Advertisement

iklan

Akibat COVID-19, USD Jatuh Ke Rekor Terendah 18 Bulan Versus CHF

Dolar AS lumpuh versus mata uang safe haven Yen Jepang dan Franc Swiss sejak pekan lalu. Tekanan mulai berkurang, tetapi outlook masih dibayangi ketidakpastian.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS babak belur versus duo mata uang safe haven Yen Jepang dan Franc Swiss sejak pekan lalu, di tengah pekatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko dampak wabah virus Corona (COVID-19). Saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa (3/Maret), Dolar AS terpuruk di kisaran 0.9576 terhadap Franc Swiss, tidak jauh dari rekor terendah 18 bulan yang tercapai kemarin. Posisi USD/JPY juga terkungkung dalam kisaran 107.95, dekat rekor terendah tahun ini.

USDCHF Daily

Laju kemerosotan USD mulai melambat hari ini, karena ada ekspektasi untuk pemulihan sentimen risiko dalam waktu dekat. Pasar mengharapkan pemerintah dan bank sentral berbagai negara menggelontorkan stimulus demi menopang perekonomian. Keputusan bank sentral Australia tadi pagi untuk memangkas suku bunga 25 bps juga mengipasi ekspektasi tersebut. Namun, realisasi kebijakan yang diambil berbagai negara kelak belum tentu memuaskan pasar.

Gubernur bank sentral dan para menteri keuangan negara G7 dijadwalkan untuk melakukan tele-conference hari ini guna mendiskusikan upaya menghadapi dampak ekonomi dari wabah virus Corona. Laporan Reuters yang mengutip narasumber orang dalam G7, menyebutkan bahwa draft pernyataan tidak menjanjikan stimulus moneter maupun fiskal baru.

Sejumlah analis mengingatkan skala wabah masih belum dapat dipastikan. Akibatnya, sekalipun para pengambil kebijakan memutuskan untuk meluncurkan stimulus, langkah yang diambil belum tentu memadai.

"Bagi banyak investor, barangkali, ada pandangan bahwa bank sentral bisa melakukan banyak hal untuk mengobati simtom krisis ini, tetapi (sebenarnya) mereka tak bisa membuatnya sirna sepenuhnya," kata Jane Foley, pakar strategi mata uang di Rabobank, "Akan ada ketidakpastian tentang dampak ekonomi dari virus ini, dan karenanya, ada permintaan terhadap safe haven."

Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau prospek pemangkasan suku bunga The Fed serta pelonggaran moneter oleh otoritas moneter lain. Pernyataan terbaru bank sentral Eropa (ECB) tentang kesiapan untuk mengambil tindakan, telah mendorong kenaikan sentimen risiko pasar sekaligus memicu pelemahan nilai tukar Euro terhadap USD.

292201

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.