan melalui perpotongan antara beberapa garis MA dalam satu grafik (Moving Average Crossover). Namun, jangan salah paham, indikator Moving Average tidak bisa digunakan untuk "memprediksi" pergerakan harga ke depan secara ajaib. Hal itu disebabkan karena Moving Average termasuk dalam golongan lagging indicator. Artinya, garis-garis MA hanya diproduksi berdasarkan data-data harga masa lampau.

Karena itulah, perlu digarisbawahi, indikator Moving Average tidak dapat menjamin 100% keberhasilan.

Berikutnya, Apalagi?

Moving Average masih dibagi menjadi beberapa macam; Simple MA, Exponential MA dan Weighted MA. Ketiga macam Moving Average tersebut dapat memberikan kualitas sinyal trading berbeda-beda pula. Penasaran? Yuk kita pelajari satu-satu di bab berikutnya.

Pelajaran selanjutnya : Simple Moving Average

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama

SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 6

SEKOLAH FOREX

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar

Sekolah Menengah Pertama