Anggota Dewan BoJ Ingin Pangkas Bunga, USD/JPY Menanjak Terbatas

Yen melemah terbatas, setelah seorang anggota Dewan BoJ memaparkan pentingnya pemangkasan bunga untuk menanggulangi ancaman perlambatan ekonomi.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Pasangan mata uang USD/JPY menanjak 0.3 persen ke kisaran 106.30 dalam perdagangan hari ini (9/September). Pelemahan Yen berhubungan dengan pernyataan seorang anggota Dewan BoJ yang mengisyaratkan keinginan agar bank sentral melakukan pelonggaran moneter tambahan secara pre-emptive untuk menanggulangi risiko terhadap perekonomian.

Minat beli Yen sebagai aset safe haven juga berkurang, karena harapan bakal meredanya gejolak sipil di Hong Kong. Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, memutuskan untuk menarik total proposal RUU Ekstradisi yang telah memicu gejolak sipil di kawasan istimewa tersebut. Namun, pergerakan USD/JPY secara teknikal saat ini masih terkungkung di bawah garis Fibonacci Retracement 38.2 yang terbentuk bulan lalu, sehingga kecenderungan bearish sejatinya belum berubah.

USDJPY DailyGrafik USD/JPY Daily via Tradingview.com

Dalam sebuah pidato di hadapan para pebisnis terkemuka di Hakodate pagi ini, anggota Dewan BoJ, Goushi Kataoka, memeringatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang akan gagal memenuhi potensinya dalam beberapa tahun ke depan, karena perlambatan ekonomi global bakal menekan ekspor. Inflasi tidak akan terakselerasi hingga mencapai target 2 persen yang diinginkan BoJ, karena Yen bakal terus menguat dan membebani biaya impor, sementara bank-bank sentral lain meningkatkan stimulus moneter mereka.

Sehubungan dengan itu, Kataoka menyatakan, "Ketika ada jarak antara target inflasi dan inflasi aktual, penting untuk merespons secara pre-emptive daripada menunggu hingga kita mengonfirmasi tren inflasi telah berubah."

Saat ini, BoJ menerapkan suku bunga jangka pendek pada -0.1 persen dan target yield obligasi pemerintah bertenor 10-tahunan sekitar 0 persen. Menurut Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda, kebijakan ini masih memadai untuk mempertahankan momentum ekonomi Jepang hingga mencapai target inflasi bank sentral. Namun, perpecahan pendapat mulai berkembang dalam tubuh BoJ, seiring dengan meningkatnya risiko dampak perang dagang.

Kataoka merupakan salah satu dari dua anggota Dewan BoJ yang baru-baru ini menentang keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada level -0.1 persen. Meski tak mengajukan proposal resmi, tetapi ia menyarankan agar suku bunga dipangkas lagi. Sementara itu, tujuh anggota Dewan BoJ lain masih sepakat dengan Kuroda untuk tidak mengubah kebijakan suku bunga.

289938

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


24 Sep 2019