Advertisement

Berita Ekonomi Jepang Berakhir Mixed, Yen Amburadul

   By: Muh Nuzul    view: 571   Berita Forex

Japanese Yen kembali melemah di sesi awal perdagangan Asia hari ini (30/Januari). Melemahnya Yen ini diiringi dengan keluarnya beberapa berita ekonomi dari Jepang seperti Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate), Belanja Rumah Tangga (Household Spending), dan Penjualan Ritel (Retail Sales). Hal ini membuat USD/JPY terbang bebas hingga 0.15% dari sesi pembukaan market tadi pagi.

 

Fresh Graduate Jepang sedang mengantri untuk jobfair

 

Data Campur Aduk, Yen Amburadul

Keluarnya beberapa data ekonomi Jepang hari ini memaksa Japanese Yen untuk menyerah lebih lanjut terhadap dolar AS yang telah menguat sepanjang hari Senin kemarin.

Dilaporkan dari Badan Statistik Lokal, Household Spending turun 0.1% secara year-on-year. Penurunan ini dinilai sangat jauh jika dibandingkan dengan hasil perhitungan bulan lalu yang meningkat hingga 1.7%. Penurunan utamanya dikarenakan belanja rumah tangga Jepang bulan Desember kemarin turun sebesar 2.5%.

Selain belanja rumah tangga, penurunan lain terjadi pada Unemployment Rate. Tingkat Pengangguran Jepang bulan Desember tahun lalu naik dari 2.7% ke 2.8%. Namun, bertambahnya pengangguran di Jepang ini dianggap tidak akan terlalu berpengaruh pada ekonomi Jepang, mengingat jumlahnya masih berada di kisaran terendah sejak awal 1990 silam.

Berbeda dari kedua berita ekonomi yang rilis sebelumnya, data Retail Sales meningkat drastis sebanyak 3.6% YoY, meskipun awalnya diekspektasikan tetap sama dengan periode sebelumnya yang hanya mencatat 2.1%. Kenaikan ini diiringi dengan peningkatan penjualan di bidang makanan dan aksesoris, sedangkan peningkatan tertinggi ada pada penjualan kendaraan bermotor yang naik dari 4.3% ke 7.8%. 

 

Ke Depan Ditentukan Upah 

Rob Carnell, Chief Economist dari ING Bank Singapore, berpendapat, "Penjualan Ritel merupakan indikator yang lebih baik dalam menyajikan data tingkat konsumsi daripada Household Spending. House Spending itu terlalu banyak menyajikan variabel, sehingga tidak dapat menampilkan gambaran yang jelas tentang kondisi yang terjadi saat itu."

Carnell juga menambahkan, "Dengan data ini, kita dapat melihat konsumen di Jepang cukup suportif terhadap ekonomi, dan tampaknya hal ini akan terus berlanjut."

Pendapat lain diajukan oleh Takeshi Minami, Chief Economist di Norinchukin Research Institute, "Naiknya tingkat penjualan Ritel banyak dipengaruhi dengan naiknya harga sayuran di pasar saat ini."

"Tingkat konsumsi masyarakat akan kembali meningkat, hanya dengan fase yang sedikit pelan," sambung Minami. Selain itu, Minami menganggap bahwa tingkat Household Spending akan banyak dipengaruhi oleh hasil dari rapat menentukan upah musim panas. Jika nilai upah naik, maka dapat dipastikan tingkat pengeluaran pun akan naik.

Hingga berita ini ditulis, USD/JPY sedang bertengger di kisaran 109.16, telah naik 0.20% dari awal pembukaan pasar hari ini. Jika dilihat dari pembukaan pasar minggu ini, USD/JPY telah naik sekitar 0.47%. Selain itu, Indeks Dolar AS, sebagai alat ukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang mayor lainnya, telah naik 0.15% hari ini.

282146

Pesanan Barang Tahan Lama AS Bulan April Jeblok Pesanan Barang Tahan Lama AS Bulan April Jeblok
By Pandawa, 25 May 2018, In Berita Forex, View 239
Setelah melonjak signifikan pada bulan Maret lalu, data pesanan barang tahan lama AS anjlok pada bulan April, disebabkan oleh penurunan tajam terhadap pesanan alat transportasi.
Dolar AS Menguat Kembali Jelang Pidato Powell The Fed Dolar AS Menguat Kembali Jelang Pidato Powell The Fed
By N Sabila, 25 May 2018, In Berita Forex, View 539
Dolar AS menguat kembali terhadap mata uang-mata uang mayor, dengan Indeks Dolar yang menguji level 94. Pasar menantikan pidato Jerome Powell tentang petunjuk kenaikan suku bunga.
Yen Melemah Setelah Trump Batalkan Pertemuan Dengan Korea Utara Yen Melemah Setelah Trump Batalkan Pertemuan Dengan Korea Utara
By N Sabila, 25 May 2018, In Berita Forex, View 382
Yen turun terhadap Dolar AS setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan pertemuan dengan Presiden Korea Utara pada 12 Juni mendatang.
Dolar AS Turun Meski Notulen FOMC Mei 2018 Sinyalkan Fed Hike Juni Dolar AS Turun Meski Notulen FOMC Mei 2018 Sinyalkan Fed Hike Juni
By N Sabila, 24 May 2018, In Berita Forex, View 769
Dolar AS turun karena asumsi dovish terhadap notulen FOMC Mei 2018 dan rencana Donald Trump untuk terapkan bea impor mobil.
Bank Sentral Jepang Hadapi Dilema Kebijakan Moneter Longgar Bank Sentral Jepang Hadapi Dilema Kebijakan Moneter Longgar
By N Sabila, 7 May 2018, In Berita Forex, View 471
Di satu sisi, target inflasi masih jauh dari pencapaian. Di sisi lain, biaya untuk melanjutkan moneter longgar terus membengkak.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1169
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex